Latest stories

11.12.15

DASDASDASDASJADUDAS

A.P.A – Alternative Public Artspace – adalah sebuah proyek berupa pop-up space yang menjadi wadah kreatif bagi seniman muda yang didirikan oleh ArtDept_ID dan Future10 bertempat di The Good Space, Plaza Indonesia, Lantai 5 selama 6 bulan ke depan. Bersamaan dengan hadirnya Prost Beer sebagai sponsor utama dari proyek ini, A.P.A – Alternative Public Artspace – hadir untuk mengajak seniman muda nan aktif dan visioner untuk bergabung serta menunjukkan bakat mereka melalui program yang berisi karya seni, musik hingga film indie. Bekerja sama dengan Kolektif, sebuah inisiatif pendistribusian film yang berfokus pada kultur film yang lebih beragam yang telah menggelar beberapa workshop entrepreneurship (salah satunya acara Film, Musik, Makan), A.P.A akan mengadakan "DASDASDASDASJADUDAS" sebuah screening video klip dan artist talk bersama The Jadugar, duo music video maker yang beranggotakan Anggun Priambodo dan Henry Foundation. Pada acara yang akan dimulai pada pukul 19:00 di Plaza Indonesia ini, akan diputar beberapa video terbaik karya The Jadugar. Juga akan diadakan artist talk yang akan membahas mengenai sejarah duo ini, cerita dibalik proses pengerjaan video klip mereka, serta tentang perkembangan musik video di era sekarang. Artist talk sekaligus diskusi ini akan dimoderatori oleh M. Hilmi dari Whiteboardjournal.com. Di akhir acara, akan dimainkan musik dari Henry Foundation.

10.12.15

Unit Progressive Rock Bandung, Griffin’s Holy Grove Merilis Album

Griffin’s Holy Grove, grup musik bernuansa progressive rock asal bandung akan merilis debut album penuh mereka berjudul ‘Mala’ pada sebuah acara pesta rilis yang bertajuk ‘Mala Release Showcase’ di IFI Bandung, hari Jumat (11/12) pukul 18.30 WIB. Album ini sendiri dirilis melalui label rekaman asal bandung, Sorge Records. Dalam showcase ini, Griffin’s Holy Grove akan berkolaborasi dengan beberapa musisi lokal, seperti Aulia Fadil (eks personil Belakangka), dan juga Sarita Lahmi (Teman Sebangku). Selain penampilan dari Griffin’s Holy Grove, akan ada juga penampilan dari Avhath (kwartet blackened crust/black metal asal Jakarta) dan Lizzie (unit heavy-rock asal Bandung). Acara ini dibanderol dengan harga 20 ribu rupiah, sudah termasuk poster yang akan dibagikan di venue. Grup musik beranggotakan Mas Joko Jodi Satriya (Gitar, Vocal), Ferdi Adriansyah (Bass) dan Yusuf Zulkibri (Drum) memasukkan 8 lagu ke dalam album ‘Mala’, dengan total durasi 61 menit. Dua diantaranya adalah lagu ‘Hollow’ dan ‘Hitam Terang’ yang telah dirilis sebelumnya melalui kanal Soundcloud mereka. Menurut penuturan para personil, kata ‘Mala’ merujuk kepada Malapetaka. Lagu-lagu yang terdapat dalam album tersebut bercerita tentang problematika dalam masyarakat di segala bidang. Seperti kekeringan lahan, konflik tanah, masalah yang timbul karena cinta, dan sebagainya. Semuanya diambil dari perspektif para personil, dirangkum dan diberi garis merah yaitu beberapa hal yang menjadi malapetaka bagi manusia. Proses perilisan album ‘Mala’ ini terbagi ke dalam dua tahap. Yang pertama adalah perilisan format CD (Compact Disc), pada acara ‘Mala Release Showcase’, Jumat (11/12). Yang kedua adalah distribusi format digital melalui iTunes dan beberapa kanal distribusi digital lainnya pada tanggal 21 Desember nanti. Dari awal kemunculannya tahun 2008 dan setiap keterlibatan selanjutnya, mereka selalu memukau dengan musik cadas yang intens dan teknikal. Dalam lima tahun terakhir, Griffin’s Holy Grove secara perlahan mengubah arah musik mereka dan mulai bereksplorasi dengan pengaruh musik progressive rock yang lebih kental. Durasi lagu mulai memanjang. ‘Winter’s Calling’, single yang mereka rilis di tahun 2012, menandakan perubahan tersebut. Waktu itu, mereka masih mempertahankan sound metal yang kental. Simak lagu Griffin’s Holy Grove yang telah dirilis sebelumnya melalui kanal soundcloud mereka: https://soundcloud.com/griffinsholygrove Information: records@sorgemagz.com @sorgerecords @griffin’sholygrove

09.12.15

Sensibilitas Seni bersama Irwan Ahmett

Irwan Ahmett adalah salah satu seniman yang selalu mengangkat isu-isu keseharian melalui karya-karyanya. Pendekatannya yang kritis, mampu membawa kesadaran baru kepada masyarakat tanpa harus menyinggung, malah justru dengan mengajak masyarakat untuk mentertawakan diri sendiri. Whiteboard Journal berkesempatan untuk berbincang dengan Irwan Ahmett mengenai perspektif kritis dalam kesenian serta pendapatnya tentang sensibilitas dalam berkarya.

Stereo Strange
08.12.15

Guitar Guitar

Ten wonderful songs that have recently inspired me to explore the guitar further. 01. Nir Felder - Love 02. Pat Metheny - (Go) Get It 03. Joe Pass - Django 04. Jeff Parker - Toy Boat 05. Charlie Hunter Trio - Elbo Room 06. John Scofield - A Go Go 07. Charlie Hunter, Chinna Smith and Ernest Ranglin - Mestre' Tata 08. George Benson - Shape of Things to Come 09. Grant Green - Bedouin 10. Shintaro Sakamoto - The World Should be More Wonderful

07.12.15

Kopernik

Berawal dari keresahan pendirinya mengenai keadaan penduduk daerah terpencil, Kopernik berdiri untuk menawarkan bantuan sekaligus inovasi sebagai salah satu solusi. Menghubungkan teknologi sederhana tepat guna dengan masyarakat di daerah terpencil untuk mengurangi kemiskinan, Kopernik yang berbasis di Bali terus berusaha untuk menawarkan opsi-opsi baru yang tak hanya mempermudah kegiatan sehari-hari, tetapi juga menciptakan peluang kesejahteraan bagi keluarga di sana.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.