Latest stories

14.02.17

Semua Terekam, Tak Pernah Mati

Tiap zaman memiliki artefak yang diingat segelintir orang, dan salah satu yang membekas dari tahun 2000-an adalah skena musik alternatif yang diisi dengan unit musik serta semangat yang membuatnya Seiring munculnya panggung-panggung baru, beberapa nama kemudian mengisinya dengan musik variatif. Band seperti The Upstairs, White Shoes and the Couples Company, Goodnight Electric dan The Adams dengan giat mewarnai musik alternatif di Indonesia melalui lagu-lagu yang Namun, adanya antara beragam generasi, membuat hanya segelintir orang mengerti dan mengapresiasi musik yang telah mereka ciptakan. Berdasarkan hal tersebut, Pijaru - sebuah rumah produksi - membuat sebuah film dokumenter pendek yang merangkum budaya gig yang tercipta belasan tahun lalu. Video berdurasi kurang lebih 12 menit ini dipadati dengan jejak rekam dunia musik bawah tanah yang mulai pudar - mulai latar belakang lagu “Matraman” dari Jimi Multhazam hingga komentar para penggerak skena musik indie dari zaman itu. Dibantu dengan alunan lagu ikonik, ada rasa rindu yang tumbuh tiap melihat cuplikan foto gig di ibu kota - penuh peluh dan sesak oleh wajah-wajah familiar seperti Saleh Husein hingga Oomleo. Rasanya agak disayangkan ketika zaman bergerak maju dan keresahan untuk berkarya ikut terkubur. Tapi, walau beberapa pub seperti BB’s dan Parc; yang dulu menjadi rumah ibadah para penikmat musik indie, telah mati, semangat yang terlahir di sana selalu terekam untuk bekal generasi yang akan datang.

14.02.17

Solusi Desain & Furniture untuk Bisnis

Ketika bisnis telah berkembang menjadi lebih luas, kadang banyak hal terlewatkan diantara aktivitas yang semakin konstan, stimulan menjadi hal penting untuk terus menumbuhkan kreativitas pada siklus yang ada. Berkat tuntutan yang timbul, perkembangan desain ruang bisnis kini memiliki elemen modern yang diciptakan oleh desain furniture yang fungsional, estetik dan maintenance-free. Artikel ini disponsori oleh IKEA Business yang akan membantu Anda mendapatkan solusi dalam memanfaatkan ruangan dan furniture untuk bisnis Anda.

13.02.17

Menyambut Kelahiran Pertama dari Rahim Sisir Tanah

Entah bagaimana, Sisir Tanah menyeruak muncul ke permukaan. Nyaris tanpa promosi - hanya dengan modal post lagu di Soundcloud, ia lalu dikenal dan menjadi bagian dari pergerakan folk generasi baru. Musik bikinannya sederhana, gitar dipetik seperlunya mengiringi vokal yang dibiarkan jujur tanpa olahan, seolah hanya ingin menjadi medium cerita yang dinyanyikan. Tapi justru dengan kejujurannya tersebut ia menyentuh banyak jiwa, membuat nyanyiannya yang menarasikan sarkasme, optimisme, kekecewaan, kemarahan dan jatuh cinta terhadap apapun, termasuk pada berbagai masalah sosial terasa dekat dengan kalbu pendengarnya. Diawali pada 2010, proyek musik solo asal Bantul ini resmi dijalankan dan dinamai dengan salah satu jenis perkakas pertanian yang biasa digunakan untuk mengolah tanah. Tujuh tahun sudah Bagus Dwi Danto menyanyikan lirik-lirik bekas catatan-catatan personalnya, namun belum ada rilisan fisik yang merekam karya-karyanya. Baginya, salah satu cara untuk menyebarluaskan karya-karyanya adalah cukup dengan memperdengarkannya lewat setiap panggung yang dihinggapinya, ketimbang merangkumnya dalam sebuah album. Namun memang ada yang kurang rasanya jika tidak ada rilisan fisik yang bagi sebagian orang adalah sebuah bentuk eksistensi bagi setiap musisi. Akhirnya pada tahun 2016, Sisir Tanah memutuskan untuk membuat sebuah album, walaupun bagi Bagus album bukan sebuah tujuan akhir, melainkan sebuah langkah awal menunjukkan konsistensinya dalam bermusik dan harapannya untuk bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. Pada penggarapannya, album perdananya Sisir Tanah akan diproduseri oleh LARAS - Studies of Music in Society. LARAS merupakan lembaga kajian musik asal Yogyakarta, yang berisikan nama-nama seperti Rizky Sasono (Risky Summerbee and the Honeythief), Leilani Hermiasih (Frau), Michael H. B. Raditya, Irfan R. Darajat (Jalan Pulang), serta Heditia S. Damanik. Berawal dari menyelenggarakan diskusi, penelitian dan penerbitan tulisan bertemakan musik dalam masyarakat, selanjutnya pada tahun 2017 LARAS, tertarik memperluas batasan kerjanya dengan memproduksi dan mendistribusikan karya-karya musik yang menyuarakan isu-isu kemasyarakatan. Pada album perdananya ini, Sisir Tanah kerap menggundang sejumlah musisi Yogyakarta untuk berkolaborasi, yaitu Ragipta Utama (Jati Raga), Nadya Hatta (Individual Life), Faizal Aditya Rachman (Answer Sheet), Indra Agung Hanifah (Jalan Pulang), Asrie Tresnady (Log Sanskrit), Yussan Ahmad Fauzi (Log Sanskrit), Erson Padapiran (Belkastrelka), Justitias Jelita Zulkarnain (Benzai Quartet), dan Jasmine Alvinia Savitr. Dengan arahan dari Doni Kurniawan (Alldint, Risky Summerbee and the Honeythief, Music For Everyone) pada awal Februari 2017, Sisir Tanah tengah mengaransemen dan merekam sebelas lagu. Dengan dibantu oleh sederatan nama-nama tersebut, diharapkan aransemen-aransemen barunya dapat memaksimalkan potensi artistik lagu-lagu Sisir Tanah dalam menyampaikan gagasan-gagasan kemanusiaan versi Bagus Dwi Danto, seperti pada lagu “Kita Mungkin”, “Lagu Hidup” dan “Konservasi Konflik”. Sembari menunggu album ini dirilis, mari mendengarkan lagu-lagu Sisir Tanah di bawah ini.

13.02.17

Reimagining JKT: SKRG

Bulan ini, Whiteboardjournal mengambil Jakarta sebagai tema utama dan mengulasnya dalam berbagai sudut pandang. Salah satunya dari sudut pandang musik. Rasanya sulit membahas kota ini tanpa membicarakan kompilasi JKT: SKRG yang menandai zaman itu. Tulisan ini membayangkan bagaimana jika album penting tersebut dirilis ulang dengan line up musisi representasi era sekarang.

Selected
10.02.17

Ricky Virgana

This mixtape has played a deep musical role that keeps me accompanied to find creativity in my own solitude. In spite of its full meaning as a part of my inspiration, i feel that more musical elements and sound effects could have been integrated to empower the afterglow tone. However, the composer chose to leave hollow spaces in the originality of its melody. Listening to this mixtape profoundly, i envision that the composer attempted to give latitude to the audience, or other artists, to explore their imagination by filling in the cavity in the melody as a freedom of musical expression. 01. Serge Gainsbourg - Valse de Melody 02. Joe Meek - Love Dance of the Saroos 03. Delia Derbyshire - Air (Bach) 04. The Montgolfier Brothers - Even If My Mind Can't tell You 05. Atlas Sound - Valley of the Saroos (joe meek cover) 06. Syd Barrett - Terrapin 07. Nick Drake - Northern Sky 08. Broadcast - Before We Begin 09. Can - Cascade Waltz 10. Yusef Lateef - The Plum Bossom 11. Chopin plays by Emanuel Feurman (cellist) - Nocturne in E flat major

Column
09.02.17

Potret Kediaman Tony Prabowo

Selain musisi, John juga aktif berkarya sebagai fotografer dengan kualitas yang tak kalah dengan kemampuannya di panggung. Pada column pertamanya, ia berbagi mengenai pengalamannya berkunjung ke rumah komposer Tony Prabowo dalam esai foto yang didominasi warna merah.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.