Latest stories

09.11.15

Portofolio: Sciencewerk

Portofolio adalah salah satu fitur terbaru pada section focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Kali ini Sciencewerk menjadi fokus bahasan.

Selected
06.11.15

Asia Afrika Soundsystem

Asia-Afrika brings their latest collaboration mixtape with Whiteboard Journal. Titled W Dub, the mix consists of classic and heavy dub tracks from legendary artists such as King Tubby, Lee Perry, Aggrovator, Dennis Brown, etc. All these tracks are compiled and mixed by Lion Rock and added with deejaying (toasting/mc) from Ras Muhamad, bringing the dub reggae style version into the next level. Asia-Afrika sound choose to collaborate with Whiteboard Journal to expand the musicality and the culture to wider audiences, Asia-Afrika Soundsystem believe that Reggae is for everyone, each person should enjoy and learn the culture. Mixtape Selection: 01. The Vulcan – Star Trek 02. Lee “Scratch” Perry & The Upsetter – Zion Blood 03. Easy Star All-Star – Money 04. Don Corleone – Wrong Side in Dub 05. Alborosie – Dub inna Baltimore 06. Gregory Isaccs – Night Nurse Dub 07. Lee “Scratch” Perry & The Upsetter – Jungle Lion 08. Tapper Zukie – Dub MPLA 09. King Tubby – Inna fine style 10. King Tubby – Conversation Dub 11. Lee “Scratch” Perry & The Upsetter – Enter The Dragon 12. Lee “Scratch” Perry – Sensimilia Dub 13. The Aggrovator – Move out of Babylon 14. Dennis Brown – Black Magic Woman 15. Lee Perry & The Silverstones – Finger Mash 16. Tony Tribe – Red Red Wine

04.11.15

Sosiologi Kota bersama Anwar ‘Jimpe’ Rachman

Anwar 'Jimpe' Rachman adalah salah satu penggerak skena kreatif Makassar. Bermula dengan ketertarikannya dengan dunia literatur dan berlanjut dengan keterlibatannya pada skena kreatif, Jimpe menjadi bagian dari berbagai institusi dan proyek perpustakaan, jurnalisme, dan seni. Kami berbincang dengan Jimpe di kantor Jakarta Arts Council mengenai proyek-proyek dia sekaligus keterlibatannya di Jakarta Biennale.

02.11.15

Singapore Writers Festival

Dimulai pada tahun 1986 oleh National Arts Council, Singapore Writers Festival yang diadakan setahun sekali, telah menjadi ajang bagi penulis, publisher dan juga pelaku industri lainnya untuk memperkenalkan kondisi dunia literatur di Asia Tenggara, sekaligus juga menampilkan karya kontemporer yang berhubungan. Sebagai medium berekspresi, alktivitas menulis adalah medium yang tepat untuk membahas berbagai macam topik menggunakan bermacam gaya, juga kemungkinan untuk kolaborasi dengan medium ekspresi lainnya - di Singapore Writers Festival, elastisitas tersebut mendapat platform melalui seni pertunjukan, lecture, eksibisi, workshop, dan lain-lain. Tahun ini, Singapore Writers Festival bertema "Island of Dreams", sebuah perayaan seni literatur sekaligus titik refleksi akan harapan dan impian negara Singapura. Kali ini, Indonesia menjadi negara yang diundang sebagai "Country Focus", dimana beberapa penulis, musisi dan seniman Indonesia diundang untuk memberi gambaran tradisi dan kondisi seni di Indonesia. Nama-nama yang menjadi fokus festival ini termasuk Goenawan Muhammad, Agustinus Wibowo, Ayu Utami, dan Kroncong Tenggara, yang akan menampilkan literatur Indonesia dari berbagai macam sudut pandang. Whiteboard Journal menjadi salah satu tamu undangan untuk menyaksikan penutupan acara Singapore Writers Festival. Kami akan menyaksikan dan berpartisipasi dalam berbagai aktifitas termasuk 'Don Quixote', pentas multimedia oleh Goenawan Muhammad yang merayakan karya Cervantes, pertunjukan musik Island of Dreams oleh I am David Sparkle dan In Each Hand a Cutlass, dan Words Over Water, pembacaan berbagai teks di atas kapal yang akan melingkari Singapura. Untuk mengikuti pengalaman kami yang tentunya akan menarik, dimulai hari Jumat ini (6 November 2015) ikuti social media kami, dan tentunya nantikan artikel-artikel liputan kami. Media Sosial Whiteboard Journal: Instagram Whiteboard Journal Facebook Whiteboard Journal Twitter Whiteboard Journal Situs Singapore Writers Festival Facebook Singapore Writers Festival Instagram Singapore Writers Festival Twitter Singapore Writers Festival

02.11.15

Seleksi Karya: Rawkus Records

Rawkus Records adalah sebuah label musik hip hop yang merepresentasikan sisi brilian scene hip hop akhir tahun 1990an dan awal 2000an. Didirikan pada tahun 1995, Rawkus Records merilis banyak album dari musisi independen terbaik pada jamannya. Nama-nama seperti Mos Def, Talib Kweli, dan EL-P mendapatkan eksposure kepada audiens luas dari label ini. Meskipun legacy label ini tercemar oleh moda bisnis yang buruk, pada masa keemasannya Rawkus menjadi pelopor gerakan hip hop independen.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.