Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Bekerja sama dengan Footurama, memperkenalkan Goods and Services, lini produk Whiteboard Journal yang untuk aktivitas sehari-hari. Buku, gadget, koleksi musik dan berbagai keperluan akan selalu dalam jangkauan dalam totebag klasik kami, kenyamanan juga akan selalu dirasakan dengan t-shirt berbahan 100% katun yang menampilkan ilustrasi mekanik klasik, dan topi 6 panel yang akan melengkapi keduanya.
Lihat dan dapatkan seri Goods and Services melalui Footurama.
Whiteboardjournal.com
1-2730-1212
Amsterdam dan subkulturnya yang terus tumbuh berkembang membuat kota ini selalu dijadikan tujuan wisata bagi mereka yang haus akan ide. Mengandalkan inisiatif dan gagasan para kolektif lokal yang terbuka akan eksperimen, Amsterdam melihat seni sebagai medium untuk mengekspresikan subkultur kepada dunia.
Melalui submisi Open Column, Yessi Nurita menuliskan mengenai kisah kasihnya dalam bentuk surat cinta yang mempertanyakan mengenai hakikat kekaguman yang kadang posesif, menyiksa, namun juga berbunga-bunga.
Di sela kesibukannya sebagai salah satu filmmaker di Indonesia, Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel (The Mo Brothers) berhasil kami temui di lokasi shooting film terbarunya, untuk membahas regulasi pemutaran film, konteks film serta sensor di Indonesia.
Sebagai salah satu kolektif musik elektronik dengan unsur tribal dan etnik, Dekadenz telah mengadakan agenda reguler dalam memeriahkan alternatif di Jakarta maupun kota besar lain di Indonesia. Beranggotakan 3 orang DJ yang juga kelas dunia, referensi musik yang ditawarkan dalam tiap acara selalu beragam dan berpegang teguh pada musik elektronik Berkat besar terhadap musik eksperimental, Jonathan Kusuma, Ridwan Susanto dan Aditya Permana terus menghasilkan warna musik baru dalam tiap kesempatannya.
Untuk episode kali ini yang juga menjadi perayaan ulang tahun pertama, Dekadenz mengajak Aryo Adhianto aka A Fine Tuning Creation. Menurut Aditya, dikarenakan Aryo merupakan Space System - sebuah grup yang mengusung musik electro-acoustic-disco-psychedelia, referensi dan eksperimen yang ia lakukan menarik untuk Dekadenz. Adanya kesamaan unsur dalam musik Aryo yang juga seorang dengan pengalaman memainkan musik jazz, teater, klasik, hingga eksperimental, membuat Dekadenz kali ini akan lebih dari sekadar sebuah parade musik dengan luapan asap dalam ruang bercahaya merah.
-
Sabtu, 1 April 2017
21:00 - 04:00
FJ on 7 / The Colony Kemang
Nampaknya inisiatif Aldo dan kawan-kawan untuk mendokumentasikan gemerlap musik dansa berkembang menjadi sebuah misi berkelanjutan. Setelah merilis kaset, video untuk tiap lagu bersama seniman lokal serta VCD Dentum Dansa Bawah Tanah, kali ini sebuah tur di beberapa kota akan menjadi agenda teranyarnya. Hadir dengan nama Defile, parade musik ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan warna musik yang ada di bawah tanah, tapi juga menawarkan budaya alternatif yang kini terus menjamur di kota-kota besar Indonesia.
Tur yang akan berlangsung mulai tanggal 27 Maret 2017 ini tidak hanya menghadirkan kontributor dari album Dentum Dansa Bawah Tanah, tapi juga mengajak kolektif serta inisiatif lain untuk berkolaborasi guna menghibur mereka yang haus akan musik elektronik nan ekeperimental. Untuk episode pertama dari Defile, kami berkesempatan untuk mengobrol dengan salah satu DJ Leno aka REI yang dikenal dengan kanal musiknya, bernama Goodnws Music. Perannya dalam dunia musik serta konser-konser di bawah naungan salah satu promotor telah terbukti memberikan penikmat musik sebuah alternatif dan referensi musik funk, soul hingga jazz yang kental.
Mungkin bukan bagaimana saya mau jadi DJ atau semacamnya. Tapi lebih kepada proses yang saya lewati dengan orang-orang sekitar. Dan setelah saya menjalaninya, saya semakin sadar seberapa berpengaruh musik itu saya sudah menjadi DJ selama lebih dari 20 tahun.
dan penemu dari Goodnws, bagaimana Anda mengembangkan musik Anda sampai mendapat karakter yang kita kenal sekarang?
Saya mendengarkan segala musik sampai sekarang. Awalnya saya tertarik dengan pada tahun 90-an, lalu drum n bass, kemudian downtempo, hip hop, house Pada akhirnya, saya selalu kembali pada jazz, soul, funk dan latin karena musik tersebut merupakan cinta pertama saya. Itulah kenapa saya selalu suka mencampur segala musik, selama di dalam mix-nya terdapat elemen musik yang saya suka.
Tidak. Saya selalu suka mengeksplorasi hal baru. Namun, musik harus memiliki sebuah koneksi, Saya tidak bisa menjelaskannya tapi musik harus menggerakkan diri kita dari dalam.
kepada mereka yang awam terhadap hal tersebut?
Menurut saya, Dentum Dansa Bawah Tanah adalah salah satu dari banyak representatif, tapi saya harap -nya akan lebih luas di masa depan.
Aldo mau lagu saya dan saya dengan senang hati mempersembahkan musik untuk didengar orang lain. Saya harap orang-orang suka dengan apa yang mereka dengar REI (tertawa).
-
Senin, 27 Maret 2017
Hide & Seek Swillhouse
20:30
REI, Moustapha Spliff, Duck Dive, Baldi, Sattle
Dead Records, Jam Malam dan Interrupted
Gratis
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?