Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Dikenal sebagai salah satu personil unit jazz Tomorrow People Ensemble, Indra Perkasa telah terlibat dalam musikal Onrop hingga film Tabula Rasa yang membuatnya menjadi salah satu nama penting di ranah film scoring Indonesia. Whiteboard Journal mendapat kesempatan untuk berbincang di sela kesibukannya sebagai komposer serta musisi untuk membahas film scoring serta bagaimana jazz membuatnya terbiasa untuk berimprovisasi dalam mengolah musik.
Melihat lebih dekat pada inisiatif musik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengetahui mengenai bagaimana semangat Do it Yourself dijaga dan terus dikembangkan meski kadang banyak aral yang menghadang.
Sebuah band berisi dua orang; Bernardus Fritz Adinugroho dan Jonathan Pardede, yang memiliki ketertarikan dalam musik elektronik ini sudah menjajal beberapa panggung di ibu kota. Melihat gerak geriknya yang , bukan berarti performa Sunmantra patut dipertanyakan. Melayangkan kekaguman atas aransemen yang mereka buat, bisa jadi salah satu bentuk apresiasi musik, namun rasanya menggerakkan tubuh sembari menikmati alunan dentum dansa menjadi pilihan terbaik. Kami mendapat kesempatan untuk mengetahui latar belakang atas berdirinya Sunmantra dengan berbincang bersama Bernardus Fritz Adinugroho.
Intinya karena kami mau buat sesuatu yang belum pernah dilakukan. Dulu, kami tergabung dalam Black Mustangs yang notabene band. Setelah vakum, akhirnya saya dan Jojo memutuskan untuk buat sesuatu yang , itulah yang membuat kami memilih jenis musik ini, selain memang kami berdua lagi mengulik musik elektronik.
Sebenarnya Sunmantra itu sampai sekarang adalah duo, cuma lebih . Ke depannya, kami tidak menutup kemungkinan juga untuk berkembang ke area yang lebih kolektif, karena kami selalu ingin buat sesuatu yang untuk membantu proses kreatif kami.
dalam musik kalian, dari mana pengaruh musik yang didapat ketika meracik karakter Sunmantra?
Banyak hal yang mempengaruhi kami, karena kami banyak medengarkan musik techno, acid house dan deep house. Nah, dari ketiga genre itu, kami campur terus dan jadilah musik Sunmantra, dan juga belakangan ini kami lagi banyak menonton film sci-fi dan giallo, lagunya kami ambil dari genre tersebut.
EP selanjutnya, kami akan lebih instrumental. Karena tanpa vokal, yang kami mau adalah atau dari karakter instrumen yang kami pakai.
Sebenarnya kami lebih eksperimen ke arah . Kami lagi banyak merekam ulang aransemen yang sudah jadi, agar karakter suaranya sesuai dengan apa yang kami inginkan.
Terakhir, videoklip karya The Jadugar muncul adalah pada akhir dekade pertama 2000’an. Sejak itu, Anggun Priambodo dan Henry “Betmen” Foundation masih terus berkarya, dan kreasi mereka masih selalu menyenangkan untuk dinikmati. Tapi ada sensasi tersendiri ketika dua nama tersebut melebur menjadi satu di The Jadugar. Perasaan yang muncul ketika menonton kereta mainan menelusuri jalanan di video Lain - Train Song itu belum bisa tergantikan.
Di paruh akhir 2016, sensasi tersebut menyeruak kembali melalui videoklip Frigi Frigi yang berjudul “Kesalahan Persepsi di Era Megalithikum”. Dibuka dengan logo The Jadugar yang mengisi opening title, video lantas menampilkan personel Frigi Frigi menjelajahi halaman-halaman buku, sebuah kenakalan khas Anggun dan Betmen yang selalu mampu mempermainkan simbol keseharian menjadi hal baru yang kadang mengganggu, namun tak jarang lucu di saat yang sama. Sebuah visualisasi yang akurat untuk lagu yang mempernyatakan betapa kehidupan ini dapat diputar balikan hanya dengan persepsi-persepsi.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?