Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Music is wonderful, I hope you enjoy the selection in this episode of Stereo Strange!
01. Music Advice from Gary Bartz (Essentially Ellington Youtube Page)
02. Zelia Barbosa - Carcara
03. Bing - Pasangan Baru
04. Gal Costa - Flor De Maracuja
05. Lewis Parker - L Plays it Cool
06. King Most - Sun Fran to Tokyo
07. John Scofield - Hottentot
08. Sonny Rollins - St. Thomas
09. TV on the Radio - Golden Age
10. Cecil Mclorin Savant - John Henry
11. Jackie Mclean - Omega
12. Wukir Suryadi - Centong Nasi Kecil & Centong Nasi Besar
Having just visited Georgetown, Penang for vacation, Ken Jenie talks about his experiences there and ruminations regarding traveling and our preconceptions.
Sapardi Djoko Darmono adalah salah satu nama yang paling terkemuka di dunia satra Indonesia. Melalui berbagai karya dan kontribusinya pada perkembangan literasi nasional, Sapardi Djoko telah mengabdikan bertahun-tahun dedikasinya pada bidang ini. Whiteboard Journal berkesempatan untuk berbincang dengan beliau di sela-sela kesibukannya sebagai pengajar untuk berdiskusi mengenai pengaruh perkembangan teknologi pada karya sastra, hingga esensi Bahasa Indonesia.
Nowherelandian Launches Visions of Mundane Madness: Drawings and Poems by Andri Nirmala and Dwiputri Pertiwi
Nowherelandian is a self-publisher based in Jakarta, Indonesia. Following the 2014 release of Hiatus, the independent unit will release its second publication, Visions of Mundane Madness, a collection of 50 drawings by illustrator Andri Nirmala and 50 poems by Dwiputri Pertiwi.
The idea behind Visions is summarized by the excerpt of the introduction below.
We begin with seeing, but we will eventually pick up our pens so that we can arrive at the end with more than two pairs of tired eyes. The hand-drawn pictures contained in this book are visual playgrounds. They were made to show you what we have seen, what we do not wish to see, as well as what we hope to see. But we also invite you to see through and around them: we would like you to show us what you see in them. The poems you will find here are our own attempt to reshape those things and non-things we have encountered in our waking hours and our dreams. Each line and the verses they amount to are just another way of seeing, of opening our eyes to the world through the enigmatic mechanism of language.
The essence of this book is interpretation. The first step requires converting both real and hypothetical experiences into pictures. These pictures will then become various combinations of symbols—chains of words, rows of sentences—that dictate the second stage of conversion. Layers and layers of meaning are added in the process.
To introduce the book, Nowherelandian would like to invite all appreciators of visual art and poetry to the following launching event:
Nowherelandian Presents: Visions of Mundane Madness by Andri Nirmala and Dwiputri Pertiwi
Date and Time: Sunday, September 13, 2015 at 16:30
Venue: Opah Mami
The Promenade, Lot 10
(Behind Ace Hardware Pejaten)
Jl. Warung Buncit Raya No. 98
Jakarta Selatan
www.nowherelandian.com
nowherelandian@gmail.com
Details
• A brief presentation of the book by the authors
• Performances by Mallaka and Pandu Priyanto
• Copies of Visions of Mundane Madness will be available for purchase Rp. 150.000
• Free entry
• Food and beverages will be provided
Photo by: Samuel Evander
This episode of Loka Suara is titled “Nagari” a selection of songs that has a strong Indonesian vibe. Take a listen to the episode and do look for the band featured if you like what you hear.
Tracklist:
01. Vialka & Senyawa - Kereta Malam
02. Tarling Padi - Bus Jama'at Karyawan
03. Memet Chairul Slamet - Mat Sinamatan
04. SEMAKBELUKAR - Pena Tak Bertinta
05. Suarasama - Timeline
06. Wukir Suryadi - Spatula Kayu II
07. Gardika Gigih - Kapal - Kapal Kecil (REWORK)
08. Noah ft. Karinding Attack - Sahabat
09. Kaimsasikun - Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki Cover)
10. B. C. Marcukundha - Jalan Kembali
Unit Rhythm & Blues asal Jakarta, Indische Party, terpilih sebagai band Indonesia yang memenangkan Converse Rubber Tracks Recording Session 2015.
Berawal dari informasi beberapa teman mengenai sesi rekaman Converse Rubber Tracks untuk tahun 2015, Indische Party mencoba peruntungan untuk mengikutsertakan karyanya lewat website resmi Converse Rubber Tracks, http://www.converse-music.com/rubbertracks/. Setelah menunggu sekitar satu bulan, tepatnya di pertengahan Juli 2015, akhirnya Indische Party email resmi berisi pemberitahuan mengenai terpilihnya mereka untuk berangkat menuju sesi rekaman bersama Converse Rubber Tracks.
Perlu menunggu sekitar tiga minggu sejak pengumuman resmi untuk mengetahui studio mana yang akan Indische Party tuju. Di pertengahan Agustus 2015, Indische Party menerima informasi bahwa mereka akan bertolak ke studio legendaris Abbey Road Studios, London, Inggris, untuk melakukan sesi rekaman. Setelah melewati proses komunikasi panjang via email dengan pihak Converse Amerika Serikat, akhirnya Indische Party berhasil merampungkan syarat administrasi dan dinyatakan berhak berangkat ke Abbey Road, London, Inggris, untuk melakukan sesi rekaman Converse Rubber Tracks bersama 84 artis terpilih lainnya yang disebar ke dua belas studio rekaman Converse Rubber Tracks.
Proses pemilihan pemenang Converse Rubber Tracks 2015 di Indonesia kali ini berbeda dengan tahun 2014 silam. Jika tahun lalu Converse Rubber Tracks diadakan lewat situs Whiteboard Journal (www.whiteboardjournal.com) dan penjurian dipilih oleh juri dari Indonesia, Converse Rubber Tracks 2015 diadakan dengan proses yang berbeda. Tahun ini, proses penjurian diadakan langsung oleh pihak Converse Amerika Serikat.
Seluruh personil Indische Party akan melakukan sesi rekaman selama dua hari pada 21-22 September 2015 di Abbey Road Studios bersama dengan additional keyboardist David Tarigan yang juga akan membantu proses rekaman selama di sana. Mengenai materi rekaman sendiri, Indische Party berencana untuk merekam materi-materi baru.
Di Abbey Road Studios, Indische Party akan bekerjasama dengan sound engineer Alan O’connell atau biasa dikenal dengan nama “alalal", seorang music producer dan sound engineer asal Inggris yang telah bekerjasama dengan Mark Ronson, Paul Epworth Erol Alkan, Bruno Mars, The Vaccines, Placebo, Duran Duran, Metronomy, Klaxons, The Future Heads, The Rapture, The Big Pink dan nama-nama besar lainnya (http://justmanaging.com/our-producers/alalal). Alan O’connell merupakan peraih “Recording Engineer of the Year” di tahun 2013 oleh UK Music Producers Guild dan juga nominator di ajang Grammy 2014.
Sekilas mengenai Indische Party. Indische Party adalah band yang berdiri di Jakarta pada tahun 2011. Band ini sarat akan nuansa musik tahun 1960-an dengan mengusung genre Rhythm & Blues, Rock dan Pop. Band ini berisikan Japs Shadiq, vocalist flamboyan yang juga gitaris dari band pop psychedelic ‘It’s Different Class’, Kubil Idris sebagai guitarist yang sudah lebih dulu dikenal pada unit new wave ibukota ‘The Upstairs’, Jacobus Dimas atau Iyo sebagai bassist yang juga tergabung dalam unit Rock & Roll ‘Karon n Roll’, dan yang terakhir pada posisi drummer di isi dengan gadis berpostur kecil, Tika Pramesti, dengan pukulannya yang jazzy. Empat sekawan ini merupakan sahabat dari bangku kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Album debut Indische Party (selftitled) dirilis oleh label Demajors Independent Music Industry (DIMI) dan sudah disebarkanluaskan pada awal Juni 2013. Dari sepuluh lagu yang terdapat dalam album perdana, judul lagu “Waiting For You” di daulat menjadi single pertama mereka, menyusul “Sepeda" dan “Hey Girl”.
Indische Party sendiri saat ini telah merampungkan rekaman untuk album kedua yang rencananya akan dirilis pada akhir tahun 2015 ini. Di album kedua, eksplorasi musik tentu dilakukan oleh masing-masing personil. Dipandu oleh David Tarigan sebagai produser, Indische Party akan menyajikan album kedua lebih matang, baik dari sisi sound maupun musikalitas.
Berikut adalah beberapa link dari video clip dari Indische Party:
https://www.youtube.com/watch?v=ytH2r-R_XxE
https://www.youtube.com/watch?v=PHUmVNdSM1E
https://www.youtube.com/watch?v=FuaOmv52s7Q
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?