Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Didirikan pada tahun 1939, Blue Note Records sampai sekarang masih dianggap oleh banyak penggemar musik sebagai label jazz yang paling influensial. Konsisten dalam rilisannya dari tahun ke tahun, katalog Blue Note diisi oleh berbagai macam bentuk musik jazz dan musisi-musisi legendaris yang memainkannya. Sungguh mustahil untuk kami menulis mengenai semua rilisan bagus mereka, tetapi di Seleksi Karya kali ini kami merekomendasi 8 album untuk koleksi musik Anda.
In her third essay for the theme Jakarta's Youth in Real Life, Yanti Sastrawan examines the online behavior of Jakartans in response to the terrorist attack that took place January 14th, 2016. In Louder in Hashtags, Sastrawan explains the use of technology in disseminating information, how the news were consumed, and how Jakartans responded to the event.
Tromarama adalah sebuah kolektif animasi dengan karakter yang unik, dibangun dari gabungan gagasan tiga kepala, Bebi, Ebet, Ruddy, unit ini telah menciptakan karya-karya animasi yang tak hanya berkualitas, namun juga memiliki karakter tersendiri dengan pemilihan medium dan pendekatan yang berbeda dengan kebanyakan.Mengawali perjalanan karyanya dengan mengerjakan video musik, belakangan karya Tromarama mulai menjelajahi ranah seni, mengantarkan mereka pada beberapa eksibisi seni lokal dan internasional.
Menemani Tromarama, akan dihadirkan pula karya Tandia Permadi, seorang fotografer lulusan ITB yang mengangkat gagasan-gagasan sosial melalui foto dari lensanya. Seusai pemutaran video akan diadakan obrolan bersama Tromarama dan Tandia tentang karya mereka serta proses kreatif mereka.
Mengenai Klip Klub
Untuk merayakan kembali karya video musik, Kinosaurus, Kolektif, dan Whiteboardjournal.com mempersembahkan, “Klip Klub” acara pemutaran video klip sekaligus diskusi bersama sutradara video klip musik pilihan. Dalam acara yang akan digelar setiap hari Rabu pukul 19:30 dari tanggal 20 Januari sampai 24 Februari 2015 yang bertempat di Kinosaurus ini, secara berkala akan mengajak sutradara videoklip pilihan untuk memutar karya-karyanya untuk kemudian didiskusikan bersama. Tak hanya itu kepada sutaradara yang telah dikenal, acara ini juga memberikan kesempatan bagi sutradara muda untuk berdiskusi sekaligus belajar secara langsung dengan sutradara senior. Setiap sutradara pilihan akan memilih sutradara lain untuk ikut menayangkan karyanya di acara ini sebagai perkenalan sekaligus pemicu jalannya regenerasi dalam budaya video klip musik lokal.
--
Jadwal Pemutaran Klip Klub
Sim F
20 Jan, 2016
19:30 WIB
The Jadugar
27 Jan, 2016
19:30 WIB
Cerahati
03 Feb, 2016
19:30 WIB
Tromarama
10 Feb, 2016
19:30 WIB
Gundala Pictures
17 Feb, 2016
19:30 WIB
Sinema Pinggiran
24 Feb, 2016
19:30 WIB
Alamat:
Kinosaurus
(Dalam Aksara Kemang)
Jl. Kemang Raya No. 8
Jakarta
12730
Leilani Hermiasih, yang lebih dikenal baik dengan nama Frau, adalah musisi dari Jogjakarta yang dikenal dengan permainan piano dan karangan melodi dan lirik yang pintar. Di tanggal 20 Januari lalu, Frau mementaskan Konser Tentang Rasa di Gedung Kesenian Jakarta, sebuah konser tunggal yang melibatkan berbagai panca indera penonton. Kami mendapat kesempatan berbincang dengan Leilani di tengah kesibukan persiapan konser yang diadakan oleh G Productions ini.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?