Latest stories

Column
03.12.15

Post to Exist

In her new series titled "Jakarta's Youth in Real Life," Yanti Sastrawan writes about her observations of Jakarta youth's social media habits. In her first essay, Yanti talks about how social media is a tool for many of Jakarta's youth to prove their existence and belonging in the greater social context, using their fascination with IKEA as an example.

02.12.15

Melukis Musik bersama Jimi Multhazam

Sosok Jimi selalu meninggalkan kesan yang mendalam pada setiap karyanya. Baik melalui Bequiet, The Upstairs juga Morfem, Jimi telah menceritakan kehidupan perkotaan melalui liriknya yang selalu tajam. Whiteboard Journal berkesempatan untuk berbincang dengannya mengenai era keemasan musik IKJ, pendapatnya tentang perkembangan musik juga pendekatannya yang cukup berbeda dalam menciptakan komposisi musik.

Selected
01.12.15

Martin Lusuandie

This would be a good one to start your morning with as it tends to build towards the end.

30.11.15

What I Love About You Is Your Attitude Problem

Di Jumat malam sampai Sabtu pagi akhir pekan penutupan Singapore Writers Festival, The Art House di Singapura menjadi tuan rumah sebuah acara experimental berjudul "What I Love About You is Your Attitude Problem." Dari pertunjukan, pembacaan, sampai pameran, The Art House menjadi venue dimana berbagai macam disiplin merayakan sastra.

Heart Attack
27.11.15

Vol.21

How's everyone doing? We're back again on the latest installment of Heart Attack!

26.11.15

Dancey Neon

Pilihan Prasvana untuk mengundang Neon Indian bermain di Jakarta adalah sebuah keputusan yang cukup menarik. Nama Neon Indian sebenarnya tak lagi terlalu didengar pasca album Era Extraña yang dirilis pada 2011. Baru pada separuh terakhir 2015, Neon Indian kembali menjadi topik perbincangan melalui album barunya yang dirilis pada bulan Oktober. Dimana tak lama setelah itu, Alan Palomo kembali dilihat lagi berkat VEGA INTL. Night School yang mendapat review positif pada berbagai situs musik. Kredit lebih patut disematkan pada tim Prasvana yang mampu membaca perkembangan dan lantas membawa Neon Indian untuk tampil di Jakarta ketika tren mengenainya masih hangat di kepala. Bertempat di Rolling Stone Cafe hari Selasa, 24 November 2015, acara dibuka oleh Future Collective yang hari itu dibantu oleh Wing Narada dari Maverick/Glovves pada keys dan Binsar dari Marsh Kids pada bass. Tak terlalu banyak bicara, Future Collective tampil sedikit kurang maksimal, dengan keluaran suara yang tak terlalu optimal. Mungkin, baru pada lagu terakhir sound terasa sedikit lebih nyaman. Menariknya di antara set, sempat diumumkan bahwa Future Collective sedang mempersiapkan materi baru untuk rilisan yang akan datang. Sebuah lagu dengan vokal yang dimainkan malam itu cukup membuat penasaran mengenai separti apa bentuk album mereka ke depan. Alan Palomo dan band pengiring menyusul tampil beberapa saat kemudian. Karisma flamboyan terasa cukup kuat dan dominan dari Alan cukup terasa pada set Neon Indian malam itu. Dengan tarikan vokalnya yang cukup terjaga diantara gerakan dansanya yang cukup provokatif dan sesekali isian synthesizer, menunjukkan bagaimana dia mampu membawa proyek solo ini menjadi salah satu nama penting dari scene chillwave/dance kekinian. Setlist malam itu didominasi oleh lagu dari album terbaru VEGA INTL. Night School yang merangkum arahan baru dalam musik Neon Indian. Aspek dance semakin kuat dalam musik yang lebih menonjolkan aroma funk dan disco 80’an. Ada pula secuil aroma reggae pada isian gitar dan R&B yang muncul tipis melalui falsetto pada vokal Alan Palomo. Sedikit mengingatkan kembali pada EP Well Known Pleasures dari VEGA side project Alan sekaligus cikal bakal Neon Indian yang dirilis pada 2009. Ramuan ini mampu membawa kembali aroma tropikal pada venue yang sempat basah oleh air hujan. Sebuah penampilan yang mengundang dansa pada barisan penonton, dari awal hingga akhir pentas Neon Indian. Meski durasi tak terlalu lama, band pengiring (termasuk Jorge Palomo adik alan yang bermain bass) yang tampil nyaris tanpa cela membuat senyum tak hanya terkembang pada muka Alan, tetapi juga pada muka para penonton.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.