Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
In this Column piece, Ken Jenie talks about one his favorite albums, John Coltrane's A Love Supreme. This essay briefly discusses Coltrane's background before delving into Ken's opinion as to why this 1965 album is so phenomenal. Enjoy the read, and if you haven't already, listen to A Love Supreme.
Riyan Riyadi adalah seniman jalanan yang dikenal dengan karyanya: The Popo. Karakter hitam-putih The Popo telah menghiasi beberapa ruang publik di sekitar Jakarta dengan pesan humoris yang mengangkat tema sosial. Kepekaan terhadap lingkungan sosial ini membuat karya The Popo digemari dan diingat oleh masyarakat luas. Kami berkesempatan untuk berbincang dengan The Popo di ruangrupa.
Krack Studio adalah kolektif Malcom Smith, Prihatmoko Moki dan Rudi Hermawan yang mengutamakan seni printmaking dalam berkarya. Bekerja sama dengan kurator Roy Voragen yang sedang berbasis di Bandung, kolektif Krack yang berasal dari Jogjakarta ini menunjukkan kemampuan dan ketertarikan masing-masing sebagai individu di dalam pameran Out of Joint yang sedang berlangsung di Dia.Lo.Gue Artspace di Kemang, Jakarta.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?