Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Tahun 2015 menjadi tahun yang sibuk bagi Polka Wars. Setelah berangkat ke Amerika Serikat untuk rekaman di Studio Rubber Tracks milik Converse, mereka melanjutkannya dengan merilis boxset limited edition "Axis Mundi," album perdana dari quartet ini yang terjual habis dalam waktu kurang dari dua jam. Kali ini, Polka Wars merilis "Axis Mundi" dalam bentuk CD melalui label Helat Tubruk. Pada tanggal 22 Agustus, mereka akan menggelar konser tunggal di Institut Francais Indonesia, dimana Polka Wars akan membawa lagu-lagu di "Axis Mundi" dan yang telah mereka rekam di studio Rubber Tracks. Untuk informasi selanjutnya, silahkan membaca informasi di bawah ini.
--
Setelah sebelumnya dirilis dalam format boxset dan digital, album perdana dari Polka Wars bertajuk Axis Mundi kini akan dirilis dalam format cakram padat (CD) pada 1 Agustus 2015. Melalui label Helat Tubruk, CD Axis Mundi merupakan rilisan fisik kedua dari Polka Wars.
Mengomentari mengapa distribusi Axis Mundi dilakukan secara terpisah dalam rentang waktu 3 bulan dengan format berbeda, drummer Giovanni Rahmadeva mengajukan alasan karena terpotong libur lebaran. Terlebih, merilis Axis Mundi di iTunes diperuntukkan bagi pendengar yang sudah “tidak sabar lagi mendengarkan album ini, banyak yang tidak puas kalau tidak memegang versi fisik.”
Lagu-lagu yang dikemas dalam CD ini akan sama seperti format sebelumnya, kecuali lagu bonus track “Coraline.” Dalam CD, nomor ini akan diambil dari rekaman Polka Wars yang sebelumnya diunggah ke dalam akun SoundCloud mereka, ketimbang versi yang bisa didengar di boxset ataupun digital.
CD Axis Mundi sudah dipastikan akan didistribusikan ke kota-kota berikut: Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Solo, Jogjakarta, Jambi hingga Makassar. Rilisan ini juga akan dibarengi dengan pengunggahan video lirik dari lagu “Mokéle” yang merupakan single dari album Axis Mundi di kanal YouTube Polka Wars.
Putaran promosi dari album Axis Mundi akan dilanjutkan dengan konser perilisan album dengan kuota terbatas yang akan berlangsung pada tanggal 22 Agustus 2015. Panggung Polka Wars yang kabarnya akan memainkan lagu-lagu dari Axis Mundi beserta lagu-lagu yang direkam di New York dalam rangka Converse Rubber Tracks akan bertempat di auditorium Institut Français Indonesia, Jakarta. Pemesanan tiket dengan jumlah kursi terbatas ini dapat dibeli secara online via
Axis Mundi Tracklist (Regular CD Version):
1. Mokéle
2. Alfonso
3. Top Gear (Moths & Flies)
4. This Providence
5. Horse’s Hooves
6. Lovers
7. Tall Stories
8. Piano Song
9. Coraline (SoundCloud version)
BIOGRAFI
Selama 3 tahun terakhir, Polka Wars menjalani proses kreatif secara mandiri. Para personilnya pun tumbuh dewasa bersama, baik dalam konteks personal maupun bermusik. Tak jarang, akibat proses-proses yang tumpang tindih tersebut, muncul konflik di dalam tubuh kuartet indie rock muda terhangat milik Indonesia ini.
Namun dengan etos kerja yang gigih, Polka Wars berhasil membayar lunas seluruh jerih payah dengan sederet prestasi; respon publik yang luar biasa positif terhadap single Mokéle, 100 keping boxset limited edition sold-out dalam 150 menit dan tentu saja, rekaman di New York, AS. Seluruhnya diraih dalam tempo sangat singkat di medio Mei - Juni 2015.
Merupakan sebuah pengalaman unik untuk duduk dan berbincang bersama keempat pemuda yang diganjar predikat Young Guns 2015 oleh Rolling Stone Indonesia ini. Terbuka untuk membicarakan masalah sepele hingga spiritualitas level tinggi yang merupakan rumus musik Polka Wars; yang tak sungkan mereka akui sebagai musik dakwah dalam kemasan yang modern.
Sebagai seorang stylist dan mantan editor majalah fashion, Karin Wijaya menorehkan namanya di dunia fashion dengan gaya styling-nya yang seringkali tidak konvensional. Kami berbincang-bincang dengan Karin mengenai dunia fashion beserta inspirasi-inspirasinya.
GenDang (Generasi Dangdut) Mix is the 40th episode of Bamboo Twist. It has many familiar songs from the past mix with mostly dangdut and Indonesian songs with some Indian disco and Japanese funk.
1. Intro
2. Kris Biantoro - Pring Reketek
3. Dia Prometido - Sinfonia No.40 En Sol Menor K.550
4. Oh No - Higher
5. Ofra Haza - I'm Nin'Alu
6. Mantra Feat Keroncong Suropati - Cinta Matiku
7. The Bombay Royale - Falcon's Landing
8. Alisha Chinoy - Zoo Zoo Zoobie Zooby
9. Ernie Djohan - Disco Cha Cha
10. Farid Hardja & Lucky Resha - Jali-Jali
11. Miharu Koshi - Scandal Night
12. Gang Gang Dance - Bebey
13. Elvy Sukaesih - Kereta Malam
14. Omar Souleyman - Hedi Hedi
15. Marini & The Steps - Disco Arab
16. Insomnia - Yellow Magic Orchestra
Di artikel ini, kita berfokus kepada karya Miles Films, production house yang didirikan oleh Produser Mira Lesmana di 1995, dan kami sekaligus merekomendasi 8 karya pilihan. Dalam rekomendasi ini, bisa dilihat bagaimana Miles Films telah membuat film-film Indonesia yang sangat ikonis.
The holidays are over and without further due, I'd like to welcome y'all to the 17th installment of Heartattack! This playlist might be the "softest" jam so far, as I'll include some electronic/synth-based sounds while still keeping the usual tracks built for the program. Lately I've been listening to heaps of other stuff besides punk, so I figure it'd be a pretty interesting mix to throw in as I find similarity between early days of electronic music & punk, where both resemble equal spirit of invention. Another obvious trait would be repetition, because without it there wouldn't be any interesting layers to play, right?
Enjoy!
Tracklist:
01. Devo - Devo Corporate Anthem
02. The Spits - Police
03. Flesh World - A Trip to the Living Ice Age
04. Ivy - Cave Business
05. Bad Noids - The Ones
06. L.O.T.I.O.N. - Goodbye Humans
07. Gelandeterror - Es Ist Vollbracht
08. Hexentanz - Coven
09. Anasazi - Samsara
10. Belgrado - Jeszcze Raz
11. The Victims - Perth is a Culture Shock
12. Hank Wood & The Hammerheads - This World is Beat
13. Fad Gadget - Salt Lake City Sunday
14. Suicide - Johnny
15. The Chameleons - Up Down the Escalator
16. Absolute Body Control - Baby's on Fire (Brian Eno Cover)
Dalam esai terbarunya, Muhammad Hilmi membahas mengenai regenerasi music lokal sekaligus mengapa dampak kegiatan berkarya musisi era sekarang dan dahulu berbeda.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?