Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Dari 30 Oktober sampai 8 November 2015 Singapore Writers Festival mewarnai Singapura dengan seni sastra Internasional. Melalui diskusi, workshop, film, musik dan bentuk seni lainnya, seni sastra diangkat sebagai topik utama yang merangkul berbagai segi kehidupan. Artikel ini adalah review acara Singapore Writers Festival 2015.
Dengan derasnya arus informasi pada sosial media kadang muncul distraksi yang mengganggu. Berita kini harus disaring, mengenai mana yang menarik, mana yang hanya menyebarkan artikel yang tidak valid. Bekerja sama dengan Kurio tulisan ini mengulas mengenai bagaimana kita bisa berkreasi dalam aktivitas kurasi informasi.
Bermula dari ketertarikannya terhadap karya tulis dan sejarah, hasil kurasi Putra Hidayatullah sering berfokus pada relevansi masa lampau dengan masa kini. Contohnya bisa dilihat pada beberapa pameran hasil kurasinya, Puing Perang, yang mengangkat pelanggaran HAM dalam konfilk politik di Aceh, dan Peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh. Kini Putra menjadi salah satu kurator Jakarta Bienalle, dan kami berbincang dengannya mengenai latar belakang, perspektif, dan konsep kuratorialnya.
Semenjak menyeruak diantara tren musik chillwave pada tahun 2009 melalui debut album Psychic Chasms yang meraih banyak pujian, Neon Indian muncul sebagai nama penting dalam scene ini. Pendekatannya yang cukup ekletik dalam musiknya membuka dimensi baru pada genre ini. Menggabungkan aroma psikedelia ringan dengan nostalgia, dan pancingan untuk dansa, Neon Indian kemudian tumbuh menjadi salah satu ikon sekaligus representasi movement musik ini.
Kemauannya untuk terus berkembang pada setiap karyanya juga menjadi penanda bahwa Alan Palomo, otak dibalik nama Neon Indian memiliki dedikasi lebih dalam bermusik. Hal tersebut juga bisa dirasakan pada kualitas yang juga terus terjaga pada tiap rilisannya, termasuk dalam split albumnya bersama Flaming Lips yang dirilis pada tahun 2011.
Kejutan muncul ketika Neon Indian mengumumkan VEGA INTL. Night School, full album-nya yang di rilis di penghujung tahun 2015 ini. Aspek dancey semakin menonjol pada musiknya yang semakin ekletik dan funk-y. Ada pula cuplikan rasa reggae yang menambah nuansa tropis pada musik Neon Indian. Dengan dirilisnya album VEGA INL ini, Neon Indian kini tak lagi menjadi perwakilan bagi scene chillwave, namun juga mampu tampil sebagai penghibur dengan kepekaan musik synth-pop, disco, funk, hingga R&B.
Pengalaman musik yang demikian akan menjadi suguhan utama pada event Play Loud Session: Neon Indian Live in Jakarta. Digelar pada 24 November 2015, ini adalah kali pertama Alan Palomo bermain di Indonesia. Dibuka oleh Future Collective, acara ini akan bertempat di Rolling Stone Cafe, Ampera Jakarta Selatan. Kunjungi prasvana untuk info lebih lanjut mengenai acara ini.
Having migrated from Amsterdam to Bali after a respectable 25 years as a DJ and producer in Europe, Aardvarck is your DJ’s favourite DJ. His long career has seen him collaborate with a plethora of well-respected labels such as Rush Hour Recordings, Delsin, Skudge, Eat Concrete and faux-Brazilian LA-Based collective Mochilla. His position as Amsterdam’s premier avant-garde dance music figure has made him the Dutch go-to-guy for many like-minded producers like The Gaslamp Killer, Theo Parrish, and Mark Pritchard. He is now ready to bring his vast wealth of musical knowledge to Jakarta in specific and Indonesia in general. This performance took place at Cafe Mondo/Hi Fidelity Kemang.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?