Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Berawal dari kejenuhan tinggal di Ibu Kota yang segalanya serba ada dan tidak ada tantangan, Mutiara Sobary memutuskan untuk pergi ke Palu, Sulawesi Tengah; berbekal buku untuk anak-anak yang akan disumbangkan untuk menjadi relawan pengajar di Skola Lipu guna mengedukasi Masyarakat Adat Tau Taa Wana yang tinggal di hutan,di wilayah Morowali Utara.
Label independen muda asal Jakarta, Kolibri Rekords akan menggelar pertamanya di dua kota besar yaitu Jakarta dan Bandung pada tanggal 28 & 29 Januari mendatang. Pada -nya, Kolibri Rekords akan menyajikan penampilan dari band-band yang sudah dirilis seperti bedchamber, Gizpel, Kaveh Kanes, dan Lowpink, sekaligus memperkenalkan jagoan barunya yakni dua band asal Yogyakarta, Grrrl Gang dan Seahoarse.
Dengan dirilisnya pertama bertajuk "Bathroom", sekumpulan pelajar yang memainkan musik indiepop/garagepop dan memperkenalkan diri sebagai Grrrl Gang ini resmi bergabung dengan Kolibri Rekords bulan Desember lalu dan sedang mempersiapkan rilisan mini berisikan tiga lagu. Tidak lama setelahnya, di bulan Januari, Seahoarse kemudian juga resmi bergabung dengan Kolibri Rekords, dan tengah menyiapkan album perdananya yang dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat. Seahoarse merupakan kuartet dreampop kawakan berisikan nama-nama yang sudah tidak asing di skena independen lokal Yogyakarta. ini akan menjadi penampilan perdana Seahoarse dan Grrrl Gang di Bandung, dan yang kedua kalinya di Jakarta.
Selain itu, selama dua hari ini, Kolibri Rekords berkolaborasi bersama Norrm dengan menjadi edisi ketiga gelaran rutinnya pada “Spasial Edition” dan bersama salah satu Toko Misteri. Yang menarik lainnya, bagi 25 penonton pertama di masing-masing kota akan mendapatkan satu CD kompilasi yang dicetak terbatas dan tidak dijual. Informasi lengkap pembelian tiket, peta lokasi acara, lagu keenam band, dan sebagainya dapat diakses melalui: kolibrirekords.com/birdsout.
-
WHO LET THE BIRDS OUT?
kolibri rekords
bedchamber / Gizpel / Grrrl Gang
Kaveh Kanes / Low Pink / Seahoarse
Saturday, 28 Jan 2017
Spasial - Jl. Gudang Selatan 22, Bandung
3PM
IDR 50,000
Sunday, 29 Jan 2017
Toko Misteri - Jl Falatehan 68 Melawai, Jakarta Selatan
3PM
IDR 40,000 / IDR 100,000 3
Nikita is the founder and guitarist of Tomorrow People Ensemble who recently worked and produced Andien's latest music offering. He is a rare talent in Indonesian jazz scene and we have him sitting comfortably with us talking about music that inspired him and how to be stylish.
Listen to this episode of Soundclass on Whiteboard Journal’s Mixcloud!
01. Miles Davis - Blue in Green
02. West Montgomery - Four on Six
03. John Scoffield - Hottenhot
04. Bill Frisell - Rag
05. Pearl Jam - Alive
Tahun 2016 adalah tahun yang menyenangkan, banyak musik bagus yang muncul di tahun tersebut. Dan, rasa-rasanya tren positif ini akan terus berlanjut di tahun 2017 ini. Pertandanya bisa dilihat pada bagaimana di bulan Januari ini telah muncul beberapa rilisan (dan teaser) yang berkualitas. Mulai dari rilisan dari unit baru yang potensial, hingga album comeback yang telah ditunggu kemunculannya sejak tahun-tahun yang telah lalu. Berikut adalah beberapa diantaranya:
Hurt ‘Em - Condolence (Lawless Records)
Begini seharusnya hardcore yang muncul dari Jakarta, keras, mentah dan tajam di saat yang bersamaan. Lawless membuktikan kejeliannya dalam merekrut roster melalui rilisan ini.
Piston - Titik Nol (Lawless Records x Sepsis Records)
Blog wastedrockers memuji pergerakan Piston sebagai band muda yang giat dalam menggerilyakan musiknya, album ini adalah salah satu kulminasinya. Direkomendasikan jika doyan Motorhead.
Skandal - Sugar (Yellow Records)
Susah untuk tidak jatuh cinta dengan “Superfine”, single dari unit indie-rock asal Jogja/Jakarta, Skandal. Empat lagu lain di EP ini memiliki kualitas yang kurang lebih sama. Kabarnya Skandal juga sedang menjalani tur promo album bersama Nervous menuju beberapa kota di Pulau Jawa.
Fernie Sue - Detached (Winona Tapes)
Selalu menyenangkan saat mendengar kemunculan label lokal baru. Kali ini kabar baik ini datang dari Winona Tapes asal Jakarta yang memperkenalkan diri dengan album dari unit alternative/indie-rock potensial asal Jakarta, Fernie Sue.
Barefood - Milkbox (Anoa Records)
Sudah terlalu lama sejak unit indie-rock favorit semua kalangan, Barefood merilis materi baru. Dan di awal tahun 2017 ini akhirnya follow-up dari EP “Sullen” lahir. Rencananya album ini akan berisi 9-10 lagu baru. Kabarnya saat rekaman Ditto dan Mamet bereksperimen dengan memasukkan instrumen terompet, sebuah langkah menarik yang patut ditunggu hasil akhirnya.
Write The Future - TBC
Di tangan Write The Future (dan Saturday Night Karaoke), tampaknya masa depan genre pop punk lokal akan baik-baik saja. Setelah EP yang mengesankan pada tahun 2014, unit asal Malang ini akan kembali dengan album penuh yang dijanjikan akan keluar di bulan Januari 2017 ini.
Much - TBC
Masih dari Malang, unit indie-rock favorit kami, Much juga akan kembali dengan album penuh di tahun 2017. Secara musikal, ada perkembangan yang menarik pada single pertama yang dirilis dalam bentuk video-klip a la karaoke, ini membuat penantian menuju LP pertama Much terasa semakin memburu.
70Osc - Single (Corduroy Groove Records)
Jika Naif memutuskan untuk meninggalkan konsep retro/vintage dalam konsep terbarunya, 70sOC (dulu 70’s Orgasm Club) justru merayakannya dalam comebacknya ini. Jika ada yang kangen kentalnya nuansa musik funk di lagu lokal, Anto Arief bersama rekan-rekannya akan membawa Anda bernostalgia kesana.
Logic Lost - If I Trust You (Dead Records)
Setelah album “Runaway” (Orange Cliff Records) yang penuh dengan warna-warni menarik dari sisi tak populer musik elektrobik, Logic Lost akan datang lagi dengan EP berjudul “If I Trust You” yang menandai bergabungnya Dylan Amirio pada label baru Dead Records. Selain tiga lagu baru, EP ini akan berisi tiga intepretasi lagu Logic Lost oleh Ali Bomaye, Calippso, Dickaz123 yang merupakan rekan selabelnya.
Texpack - Courageous (Tromagnon Records x Hujan Records)
Siapa bilang kualitas musik indie-rock lokal hanya ditentukan oleh Kota Jakarta dan Bandung? Nyatanya salah satu titisan Pavement yang paling berkualitas datang dari Bogor. Jika perbandingan Texpack terhadap Pavement dirasa berlebihan, maka mungkin Texpack adalah perumpamaan yang menarik bila Parquet Courts tiba-tiba memilih untuk pindah domisili ke Kota Hujan.
Vague - TBC
Sudah terlalu lama sejak Jan, Gary dan Yudhis tak merilis musik baru. Untungnya, deadline album split dengan band Malaysia, Killeur Calculateur, mampu membuat tiga kepala yang membentuk musik Vageu tersebut kembali ke studio rekaman. Dari satu lagu yang sempat “dibocorkan”, ada kejutan menarik dimana Yudhis minggir sejenak dari kewajibannya sebagai vokalis, dan mempersilahkan Gary untuk menyanyi dalam Bahasa Indonesia. Hasilnya cukup menarik, hampir terasa seperti Efek Rumah Kaca yang tiba-tiba mendengarkan Fugazi!
Review sekaligus analisa mengenai pameran "Design Anatomy: A method for seeing the world through familiar objects" yang berlangsung di 21_21 DESIGN SIGHT. Tentang mengunjungi sebuah pameran desain dan menemukan arahan baru dalam posisi brand di era terkini.
Di submisi Open Column-nya, Nadya Hari Putri menulis tentang kerinduannya mendapatkan kesempatan terakhir untuk menikmati hidup di kala ia - sang penyamun - dirundung kejamnya realita.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?