Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Karena sedang belajar menulis lirik dalam bahasa Indonesia, Ken Jenie membahas beberapa ide mengenai sifat bahasa, dan observasinya di loka karya diskusi "Lirik-Lirikan" yg berlangsung di RRRec Fest bersama beberapa musisi dan penulis lirik terbaik di Indonesia.
Disebut-sebut sebagai penerus Pramoedya Ananta Toer, dan mendapat pujian dari media internasional, Eka Kurniawan berada dalam garda terdepan representasi sastra nasional. Whiteboard Journal mengunjungi Eka Kurniawan di tengah kesibukannya di Dewan Kesenian Jakarta untuk berbincang mengenai dunia literatur, pasar internasional, dan kualitas sastra lokal.
TNGR mempersembahkan
Frau Konser Tentang Rasa
dibuka oleh:
Tik! Tok!
Sisir Tanah
Kamis, 29 Okt 2015 - 19:30 WIB
Jumat 30 Okt 2015 - 19:30 WIB
Gedung Societet
Taman Budaya Yogyakarta
Tiket
Mahasiswa:35,000
Umum: 50,000
Tiket mulai dijual 19 Oktober di Gedung Societet.
info & kontak
p: +62 823-2348-5121
e: konsertentangrasa@gmail.com
f: leilaniFrau
t: @kongsi_Jahat
--
Dari penyelenggara:
Musik memiliki beragam dimensi yang dapat dicecap oleh berbagai indera, tidak hanya dimonopoli oleh telinga dan mata. Eksplorasi dalam menikmati musik inilah yang ditawarkan oleh Frau dalam konser terbarunya di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, pada 29-30 Oktober 2015 mendatang.
Bertajuk “Konser Tentang Rasa”, sajian musik dari Frau ini mencoba menghadirkan pengalaman baru yang lebih menyeluruh dalam menikmati musik. Kesan lintas indera itu membuat penonton dapat terlibat secara aktif untuk merangkai impresi rasanya sendiri, bisa berupa senang, sedih, bosan, hingga kantuk.
Dalam konser ini penonton juga diajak untuk berbagi narasi, ilustrasi, ataupun keluh kesah atas rasa yang muncul ketika mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan Leilani Hermiasih (Lani) dan pianonya, Oskar.
Soal pengalaman “mengalami musik”, Lani mempunyai cerita sendiri. Pada suatu kesempatan, Ia menceritakan bagaimana dirinya bisa menangis tersedu-sedu tanpa alasan ketika mendengarkan lagu “La Même Histoire” dari singer-songwriter Kanada, Feist, berulang-ulang kali. Meski sama sekali tidak mengerti apa dinyanyikan, tapi air matanya tetap mengalir deras. Tubuh yang berbaring pada pegas-pegas springbed lawas di kamarnya itu pun sesenggukan. Pasrah begitu saja ketika satu dua tetes air mata asin mengalir ke mulutnya.
“Saya tidak sedih, tapi mungkin terharu karena bisa menikmati mewahnya pengalaman musikal seperti itu,” Ucap Lani mengenang.
Dalam konser ini, Frau akan membawakan 16 lagu dari album Starlit Carousel dan Happy Coda serta beberapa materi lagu baru. Materi baru tersebut akan menjadi rujukan untuk album berikutnya.
Sebelum di Yogyakarta, konser dengan tema yang sama telah berlangsung di Bandung 22 Mei Silam sebagai rangkaian program Printemp Francais atau Musim Semi Perancis 2015. Mengenai gagasan pertunjukan, Lani menjelaskan Konser Tentang Rasa disajikan bukan sebagai sebuah pernyataan, melainkan pertanyaan yang akan dijawab bersama di akhir pertunjukan nanti.
Konser Tentang Rasa ini terbuka untuk umum. Tiket untuk mahasiswa/pelajar dijual seharga Rp 35.000,00, dan untuk umum seharga Rp 50.000,00. terbatas hanya 300 tiket.
Tiket mulai diual pada 19 Oktober 2015 di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta jam 15.00 Wib. kami tidak menjual pembelian tiket melalui online.
informasi perihal konser tentang rasa bisa menghubungi saudara Yudis +62 823 2348 5121 atau melalui email : konsertentangrasa@gmail.com
Photo by: Samuel Evander
This episode of Loka Suara is titled “Delima” a selection of songs that has comedy vibe. Take a listen to the episode and do look for the band featured if you like what you hear.
Berbagai field baru muncul seiring tren creativepreneurs yang berkembang. Dengan kemunculan bermacam bidang baru ini, berkembang pula kebutuhan-kebutuhan baru yang mengharuskan tiap individu untuk terus terhubung dan produktif. Inovasi Samsung melalui seri Samsung Galaxy Note 5 menjadi jawaban atas berbagai kebutuhan dari kaum creativepreneur tersebut. Artikel ini hasil kerja sama Samsung Galaxy Note 5 dengan Whiteboard Journal.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?