Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Setelah merilis ulang album Starlit Carousel milik Frau di tahun 2015, Nirmana Records merilis album Greatest Pledge Articles dari grup musik punk asal Yogyakarta, DOM 65. Album yang sebelumnya telah dirilis tahun 2005 ini akan dirilis ulang menjadi 2 keping piringan hitam yang berisi 8 lagu original ditambah 3 lagu demo rekaman yang hampir terhapus keberadaannya. Rencananya album tersebut akan disebar dengan jumlah yang amat terbatas pada Records Store Day tanggal 22 April 2017.
Album Greatest Pledge Articles adalah warisan subkultur punk Jogja yang berharga. Dirilis 10 tahun lalu, album ini menyandingkan DOM 65 dengan nama-nama penting semisal Marjinal dan Homicide yang tengah mewarnai skena musik bawah tanah loakl. Ketika musik punk tradisional melakukan retrospeksi ke tahun ‘90 atau ‘80-an, DOM 65 memilih berkembang.
Musik punk yang DOM 65 sajikan mempertahankan muatan kritik pada taraf keseharian. Balutan lirik berbahasa Inggris yang fasih dengan metafora yang simbolis menjadikan slogan anti kemapanan yang biasa digaungkan subkultur punk dibalut dengan eksplorasi musik yang genap.
Nirmana Records
Wirosaban Barat no 3
Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo
Yogyakarta 55162
Telp +6285643009700
f: Nirmana Records
t: @nirmanarecs
i: @nirmanarecs
Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu bergenre punk-rock, hardcore hingga metal yang dirilis di akhir 2016 dan awal 2017.
Tracklist:
01. Vague - Sajak Pucat Pasi
02. Rekah - Belajar Tenggelam
03. Take This Life - 08032014
04. Lose It All - Menyayat Lembah Lemuria
05. Hurt'em - Deceit/Patronage
06. Final Attack - Dear Life(feat. Yagi Jayagiri)
07. Piston - Titik Nol
08. Kelelawar Malam - Merapi
09. Berbahaya - Balada Berbahaya
10. Mooner - Ingkar
Bagi para penggemar Gorillaz, beberapa minggu ke depan mungkin merupakan waktu-waktu yang baik. Setelah hampir 6 tahun sejak album terakhir Gorillaz dirilis, akhir bulan ini album Humanz akan menyusul. Lagu ‘Hallelujah Money’ yang menggaet Benjamin Clementine sudah diperdengarkan sejak akhir tahun lalu. Mungkin, untuk menjawab rasa bersalah atas janji mereka merilis album barunya di tahun 2016. Tanggal 24 lalu, 4 lagu mereka dirilis dalam video musik di YouTube termasuk secara mengejutkan, lagu ‘We Got The Power’ yang dikerjakan bersama Noel Gallagher dan Jehnny Beth. Mereka langsung mengadakan secret gig di London untuk keesokan harinya.
Album ini dianggap istimewa karena pengerjaanya memakan waktu yang panjang dan proses rekamannya dilakukan di London, Paris, New York, dan Jamaica. Albarn menjelaskan bahwa konsep lagu-lagu di album ini mengandung muatan gelap. Sebelum Donald Trump dipilih, lagu-lagu tersebut telah selesai ditulis dan pemaknaannya kini menjadi ironi yang kuat.
Sudah hampir 20 tahun yang lalu Albarn memulai proyek Gorillaz bersama Jamie Hewlett. Dalam narasi karakter fikisionalnya, ia menaruh simbol petualangan dan pertemuan; terkadang tak masuk akal dan terkesan lucu atau sesekali ironis dan dekat dengan manusia pada kesehariannya. Ada anekdot saat Murdoc ditanya tentang apa jenis musik yang Gorillaz usung dan ia menjawab ‘World’.
Untuk album paling barunya ini, sudah banyak daftar nama yang Albarn bilang menjadi bagian karya terbaru Gorillaz. Saat Albarn dan Noel berbagi panggung pada konser secret gig mereka untuk membawakan lagu ‘We Got The Power’, kenangan akan istilah Blur vs Oasis yang menjadi ikon sintesis musik Britpop 90-an itu seakan luntur. Begitulah kurang lebih citra Humanz, masih disajikan dengan proses kolaborasi yang eksploratif.
Menikmati kearifan lokal kota Melbourne kerap menjadi perjalanan favorit para wisatawan domestik maupun asing. Kota yang mendapat julukan sebagai “ibu kota budaya” ini mempunyai beragam destinasi menarik yang mampu memperlihatkan varian kebudayaan lewat deretan museum dan galeri. Artikel ini disponsori oleh Garuda Indonesia yang menawarkan harga tiket pesawat terbaik untuk melengkapi rencana perjalanan Anda.
A colorful assortment of music from here and there and everywhere! Enjoy the show! (sorry the first song isn't mixed right!)
Listen to this mixtape on Whiteboard Journal's Mixcloud.
01. Juniore - Le Canniballe
02. Omni - Wire
03. Mocky - Upbeat Thing
04. Gun Outfit - Another Human Being
05. Connie Converse - Trouble
06. El Michels Affair - Verbal Intercourse
07. Blonde Redhead - 3 o'clock
08. The Underachievers - Gold Soul Theory
09. Monster Rally - Lovely You
10. Entrance - I'd Be A Fool
11. Alice Coltrane - Om Shanti
Lingkaran, sebuah inisiatif berbasis di Jakarta menggelar sebuah kegiatan bernama Storytelling Days yang didedikasikan untuk merayakan World Storytelling Day. Diadakan di dua kota, yakni Bandung dan Jakarta, acara ini menghadirkan beragam narasumber yang memiliki sudut pandang dan kaya referensi dalam menyampaikan suatu cerita.
Untuk acara yang akan digelar di Jakarta, Lingkaran mengajak 3 orang untuk 3 sesi berbeda untuk memperkenalkan cara baru dalam menceritakan suatu gagasan sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Di sesi pertama, Bayu Maitra akan memberikan kelas tentang mengubah suatu cerita menjadi sebuah konten berupa cerita pendek non fiksi dengan teknik Lalu selanjutnya terdapat Atika Sakura yang akan menjelaskan bagaimana suatu cerita dapat tergambarkan melalui raut wajah dengan
Terakhir, Aryo Adhianto aka A Fine Tuning Creation akan membagi sesinya menjadi 2, yakni ‘Their Voice’ dan ‘My Voice’ untuk mengeskplorasi cerita melalui penampilan unik yang memuat, visi dan suara (cerita).
Registrasi langsung di sini.
Info lengkap hubungi
-
Conclave
Jl. Wijaya 1 No. 5C
10:00-13:00
Kapasitas 20 orang
14:00-17:00
Kapasitas 20 orang
19:00-21:00
Kapasitas 20 orang
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?