Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
After watching a solar eclipse at home, Ken Jenie was inspired to write this piece paying homage to humanity and science. According to Ken, our understanding of reality is a wonder of humanity’s ingenuity, and that science is a vehicle that help progresses human intuition and civilisation.
Lucky Widiantara adalah seniman, pemilik label, desainer dan juga musisi dimana pada berbagai aktivitasnya, ia menghidupi dan mengikuti passionnya. Sebagai penggemar aktifitas surfing, Lucky mendirikan Lucas & Sons, sebuah brand dimana ia membuat surfboard serta aksesoris lifestyle yang berhubungan dengan budaya surfing. Kami berkesempatan berbincang dengan Lucky mengenai keterlibatannya di skena surfing, karyanya di Lucas & Sons, dan perspektifnya mengenai subkultur.
Stones Throw Records adalah label musik independen dari Amerika yang didirikan pada tahun 1996. Selama 20 tahun, label ini telah menjadi terkenal pada skena musik independen dikarenakan kualitas rilisan yang konsisten dan bagus. Musisi seperti Madlib, Peanut Butter Wolf, J Dilla, dan Aloe Blacc telah membentuk karakter Stones Throw yang soulful dan inovatif. Berikut adalah rilisan Stones Throw Records yang patut didengar dan dikoleksi.
In the fourth part of her Jakarta's Youth in Real Life series, Yanti Sastrawan discusses the recent wave of media censorship in Indonesia that are anchored in what is assumed to be the country's moral grounds. Find out about the various events that has become popular discussion amongst netizens today in this article.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?