Latest stories

30.05.16

Gordon Blue, Koleksi Tematik dari Phantasma Studio

Datang dari Phantasma Studio, sebuah brand yang dikenal dengan koleksi spesialnya meluncurkan "Gordon Blue" sebuah seri tematik dengan konsep abstrak yang mengeksplorasi kemungkinan di bidang menswear. Warna biru sebagai tema utama, seri ini memanfaatkan sifat biru yang universal sebagai medium ekspresi yang personal dari Eric Liem, otak dibalik brand ini. Diharapkan dengan kemunculan seri ini, akan ada persepsi baru mengenai brand Phantasma Studio yang tak hanya bermain sebagai fashion line, namun juga simbol dari berbagai subkultur lainnya.

26.05.16

Sastra Alternatif bersama Ayu Utami

Ayu Utami adalah salah satu penulis perempuan dalam sastra Indonesia yang telah mengangkat kritisisme akan spiritualisme dan sosial budaya Indonesia lewat kegundahan cerita yang terekam dalam karakter di buku-bukunya. Whiteboard Journal mengunjunginya di Komunitas Salihara untuk berbincang mengenai periode baru dalam literatur Indonesia.

25.05.16

Inspirasi dari Sudut Kota

Sebuah objek bisa menjadi teks menarik untuk disimak dan salah satu bentuk yang kini giat dinikmati adalah sketsa. Anto Motulz dan kepiawaiannya dalam menggoreskan tinta serta momen dari jalanan sekitar menjadi sketsa untuk mengemukakan sebuah cerita menjadi contoh bagaimana orang bisa bercerita secara kreatif. Go Ahead Challenge pun hadir menjadi sebuah wadah yang dikembangkan untuk merealisasikan kreativitas anak bangsa.

23.05.16

All-You-Can-Do Smartphone

Perkembangan gadget dalam ranah digital semakin tak terkira dengan banyaknya seri smartphone atau tablet yang memenuhi pasar dengan fitur menarik dan berguna untuk berbagai kalangan. Bekerjasama dengan Samsung Galaxy J3 , tulisan ini mengulas mengenai bagaimana kita bisa memanfaatkan gadget yang tepat untuk melakukan aktualisasi diri.

21.05.16

It’s Only the End of the World

Film dengan judul pesimis cenderung mengajak penonton untuk tertarik mengintip ceritanya. Sutradara muda asal Canada, Xavier Dolan, merupakan salah satu yang dikenal menggunakan judul film simple namun mengena. Sering mengangkat setting subkultur yang membalut isu tabu sekitar ranah domestik dan sosial, Dolan kembali menggelitik rasa penasaran penikmat film dengan deretan aktor kawakan, dari Gaspard Ulliel hingga Vincent Cassel yang akan memainkan sebuah cerita berdasarkan adaptasi teater tahun 1990 karya Jean-Luc Lagarce, berjudul “It’s Only the End of the World.” Banyak ulasan mengenai film ini yang mengatakan bahwa Dolan kembali menggasak sebuah isu yang dekat dengan kenyataan untuk mendistraksi kesempurnaan hidup, kali ini korbannya adalah hidup sebuah keluarga. Mengangkat tema keluarga, film ini tak hanya menunjukkan pesimisme di dalam judul tapi juga keseluruhan cerita. Bagaimana seseorang yang lama meninggalkan keluarganya memutuskan untuk kembali dengan berita bahwa dirinya sekarat menjadi premis utama. Mungkin di cerita lain sang tokoh utama akan dibawa untuk mendapati sisa akhir hidupnya dengan kesenangan yang sebelumnya tak bisa didapat karena berbagai batasan yang tersemat dalam hidupnya. Tapi di dunia Dolan, hal itu nampaknya bukan perkara penting. Dengan mengajak penonton untuk terbawa dalam sebuah dunia yang ia ciptakan, Dolan merancang sebuah teks berupa mimpi buruk yang didesain secara detail. Sinematografi yang dekat dan seakan merekam emosi yang ada di cerita pun menambahkan drama di wajah tiap karakter dan jalan cerita. Dokumenter sebuah keluarga modern bisa jadi alias untuk film ini. Keluh kesah yang terlontar dari mulut anggota keluarga berkarakter berbeda pun menjelaskan intrik yang sejatinya akan selalu hadir dalam sekumpulan orang walau terkait dengan pertalian darah. Walau terlahir di tahun 1989, Dolan membuktikan dirinya patut dipertimbangkan sebagai lawan para sutradara ternama untuk menghadirkan pilihan film intens untuk penonton dan “It’s Only the End of the World” pun menjadi film yang ditunggu-tunggu tahun ini.

20.05.16

Express Take-Outs from Melbourne

Menilik kecantikan tersembunyi dari kota Melbourne yang menjadi pusat subkultur di Australia, mulai dari kuliner yang dijajakan, iklim seninya, serta panorama alam yang dapat dikunjungi dalam kurun waktu satu minggu. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.