Latest stories

01.09.15

Visions of Mundane Madness

Nowherelandian Launches Visions of Mundane Madness: Drawings and Poems by Andri Nirmala and Dwiputri Pertiwi Nowherelandian is a self-publisher based in Jakarta, Indonesia. Following the 2014 release of Hiatus, the independent unit will release its second publication, Visions of Mundane Madness, a collection of 50 drawings by illustrator Andri Nirmala and 50 poems by Dwiputri Pertiwi. The idea behind Visions is summarized by the excerpt of the introduction below. We begin with seeing, but we will eventually pick up our pens so that we can arrive at the end with more than two pairs of tired eyes. The hand-drawn pictures contained in this book are visual playgrounds. They were made to show you what we have seen, what we do not wish to see, as well as what we hope to see. But we also invite you to see through and around them: we would like you to show us what you see in them. The poems you will find here are our own attempt to reshape those things and non-things we have encountered in our waking hours and our dreams. Each line and the verses they amount to are just another way of seeing, of opening our eyes to the world through the enigmatic mechanism of language. The essence of this book is interpretation. The first step requires converting both real and hypothetical experiences into pictures. These pictures will then become various combinations of symbols—chains of words, rows of sentences—that dictate the second stage of conversion. Layers and layers of meaning are added in the process. To introduce the book, Nowherelandian would like to invite all appreciators of visual art and poetry to the following launching event: Nowherelandian Presents: Visions of Mundane Madness by Andri Nirmala and Dwiputri Pertiwi Date and Time: Sunday, September 13, 2015 at 16:30 Venue: Opah Mami The Promenade, Lot 10 (Behind Ace Hardware Pejaten) Jl. Warung Buncit Raya No. 98 Jakarta Selatan www.nowherelandian.com nowherelandian@gmail.com Details • A brief presentation of the book by the authors • Performances by Mallaka and Pandu Priyanto • Copies of Visions of Mundane Madness will be available for purchase Rp. 150.000 • Free entry • Food and beverages will be provided

Loka Suara
01.09.15

Nagari

Photo by: Samuel Evander This episode of Loka Suara is titled “Nagari” a selection of songs that has a strong Indonesian vibe. Take a listen to the episode and do look for the band featured if you like what you hear. Tracklist: 01. Vialka & Senyawa - Kereta Malam 02. Tarling Padi - Bus Jama'at Karyawan 03. Memet Chairul Slamet - Mat Sinamatan 04. SEMAKBELUKAR - Pena Tak Bertinta 05. Suarasama - Timeline 06. Wukir Suryadi - Spatula Kayu II 07. Gardika Gigih - Kapal - Kapal Kecil (REWORK) 08. Noah ft. Karinding Attack - Sahabat 09. Kaimsasikun - Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki Cover) 10. B. C. Marcukundha - Jalan Kembali

31.08.15

Indische Party x Converse Rubber Tracks Recording Session At Abbey Road Studios

Unit Rhythm & Blues asal Jakarta, Indische Party, terpilih sebagai band Indonesia yang memenangkan Converse Rubber Tracks Recording Session 2015. Berawal dari informasi beberapa teman mengenai sesi rekaman Converse Rubber Tracks untuk tahun 2015, Indische Party mencoba peruntungan untuk mengikutsertakan karyanya lewat website resmi Converse Rubber Tracks, http://www.converse-music.com/rubbertracks/. Setelah menunggu sekitar satu bulan, tepatnya di pertengahan Juli 2015, akhirnya Indische Party email resmi berisi pemberitahuan mengenai terpilihnya mereka untuk berangkat menuju sesi rekaman bersama Converse Rubber Tracks. Perlu menunggu sekitar tiga minggu sejak pengumuman resmi untuk mengetahui studio mana yang akan Indische Party tuju. Di pertengahan Agustus 2015, Indische Party menerima informasi bahwa mereka akan bertolak ke studio legendaris Abbey Road Studios, London, Inggris, untuk melakukan sesi rekaman. Setelah melewati proses komunikasi panjang via email dengan pihak Converse Amerika Serikat, akhirnya Indische Party berhasil merampungkan syarat administrasi dan dinyatakan berhak berangkat ke Abbey Road, London, Inggris, untuk melakukan sesi rekaman Converse Rubber Tracks bersama 84 artis terpilih lainnya yang disebar ke dua belas studio rekaman Converse Rubber Tracks. Proses pemilihan pemenang Converse Rubber Tracks 2015 di Indonesia kali ini berbeda dengan tahun 2014 silam. Jika tahun lalu Converse Rubber Tracks diadakan lewat situs Whiteboard Journal (www.whiteboardjournal.com) dan penjurian dipilih oleh juri dari Indonesia, Converse Rubber Tracks 2015 diadakan dengan proses yang berbeda. Tahun ini, proses penjurian diadakan langsung oleh pihak Converse Amerika Serikat. Seluruh personil Indische Party akan melakukan sesi rekaman selama dua hari pada 21-22 September 2015 di Abbey Road Studios bersama dengan additional keyboardist David Tarigan yang juga akan membantu proses rekaman selama di sana. Mengenai materi rekaman sendiri, Indische Party berencana untuk merekam materi-materi baru. Di Abbey Road Studios, Indische Party akan bekerjasama dengan sound engineer Alan O’connell atau biasa dikenal dengan nama “alalal", seorang music producer dan sound engineer asal Inggris yang telah bekerjasama dengan Mark Ronson, Paul Epworth Erol Alkan, Bruno Mars, The Vaccines, Placebo, Duran Duran, Metronomy, Klaxons, The Future Heads, The Rapture, The Big Pink dan nama-nama besar lainnya (http://justmanaging.com/our-producers/alalal). Alan O’connell merupakan peraih “Recording Engineer of the Year” di tahun 2013 oleh UK Music Producers Guild dan juga nominator di ajang Grammy 2014. Sekilas mengenai Indische Party. Indische Party adalah band yang berdiri di Jakarta pada tahun 2011. Band ini sarat akan nuansa musik tahun 1960-an dengan mengusung genre Rhythm & Blues, Rock dan Pop. Band ini berisikan Japs Shadiq, vocalist flamboyan yang juga gitaris dari band pop psychedelic ‘It’s Different Class’, Kubil Idris sebagai guitarist yang sudah lebih dulu dikenal pada unit new wave ibukota ‘The Upstairs’, Jacobus Dimas atau Iyo sebagai bassist yang juga tergabung dalam unit Rock & Roll ‘Karon n Roll’, dan yang terakhir pada posisi drummer di isi dengan gadis berpostur kecil, Tika Pramesti, dengan pukulannya yang jazzy. Empat sekawan ini merupakan sahabat dari bangku kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Album debut Indische Party (selftitled) dirilis oleh label Demajors Independent Music Industry (DIMI) dan sudah disebarkanluaskan pada awal Juni 2013. Dari sepuluh lagu yang terdapat dalam album perdana, judul lagu “Waiting For You” di daulat menjadi single pertama mereka, menyusul “Sepeda" dan “Hey Girl”. Indische Party sendiri saat ini telah merampungkan rekaman untuk album kedua yang rencananya akan dirilis pada akhir tahun 2015 ini. Di album kedua, eksplorasi musik tentu dilakukan oleh masing-masing personil. Dipandu oleh David Tarigan sebagai produser, Indische Party akan menyajikan album kedua lebih matang, baik dari sisi sound maupun musikalitas. Berikut adalah beberapa link dari video clip dari Indische Party: https://www.youtube.com/watch?v=ytH2r-R_XxE https://www.youtube.com/watch?v=PHUmVNdSM1E https://www.youtube.com/watch?v=FuaOmv52s7Q

31.08.15

Seleksi Karya: 4AD Records

Pada edisi seleksi karya kali ini, Whiteboard Journal memilih delapan album dari koleksi 4AD Records. Dikenal sebagai sebuah record label yang besar pada era 80’an, kontribusi 4AD Records pada dunia musik bisa dirasakan pada bagaimana label ini mampu menjadi rumah bagi berbagai band dengan karakteristik unik, sebuah hal yang terus mereka pertahankan hingga sekarang.

28.08.15

One for One oleh TOMS and RURU Radio

Hari Jumat, 21 Agustus 2015 yang lalu, brand TOMS Shoes dan RURU Radio bekerjasama dalam membuat pameran amal di Paviliun 28. Dengan mengundang seniman-seniman muda untuk berkarya menggunakan TOMS sebagai mediumnya, setiap karya dijual dan penghasilannya akan disumbangkan kepada Rumah Belajar Anak Bintang (RaJab), suatu program sosial TOMS. One for One sendiri adalah judul kampanye amal dari brand sepatu TOMS yang telah lama diinisiasi. Salah satu representatif TOMS bercerita bahwa Blake Mycoskie, founder TOMS, dalam suatu perjalanan ke Argentina untuk acara The Amazing Race melihat sepatu tradisional petani Argentina, dan sepatu ini yang menjadi inspirasi desain utama TOMS. Di perjalanan itu juga, Blake melihat ketidaksejahteraan yang dialami oleh banyak penduduk, khususnya anak-anak, di Argentina. Dari situ, konsep "One for One" terlahir - dimana setiap pembelian sepasang sepatu TOMS, akan didonasikan satu pasang untuk anak-anak yang memerlukannya. Dari situ kampanye "One for One" berevolusi untuk menyalurkan amal dalam berbagai bentuk. Untuk Indonesia, TOMS bekerjasama dengan Rumah Belajar Anak Bintang, CSR dari Mitra Adi Perkasa yang memberi bimbingan belajar gratis bagi anak-anak dan juga orang tua mereka. Di acara One for One ini, juga di display beberapa karya desain anak-anak bimbingan Rumah Belajar Anak Bintang. Pameran One for One ini dikurasi oleh Ayu Dila Martina, seorang seniman berbasis di ruangrupa yang juga merupakan bagian dari program Exist dari Dia Lo Gue. Pameran ini menampilkan 7 seniman, yakni Diela Maharani, El Gibranos, Marishka Soekarna, Nengiren, The Popo, Sarita Ibnoe, dan Syaiful Ardianto. Dengan sepatu TOMS sebagai medium utama seniman-seniman ini, terlihat bahwa alas kaki ini adalah focal-point dari setiap karya, dan hampir semua memodifikasi sepatunya dengan karakter seni masing-masing. Marishka Soekarna menambah layer bahan berbentuk kaki di atas sepatunya, boks sepatu dibuat menjadi kanvas lukisan. Sarita Ibnoe menata sepatu, tapestry, sketsa, serta kaos kaki di atas displaynya, membuat sebuah kolase yang mengingatkan akan suasana meja kerja. Syaiful Ardianto juga membuat kolase berisi artikel-artikel mengenai kaki, dan kolasenya dijadikan sebuah zine yang didistribusikan pada pembukaan pameran. Karya Diela Maharani terfokus kepada modifikasi desain sepatunya , menggunakan warna warni serabut benang. "Petualangan Mimpi" oleh Nengiren menaruh sepatu-sepatu dengan embroidery wajah di sebuah peta 3D dan yang di tahan oleh benang-benang, sangat mengingatkan terhadap salah satu bagian dari Gulliver's Travels dimana protagonisnya diikat oleh manusia-manusia kecil. Seniman-seniman yang terlibat membawa karakter masing-masing ke dalam pameran ini, dan yang menyatukan karya mereka adalah penggunaan sepatu TOMS sebagai medium. Pameran One for One ini juga di meriahkan oleh band Stars and Rabbit, yang baru saja merilis album perdananya. Performance mereka selalu menawan, dan kali ini tidak berbeda dengan karakter suara Elda yang sangat kuat dalam menangkap perhatian semua pengunjung pameran ini. Setelah Stars and Rabbit selesai berpentas, DJ Bondee mempersiapkan controllernya dan memeriahkan Paviliun 28 dengan lagu-lagu hiphop akhir 90an dan awal 2000an. Scroll image di atas untuk melihat foto-foto dari acara TOMS dan RURU Radio "One for One" di Paviliun 28

28.08.15

IGDA2: Call for Entries

IGDA2 mengundang segenap desainer grafis Indonesia untuk mengirimkan karya terbaiknya. Entri dapat diikuti oleh Mahasiswa, Dosen Full Time, perorangan atau perusahaan yang terlibat dalam pembuatan atau produksi pekerjaan dalam lingkup Desain Grafis. Karya yang diikutsertakan harus telah dibuat antara tanggal 01 Januari 2012 sampai dengan 31 Juli 2015 DEADLINE Seluruh karya peserta harus sudah diterima panitia pada saat batas akhir penerimaan karya: 30 November 2015 untuk info yang lebih detail kunjungi: igda.dgi.or.id

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.