Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Sebuah objek bisa menjadi teks menarik untuk disimak dan salah satu bentuk yang kini giat dinikmati adalah sketsa. Anto Motulz dan kepiawaiannya dalam menggoreskan tinta serta momen dari jalanan sekitar menjadi sketsa untuk mengemukakan sebuah cerita menjadi contoh bagaimana orang bisa bercerita secara kreatif. Go Ahead Challenge pun hadir menjadi sebuah wadah yang dikembangkan untuk merealisasikan kreativitas anak bangsa.
Perkembangan gadget dalam ranah digital semakin tak terkira dengan banyaknya seri smartphone atau tablet yang memenuhi pasar dengan fitur menarik dan berguna untuk berbagai kalangan. Bekerjasama dengan Samsung Galaxy J3, tulisan ini mengulas mengenai bagaimana kita bisa memanfaatkan gadget yang tepat untuk melakukan aktualisasi diri.
Film dengan judul pesimis cenderung mengajak penonton untuk tertarik mengintip ceritanya. Sutradara muda asal Canada, Xavier Dolan, merupakan salah satu yang dikenal menggunakan judul film simple namun mengena. Sering mengangkat setting subkultur yang membalut isu tabu sekitar ranah domestik dan sosial, Dolan kembali menggelitik rasa penasaran penikmat film dengan deretan aktor kawakan, dari Gaspard Ulliel hingga Vincent Cassel yang akan memainkan sebuah cerita berdasarkan adaptasi teater tahun 1990 karya Jean-Luc Lagarce, berjudul “It’s Only the End of the World.”
Banyak ulasan mengenai film ini yang mengatakan bahwa Dolan kembali menggasak sebuah isu yang dekat dengan kenyataan untuk mendistraksi kesempurnaan hidup, kali ini korbannya adalah hidup sebuah keluarga. Mengangkat tema keluarga, film ini tak hanya menunjukkan pesimisme di dalam judul tapi juga keseluruhan cerita. Bagaimana seseorang yang lama meninggalkan keluarganya memutuskan untuk kembali dengan berita bahwa dirinya sekarat menjadi premis utama. Mungkin di cerita lain sang tokoh utama akan dibawa untuk mendapati sisa akhir hidupnya dengan kesenangan yang sebelumnya tak bisa didapat karena berbagai batasan yang tersemat dalam hidupnya. Tapi di dunia Dolan, hal itu nampaknya bukan perkara penting.
Dengan mengajak penonton untuk terbawa dalam sebuah dunia yang ia ciptakan, Dolan merancang sebuah teks berupa mimpi buruk yang didesain secara detail. Sinematografi yang dekat dan seakan merekam emosi yang ada di cerita pun menambahkan drama di wajah tiap karakter dan jalan cerita. Dokumenter sebuah keluarga modern bisa jadi alias untuk film ini. Keluh kesah yang terlontar dari mulut anggota keluarga berkarakter berbeda pun menjelaskan intrik yang sejatinya akan selalu hadir dalam sekumpulan orang walau terkait dengan pertalian darah. Walau terlahir di tahun 1989, Dolan membuktikan dirinya patut dipertimbangkan sebagai lawan para sutradara ternama untuk menghadirkan pilihan film intens untuk penonton dan “It’s Only the End of the World” pun menjadi film yang ditunggu-tunggu tahun ini.
Menilik kecantikan tersembunyi dari kota Melbourne yang menjadi pusat subkultur di Australia, mulai dari kuliner yang dijajakan, iklim seninya, serta panorama alam yang dapat dikunjungi dalam kurun waktu satu minggu. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.
Passion adalah sebuah hal yang bisa membuat hidup lebih berarti dan lebih menyenangkan. Dengan bantuan teknologi yang hadir dalam berbagai bentuk, tiap individu akan semakin terbantu dalam memaksimalkan passion yang ia miliki. Bekerja sama dengan Samsung Galaxy S7 dan S7 edge,artikel ini akan membagi alasan mengapa teknologi akan membantu dalam mengembangkan passion serta potensi di dalamnya.
Nikita Dompas, salah satu pemain musik di ranah jazz Indonesia yang telah melebarkan tangan dinginnya ke dunia pop guna mengeksplorasi bakatnya. Whiteboard Journal mengunjunginya ke studio di bilangan Cikini untuk berbincang mengenai eksplorasi musik, harmonisasi jazz serta proyek terkini.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?