Latest stories

19.10.15

Wani Ditata

Diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta, Wani Ditata adalah sebuah pameran yang bertajuk kepada riset dan pengalaman perempuan menghadapi dunia seni. Dikurasi oleh Angga Wijaya, Wani Ditata menampilkan karya dari 8 seniman perempuan yaitu Aprilia Apsari, Julia Sarisetiati, Kartika Jahja, Keke Tumbuan, Marishka Soekarna, Otty Widasari, Tita Salina dan Yaya Sung.

Fat Cat Ffonz
16.10.15

Empatpuluhlima

Listen to Fat Cat Ffonz Empatpuluhlima now! 01. Sun Ra - New Day 02. Makaya McCraven, Junius Paul & Justefan - First Thing First 03. Mulatu Astatke / The Heliocentrics - Esketa Dance 04. Rednose Distrikt - NAGGIE feat Stefan Zmitt (keys) 05. Curve - Falling Free (Aphex Twin Mix) 06. The Other People Place - Let Me Be Me 07. Maverick - Gridlock Harmony 08. Funkadelic - I'll Bet You 09. Quincy Jones - Guitar Blues Odyssey: From Roots to Fruits

15.10.15

Humming Mad #10: Yuk!

We.Hum Collective presents “Humming Mad #10: Yuk!” Sarang Kucing Jl. Perdatam Terusan no. 3B, Ulujami, Pesanggrahan Jakarta Selatan 12250 Peta: http://bit.ly/SarangKucing Kontak: +628118161475 (Tomo) Sabtu, 7 November 2015 19.00 – 23.00 WIB Free entry Sudah satu tahun berlalu sejak kami menyatakan rehat. Skena berjalan seperti biasa: band datang dan pergi. Namun, masalah yang dihadapi tetap sama: band-band baru masih kesulitan mendapatkan panggung—terutama mereka yang tidak mengenal siapapun di skena dan venue-venue yang berguguran satu demi satu. Problema pertama adalah masalah klasik dalam tiap skena di kota mana pun. Masalah kedua adalah hal baru yang seharusnya sudah dapat diprediksi melihat apa yang akan terjadi dengan rencana pembangunan Jakarta sebagai sebuah megapolitan: harga tanah yang melambung naik, sebuah fenomena yang juga melatarbelakangi peningkatan harga sewa ruko yang selama ini diandalkan para pemilik venue dan para pelaku skena musik arus non-arus utama, terutama yang beroperasi secara independen. KENAPA “YUK!”? “Yuk!” adalah sesederhana sebuah ajakan untuk terus berkesenian dengan independen. Kami melihat sebuah urgensi untuk mencari alternatif dari venue-venue konvensional jika ingin skena ini bisa tetap berjalan dengan independen dan menyenangkan. Sebuah urgensi yang akhirnya menyeret kami untuk kembali aktif dengan alternatif yang agak radikal: sebuah house gig. Sampai di poin ini mungkin sebagian dari kalian akan menyerngitkan dahi karena sebuah house gig jarang sekali digelar di Jakarta. Belum lagi, masalah yang biasanya muncul seperti komplain dari warga dan akses yang sulit. Namun, kami melihat bahwa masalahnya selama ini terjadi karena house gig gagal dalam menjawab pertanyaan fundamental: apa kontribusi positif yang dapat diberikan acara ini kepada warga sekitar? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami pun memutuskan untuk menjadikan sesi Humming Mad kali ini sebagai sebuah pilot project. Kami mengajak warga-warga sekitar rumah untuk berjualan makanan dan minuman di sekitar venue untuk menggerakkan perekonomian di daerah sekitar rumah agar warga juga turut diuntungkan dengan adanya keriaan ini. Jika respon warga terhadap acara ini bagus, bukan tidak mungkin kami akan mengadakannya dengan rutin. Untuk mencapai lokasi venue kalian dapat mengikuti peta yang tercantum pada tautan berikut: http://bit.ly/SarangKucing Pada sesi Humming Mad kali ini dan seterusnya, kami memutuskan untuk lebih memfokuskan diri pada skena lokal. Bisa dibilang, ini adalah sesi Humming Mad pertama yang tidak menampilkan musisi mancanegara. Pada sesi kali ini, kami ingin menyorot skena emo Malang yang mulai berdenyut. Berikut adalah para penampil yang kami undang untuk merayakan kembalinya sesi Humming Mad dengan konsep baru: 01. Much Much adalah kontribusi Malang untuk turut meriuhkan skena pop-punk bernafaskan indie-pop/indie-rock yang sedang ramai belakangan ini, terutama di UK. Mereka adalah band yang patut kamu simak jika kamu menyukai Lemuria, Personal Best, dan Colour Me Wednesday. 02. Shewn Masih dari Malang. Mendengarkan Shewn membuat kami berandai-andai apabila Pianos Become The Teeth era “Keep You” yang lebih tenang bertemu dengan diri mereka era “The Lack Long After” yang lebih agresif. Kami sangat merekomendasikan mereka apabila kamu menyukai skramz/post-hardcore ala The Wave. 03. Saturday Night Karaoke Ah, rasanya kami sudah tak perlu lagi memperkenalkan grup pop-punk asal Bandung ini. Mereka baru saja merilis sebuah album bertajuk “Slurp!” di bawah SP Records yang berbasis di Jepang jadi anggap saja ini sebagai bagian dari tur album mereka untuk bagian Jakarta. 04. Fuzzy, I Berhentilah berandai-andai Kim Gordon dan Thurston Moore akan berbaikan dan mengembalikan Sonic Youth ke era kejayaannya. Bandung sudah punya alternatif baru yang lebih segar untuk kalian: Fuzzy, I. 05. Barefood Barefood juga rasanya adalah band yang tak perlu kami perkenalkan lagi. Kalian sudah tahu siapa mereka. Yang mungkin kalian belum tahu adalah bahwa mereka akan merilis ulang materi-materi demo mereka dan EP “Sullen” ke dalam satu album di bawah label asal Jepang, THISTIME Records. 06. Laguna Bang Bang Laguna Bang Bang adalah semacam tamu misterius untuk kalian dari kami karena satu-satunya yang bisa kalian dengar dari laman Soundcloud-nya hanyalah satu track instrumental berbau surf punk yang direkam secara lo-fi. Penasaran? Tunggu saja aksi mereka di Humming Mad #10!

14.10.15

Aksi Animasi bersama Tromarama

Tromarama adalah sebuah kolektif animasi dengan karakter yang unik, dibangun dari gabungan gagasan tiga kepala, Bebi, Ebet, Ruddy, unit ini telah menciptakan karya-karya animasi yang tak hanya berkualitas, namun juga memiliki karakter tersendiri dengan pemilihan medium dan pendekatan yang berbeda dengan kebanyakan. Whiteboard Journal berbincang dengan Tromarama mengenai eksplorasi mereka dalam menjelajahi dunia animasi.

Selected
13.10.15

jan k

The good doctor is back! Our favorite anesthesiologist and music aficionado returns with a brand new collection of music for everyone to enjoy. 01. Sun Ra - Springtime Again 02. Eddie Kendricks - My People... Hold On 03. Archie Shepp - Attica Blues 04. Rudolph Johnson - Time and Space 05. Kendrick Lamar - For Free? (Interlude) 06. Rahsaan Roland Kirk - What's Going On - Mercy Mercy Me (the Ecology) 07. Doug Carn - Arise and Shine 08. Donald Byrd - Elijah 09. Michael White - The Blessing Song 10. Pharoah Sanders - Think About The One 11. D'Angelo - Africa’

12.10.15

Senlima

Dalam rangka JermanFest 2015, Papermoon Puppet Theatre dari Yogyakarta dan Retrofuturisten dari Berlin berkolaborasi dalam sebuah pertunjukan berjudul "Senlima". Kami sempat menonton pertunjukan yang bertema perbatasan dalam konteks budaya ini di Salihara, dan berikut adalah review kolaborasi dua kolektif puppeteer ini.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.