Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Portofolio adalah salah satu fitur terbaru pada section focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Kali ini Sciencewerk menjadi fokus bahasan.
Asia-Afrika brings their latest collaboration mixtape with Whiteboard Journal. Titled W Dub, the mix consists of classic and heavy dub tracks from legendary artists such as King Tubby, Lee Perry, Aggrovator, Dennis Brown, etc.
All these tracks are compiled and mixed by Lion Rock and added with deejaying (toasting/mc) from Ras Muhamad, bringing the dub reggae style version into the next level. Asia-Afrika sound choose to collaborate with Whiteboard Journal to expand the musicality and the culture to wider audiences, Asia-Afrika Soundsystem believe that Reggae is for everyone, each person should enjoy and learn the culture.
Mixtape Selection:
01. The Vulcan – Star Trek
02. Lee “Scratch” Perry & The Upsetter – Zion Blood
03. Easy Star All-Star – Money
04. Don Corleone – Wrong Side in Dub
05. Alborosie – Dub inna Baltimore
06. Gregory Isaccs – Night Nurse Dub
07. Lee “Scratch” Perry & The Upsetter – Jungle Lion
08. Tapper Zukie – Dub MPLA
09. King Tubby – Inna fine style
10. King Tubby – Conversation Dub
11. Lee “Scratch” Perry & The Upsetter – Enter The Dragon
12. Lee “Scratch” Perry – Sensimilia Dub
13. The Aggrovator – Move out of Babylon
14. Dennis Brown – Black Magic Woman
15. Lee Perry & The Silverstones – Finger Mash
16. Tony Tribe – Red Red Wine
Berbagai kegiatan gaya hidup kekinian semakin bertumpu pada aspek visual, gaya hidup ini membutuhkan segalanya untuk selalu menarik secara estetis dalam tiap aktivitasnya. Bekerja sama dengan Samsung GALAXY A8, tulisan ini mengulas mengenai bagaimana kita bisa memanfaatkan momentum untuk membuat visual yang menyenangkan.
Anwar 'Jimpe' Rachman adalah salah satu penggerak skena kreatif Makassar. Bermula dengan ketertarikannya dengan dunia literatur dan berlanjut dengan keterlibatannya pada skena kreatif, Jimpe menjadi bagian dari berbagai institusi dan proyek perpustakaan, jurnalisme, dan seni. Kami berbincang dengan Jimpe di kantor Jakarta Arts Council mengenai proyek-proyek dia sekaligus keterlibatannya di Jakarta Biennale.
Dimulai pada tahun 1986 oleh National Arts Council, Singapore Writers Festival yang diadakan setahun sekali, telah menjadi ajang bagi penulis, publisher dan juga pelaku industri lainnya untuk memperkenalkan kondisi dunia literatur di Asia Tenggara, sekaligus juga menampilkan karya kontemporer yang berhubungan. Sebagai medium berekspresi, alktivitas menulis adalah medium yang tepat untuk membahas berbagai macam topik menggunakan bermacam gaya, juga kemungkinan untuk kolaborasi dengan medium ekspresi lainnya - di Singapore Writers Festival, elastisitas tersebut mendapat platform melalui seni pertunjukan, lecture, eksibisi, workshop, dan lain-lain.
Tahun ini, Singapore Writers Festival bertema "Island of Dreams", sebuah perayaan seni literatur sekaligus titik refleksi akan harapan dan impian negara Singapura.
Kali ini, Indonesia menjadi negara yang diundang sebagai "Country Focus", dimana beberapa penulis, musisi dan seniman Indonesia diundang untuk memberi gambaran tradisi dan kondisi seni di Indonesia. Nama-nama yang menjadi fokus festival ini termasuk Goenawan Muhammad, Agustinus Wibowo, Ayu Utami, dan Kroncong Tenggara, yang akan menampilkan literatur Indonesia dari berbagai macam sudut pandang.
Whiteboard Journal menjadi salah satu tamu undangan untuk menyaksikan penutupan acara Singapore Writers Festival. Kami akan menyaksikan dan berpartisipasi dalam berbagai aktifitas termasuk 'Don Quixote', pentas multimedia oleh Goenawan Muhammad yang merayakan karya Cervantes, pertunjukan musik Island of Dreams oleh I am David Sparkle dan In Each Hand a Cutlass, dan Words Over Water, pembacaan berbagai teks di atas kapal yang akan melingkari Singapura.
Untuk mengikuti pengalaman kami yang tentunya akan menarik, dimulai hari Jumat ini (6 November 2015) ikuti social media kami, dan tentunya nantikan artikel-artikel liputan kami.
Media Sosial Whiteboard Journal:
Instagram Whiteboard Journal
Facebook Whiteboard Journal
Twitter Whiteboard Journal
Situs Singapore Writers Festival
Facebook Singapore Writers Festival
Instagram Singapore Writers Festival
Twitter Singapore Writers Festival
Rawkus Records adalah sebuah label musik hip hop yang merepresentasikan sisi brilian scene hip hop akhir tahun 1990an dan awal 2000an. Didirikan pada tahun 1995, Rawkus Records merilis banyak album dari musisi independen terbaik pada jamannya. Nama-nama seperti Mos Def, Talib Kweli, dan EL-P mendapatkan eksposure kepada audiens luas dari label ini. Meskipun legacy label ini tercemar oleh moda bisnis yang buruk, pada masa keemasannya Rawkus menjadi pelopor gerakan hip hop independen.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?