Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Bagi kalian yang menggemari musik indie pop, konser Stars di Jakarta pada tanggal 12 Februari adalah acara yang harus dihadiri. Band yang berasal dari negeri Kanada ini secara konsisten telah merilis musik yang dideskripsikan sebagai "Beautiful and Eloquent" sejak rekaman pertama mereka pada tahun 1999. Melalui 8 album full-length dan 6 EP, Stars sudah mendapatkan beberapa nominasi dari Juno dan Polaris Music Prizes (Grammy Awardsnya Kanada). Acara pentas di Jakarta termasuk tur Asia mereka (yang terakhir mereka lakukan pada tahun 2011). Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan membaca detil di post ini atau ke website Prasvana (event organizer mereka di Jakarta).
opening act: Scaller
12 Feb 2016
Soehanna Hall
The Energy Building
SCBD Lot 11 A
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
Jakarta
Untuk pembelian tiket, kunjungi Kiostix (click link).
--
About Stars (via Prasvana):
Setelah 15 tahun berkelana di dunia musik, band indie pop asal Kanada, STARS akhirnya akan hadir di Indonesia untuk menggelar konser perdananya. Acara ini akan dilangsungkan pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2016 di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD Lot 11 A Jl. Jend Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190.
STARS dibentuk oleh Torquil Campbell (vokalis), Christopher Seligman (keyboardist), Evan Cranley (bassist) dan Amy Millan (gitaris/vokalis) di Toronto. Drummer Patrick McGee bergabung ketika mereka pindah ke Montreal setelah merilis album pertama yang berjudul Nightsongs,
Dengan formasi lengkap ini, rekaman berikutnya Heart diluncurkan pada tahun 2003, disambung dengan tur keliling Amerika Serikat dan Kanada bersama Broken Social Scene, di mana kolaborasi personel STARS dengan grup kolektif indie ternama tersebut dimulai.
Popularitas STARS semakin melejit dengan dirilisnya Set Yourself On Fire yang menggabungkan unsur-unsur elektronik, shoegaze dan rock dengan melodi pop yang melebur sempurna dengan kisah pergolakan asmara dalam lirik lagu-lagunya. Album tersebut mendapatkan nominasi Juno Awards tahun 2005 untuk “Alternative Album of the Year”.
Rekaman-rekaman susulannya, In Our Bedroom After the War (2007) dan The Five Ghosts (2010), juga berbuah nominasi Polaris Music Prize, salah satu penghargaan tertinggi di industri musik Kanada. Jika kedua album ini merupakan eksplorasi tema-tema yang lebih gelap dan serius, The North yang direkam tidak lama setelah kelahiran anak pertama Amy Millan dan Evan Cranley, membawa pencerahan yang optimis.
Untuk rilisan ketujuhnya, No One Is Lost (2015), STARS membentuk atmosfir sendiri dengan membangun studio tersembunyi yang bebas dari tekanan eksternal,
Pihak penyelenggara Prasvana, yang sebelumnya menghadirkan Mac DeMarco, The Jungle Giants dan Neon Indian di Jakarta, mengharapkan konser up, close and personal STARS di Jakarta ini akan memuaskan kerinduan penggemarnya di Jakarta.
Harga tiket masuk dimulai dari Rp 562.000 (termasuk pajak) untuk early bird presale, yang hanya tersedia dalam jumlah terbatas mulai dari tanggal 11 Januari 2016. Setelah itu, tiket standard bisa didapatkan dengan harga Rp. 700.000 (termasuk pajak). Tiket tersedia melalui outlet-outlet dan situs KiOSTiX.
Untuk informasi lebih lengkap kunjungi situs http://www.prasvana.com
Bekerja sama dengan Collins Notebook, whiteboardjournal menuliskan perkembangan dari tradisi menulis catatan, dari jaman dahulu hingga sekarang, juga mengenai bagaimana inovasi tercipta pada budaya ini.
Nama Cerahati cukup sering menghiasi layar TV di era awal 2000an, dengan karya video musik mereka yang merajai channel MTV ketika itu. Muncul beriringan dengan mengemukanya scene kreatif di Bandung, Cerahati seperti menjadi tujuan utama bagi berbagai musisi. Latar belakang inisiatornya yang dekat dengan scene underground bisa dilihat pada bagaimana mereka selalu menerapkan pendekatan yang spesial di dalam pengerjaannya.
Sebagai pembuka, akan diputar juga video dari sutradara Heytuta Masjhur, sutradara yang terakhir menerbitkan video stop motion unik untuk musisi indie-rock, BITE. Seusai pemutaran video akan diadakan obrolan bersama Cerahati dan Heytuta tentang karya mereka serta proses kreatif mereka dalam pembuatan video musik.
--
Mengenai Klip Klub
Untuk merayakan kembali karya video musik, Kinosaurus, Kolektif, dan Whiteboardjournal.com mempersembahkan, “Klip Klub” acara pemutaran video klip sekaligus diskusi bersama sutradara video klip musik pilihan. Dalam acara yang akan digelar setiap hari Rabu pukul 19:30 dari tanggal 20 Januari sampai 24 Februari 2015 yang bertempat di Kinosaurus ini, secara berkala akan mengajak sutradara videoklip pilihan untuk memutar karya-karyanya untuk kemudian didiskusikan bersama. Tak hanya itu kepada sutaradara yang telah dikenal, acara ini juga memberikan kesempatan bagi sutradara muda untuk berdiskusi sekaligus belajar secara langsung dengan sutradara senior. Setiap sutradara pilihan akan memilih sutradara lain untuk ikut menayangkan karyanya di acara ini sebagai perkenalan sekaligus pemicu jalannya regenerasi dalam budaya video klip musik lokal.
Jadwal Pemutaran Klip Klub
Sim F
20 Jan, 2016
19:30 WIB
The Jadugar
27 Jan, 2016
19:30 WIB
Cerahati
03 Feb, 2016
19:30 WIB
Tromarama
10 Feb, 2016
19:30 WIB
Gundala Pictures
17 Feb, 2016
19:30 WIB
Sinema Pinggiran
24 Feb, 2016
19:30 WIB
Alamat:
Kinosaurus
(Dalam Aksara Kemang)
Jl. Kemang Raya No. 8
Jakarta
12730
Di esai berjudul "Melampaui Pengarsipan", Ferri Ahrial bercerita tentang pengalamannya di sebuah kegiatan diskusi mengenai Arsip Jazz Indonesia di Kineruku. Melalui aktifitas tersebut, Ferri mengangkat topik pengarsipan dan pentingnya dokumentasi dalam mengenal sejarah dan melihat sebuah perkembangan. Melampaui Pengarsipan adalah esai terpilih dari submisi program Open Column.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?