Latest stories

31.08.15

Seleksi Karya: 4AD Records

Pada edisi seleksi karya kali ini, Whiteboard Journal memilih delapan album dari koleksi 4AD Records. Dikenal sebagai sebuah record label yang besar pada era 80’an, kontribusi 4AD Records pada dunia musik bisa dirasakan pada bagaimana label ini mampu menjadi rumah bagi berbagai band dengan karakteristik unik, sebuah hal yang terus mereka pertahankan hingga sekarang.

28.08.15

One for One oleh TOMS and RURU Radio

Hari Jumat, 21 Agustus 2015 yang lalu, brand TOMS Shoes dan RURU Radio bekerjasama dalam membuat pameran amal di Paviliun 28. Dengan mengundang seniman-seniman muda untuk berkarya menggunakan TOMS sebagai mediumnya, setiap karya dijual dan penghasilannya akan disumbangkan kepada Rumah Belajar Anak Bintang (RaJab), suatu program sosial TOMS. One for One sendiri adalah judul kampanye amal dari brand sepatu TOMS yang telah lama diinisiasi. Salah satu representatif TOMS bercerita bahwa Blake Mycoskie, founder TOMS, dalam suatu perjalanan ke Argentina untuk acara The Amazing Race melihat sepatu tradisional petani Argentina, dan sepatu ini yang menjadi inspirasi desain utama TOMS. Di perjalanan itu juga, Blake melihat ketidaksejahteraan yang dialami oleh banyak penduduk, khususnya anak-anak, di Argentina. Dari situ, konsep "One for One" terlahir - dimana setiap pembelian sepasang sepatu TOMS, akan didonasikan satu pasang untuk anak-anak yang memerlukannya. Dari situ kampanye "One for One" berevolusi untuk menyalurkan amal dalam berbagai bentuk. Untuk Indonesia, TOMS bekerjasama dengan Rumah Belajar Anak Bintang, CSR dari Mitra Adi Perkasa yang memberi bimbingan belajar gratis bagi anak-anak dan juga orang tua mereka. Di acara One for One ini, juga di display beberapa karya desain anak-anak bimbingan Rumah Belajar Anak Bintang. Pameran One for One ini dikurasi oleh Ayu Dila Martina, seorang seniman berbasis di ruangrupa yang juga merupakan bagian dari program Exist dari Dia Lo Gue. Pameran ini menampilkan 7 seniman, yakni Diela Maharani, El Gibranos, Marishka Soekarna, Nengiren, The Popo, Sarita Ibnoe, dan Syaiful Ardianto. Dengan sepatu TOMS sebagai medium utama seniman-seniman ini, terlihat bahwa alas kaki ini adalah focal-point dari setiap karya, dan hampir semua memodifikasi sepatunya dengan karakter seni masing-masing. Marishka Soekarna menambah layer bahan berbentuk kaki di atas sepatunya, boks sepatu dibuat menjadi kanvas lukisan. Sarita Ibnoe menata sepatu, tapestry, sketsa, serta kaos kaki di atas displaynya, membuat sebuah kolase yang mengingatkan akan suasana meja kerja. Syaiful Ardianto juga membuat kolase berisi artikel-artikel mengenai kaki, dan kolasenya dijadikan sebuah zine yang didistribusikan pada pembukaan pameran. Karya Diela Maharani terfokus kepada modifikasi desain sepatunya , menggunakan warna warni serabut benang. "Petualangan Mimpi" oleh Nengiren menaruh sepatu-sepatu dengan embroidery wajah di sebuah peta 3D dan yang di tahan oleh benang-benang, sangat mengingatkan terhadap salah satu bagian dari Gulliver's Travels dimana protagonisnya diikat oleh manusia-manusia kecil. Seniman-seniman yang terlibat membawa karakter masing-masing ke dalam pameran ini, dan yang menyatukan karya mereka adalah penggunaan sepatu TOMS sebagai medium. Pameran One for One ini juga di meriahkan oleh band Stars and Rabbit, yang baru saja merilis album perdananya. Performance mereka selalu menawan, dan kali ini tidak berbeda dengan karakter suara Elda yang sangat kuat dalam menangkap perhatian semua pengunjung pameran ini. Setelah Stars and Rabbit selesai berpentas, DJ Bondee mempersiapkan controllernya dan memeriahkan Paviliun 28 dengan lagu-lagu hiphop akhir 90an dan awal 2000an. Scroll image di atas untuk melihat foto-foto dari acara TOMS dan RURU Radio "One for One" di Paviliun 28

28.08.15

IGDA2: Call for Entries

IGDA2 mengundang segenap desainer grafis Indonesia untuk mengirimkan karya terbaiknya. Entri dapat diikuti oleh Mahasiswa, Dosen Full Time, perorangan atau perusahaan yang terlibat dalam pembuatan atau produksi pekerjaan dalam lingkup Desain Grafis. Karya yang diikutsertakan harus telah dibuat antara tanggal 01 Januari 2012 sampai dengan 31 Juli 2015 DEADLINE Seluruh karya peserta harus sudah diterima panitia pada saat batas akhir penerimaan karya: 30 November 2015 untuk info yang lebih detail kunjungi: igda.dgi.or.id

Column
27.08.15

Melek Mata

Industri musik memiliki pendekatan pemasaran yang bisa dibilang seragam, dan Sajama Cut mencoba untuk mendefinisikan kembali kemungkinan promosi melalui album terbaru mereka, Hobgoblin. Dalam artikel Column ini, Stanley Widianto menganalisa metode Sajama Cut dan bagaimana proses kolaboratifnya membawa pendekatan personal dalam suatu proses pemasaran.

26.08.15

Mengelola Seni bersama Amna Kusumo

Amna Kusumo memiliki karir yang panjang di dunia seni Indonesia. Setelah mengelola dan menghasilkan program-program budaya selama lebih dari 40 tahun, beliau melanjutkan kecintaannya dengan Kelola, sebuah organisasi yang beliau dirikan untuk membantu menciptakan peluang dan pengalaman bagi seniman dan praktisi-praktisi seni lain. Kami mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Ibu Amna di kantor Kelola.

24.08.15

Portofolio: Visious Studio

Portofolio adalah salah satu fitur terbaru pada section focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Visious studio menjadi bagian pertama dari seri ini.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.