Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Pada usia belia, Rain Chudori telah mencatat namanya sebagai salah satu penulis muda potensial. Karyanya telah diterbitkan pada berbagai media besar nasional. Belakangan juga mulai berkarya di inisiasi kolektif sastra muda, The Murmur Housed dan dunia film. Whiteboard Journal berbincang dengan Rain mengenai proses berkaryanya hingga pendapatnya mengenai minimnya penulis wanita di bidang sastra.
Definitive Jux adalah label rekaman hiphop berasal dari New York City. Didirikan di tahun 1999 oleh EL-P dari Company Flow, Definitive Jux menghasilkan banyak rilisan yang dianggap legendaris di skena hiphop underground sebelum mengalami hiatus di tahun 2010. Berikut adalah 8 karya Definitive Jux yang patut di didengar dan dikoleksi.
A.P.A – Alternative Public Artspace – adalah sebuah proyek berupa pop-up space yang menjadi wadah kreatif bagi seniman muda yang didirikan oleh ArtDept_ID dan Future10 bertempat di The Good Space, Plaza Indonesia, Lantai 5 selama 6 bulan ke depan. Bersamaan dengan hadirnya Prost Beer sebagai sponsor utama dari proyek ini, A.P.A – Alternative Public Artspace – hadir untuk mengajak seniman muda nan aktif dan visioner untuk bergabung serta menunjukkan bakat mereka melalui program yang berisi karya seni, musik hingga film indie.
Bekerja sama dengan Kolektif, sebuah inisiatif pendistribusian film yang berfokus pada kultur film yang lebih beragam yang telah menggelar beberapa workshop entrepreneurship (salah satunya acara Film, Musik, Makan), A.P.A akan mengadakan "DASDASDASDASJADUDAS" sebuah screening video klip dan artist talk bersama The Jadugar, duo music video maker yang beranggotakan Anggun Priambodo dan Henry Foundation.
Pada acara yang akan dimulai pada pukul 19:00 di Plaza Indonesia ini, akan diputar beberapa video terbaik karya The Jadugar. Juga akan diadakan artist talk yang akan membahas mengenai sejarah duo ini, cerita dibalik proses pengerjaan video klip mereka, serta tentang perkembangan musik video di era sekarang. Artist talk sekaligus diskusi ini akan dimoderatori oleh M. Hilmi dari Whiteboardjournal.com. Di akhir acara, akan dimainkan musik dari Henry Foundation.
Griffin’s Holy Grove, grup musik bernuansa progressive rock asal bandung akan merilis debut album penuh mereka berjudul ‘Mala’ pada sebuah acara pesta rilis yang bertajuk ‘Mala Release Showcase’ di IFI Bandung, hari Jumat (11/12) pukul 18.30 WIB. Album ini sendiri dirilis melalui label rekaman asal bandung, Sorge Records.
Dalam showcase ini, Griffin’s Holy Grove akan berkolaborasi dengan beberapa musisi lokal, seperti Aulia Fadil (eks personil Belakangka), dan juga Sarita Lahmi (Teman Sebangku). Selain penampilan dari Griffin’s Holy Grove, akan ada juga penampilan dari Avhath (kwartet blackened crust/black metal asal Jakarta) dan Lizzie (unit heavy-rock asal Bandung). Acara ini dibanderol dengan harga 20 ribu rupiah, sudah termasuk poster yang akan dibagikan di venue.
Grup musik beranggotakan Mas Joko Jodi Satriya (Gitar, Vocal), Ferdi Adriansyah (Bass) dan Yusuf Zulkibri (Drum) memasukkan 8 lagu ke dalam album ‘Mala’, dengan total durasi 61 menit. Dua diantaranya adalah lagu ‘Hollow’ dan ‘Hitam Terang’ yang telah dirilis sebelumnya melalui kanal Soundcloud mereka.
Menurut penuturan para personil, kata ‘Mala’ merujuk kepada Malapetaka. Lagu-lagu yang terdapat dalam album tersebut bercerita tentang problematika dalam masyarakat di segala bidang. Seperti kekeringan lahan, konflik tanah, masalah yang timbul karena cinta, dan sebagainya. Semuanya diambil dari perspektif para personil, dirangkum dan diberi garis merah yaitu beberapa hal yang menjadi malapetaka bagi manusia.
Proses perilisan album ‘Mala’ ini terbagi ke dalam dua tahap. Yang pertama adalah perilisan format CD (Compact Disc), pada acara ‘Mala Release Showcase’, Jumat (11/12). Yang kedua adalah distribusi format digital melalui iTunes dan beberapa kanal distribusi digital lainnya pada tanggal 21 Desember nanti.
Dari awal kemunculannya tahun 2008 dan setiap keterlibatan selanjutnya, mereka selalu memukau dengan musik cadas yang intens dan teknikal. Dalam lima tahun terakhir, Griffin’s Holy Grove secara perlahan mengubah arah musik mereka dan mulai bereksplorasi dengan pengaruh musik progressive rock yang lebih kental. Durasi lagu mulai memanjang. ‘Winter’s Calling’, single yang mereka rilis di tahun 2012, menandakan perubahan tersebut. Waktu itu, mereka masih mempertahankan sound metal yang kental.
Simak lagu Griffin’s Holy Grove yang telah dirilis sebelumnya melalui kanal soundcloud mereka: https://soundcloud.com/griffinsholygrove
Information:
records@sorgemagz.com
@sorgerecords
@griffin’sholygrove
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?