Latest stories

11.04.17

Potret Hubungan Manusia dan Hewan dalam ‘A Trunk and other Tails’

Sebuah visual yang dihasilkan oleh foto dapat merepresentasikan obyek dan menjadi medium komunikasi-naratif. Dalam sebuah pameran fotografi berjudul ‘A Trunk and other Tails’, Dilla Djalil-Daniel berusaha menceritakan kisah 4 hewan yang menjadi ‘alat’ manusia. Masing-masing mewakili tempat yang ia kunjungi dan masyarakat yang berhubungan langsung dengan hewan-hewan tersebut. Dalam karya visualnya tersebut ia menghadirkan potret anjing sebagai gembala, gajah dan keledai yang menjadi alat angkut, dan hidup orang utan di penangkaran. Dilla Djalil menghadirkan cerita hewan dan para pengasuhnya pada setiap bingkai yang ia pamerkan, lengkap dengan ilustrasi musik yang menggunakan biola dan denting piano liris serta ruang khusus yang menampilkan visualisasi video siluet naratif dengan narator seorang anak perempuan. Mengambil nuansa hitam-putih di setiap gambar dan mengutip Robert Frank pada catatan di katalognya, Dilla Djalil ingin memberi tekanan tentang harapan dan keputusasaan. Hewan-hewan tersebut mengalami ketergantungan dan sudah menjadi bagian hidup masyarakat yang berhubungan dengannya. Dengan cermat, Dilla menangkap kegiatan memberi makan, mengembangbiakkan, dan kegiatan lain yang mencerminkan kehidupan masyarakat dengan hewan peliharaannya pada satu simbiosis yang kompleks. Rencananya, keuntungan dari pameran dan penjualan photobook akan disumbangkan ke beberapa yayasan di 4 negara yakni Friends of Asian Elephants, Yayasan IAR Indonesia, Animals Nepal, dan Mdzananda Animal Clinic. Venue: Dia.Lo.Gue Artspace Jl. Kemang Selatan 99 a Jakarta 12730 Exhibition Period (Open for Public) 30 Maret – 16 April 2017 9:30 - 18:00

11.04.17

Tes Ombak Studio Ghibli pasca Hiatus

The World of Ghibli Jakarta bisa jadi kabar bahagia untuk banyak penggemar Studio Ghibli, tidak cuma di Jakarta, tapi juga di Indonesia. Rangkaian acara ini akan terdiri dari tiga fase dan pemutaran 22 film Studio Ghibli di 45 layar bioskop di Indonesia. Pertama adalah pemutaran lima film all time favorite karya Hayao Miyazaki selama lima bulan ke depan yaitu: Spirited Away, My Neighbor Totoro, Ponyo, Princess Mononoke, dan Howl’s Moving Castle yang akan ditayangkan bergilir dari bulan April-September 2017. Menonton film-film Ghibli tentu menjadi sesuatu yang istimewa untuk penggemarnya di Indonesia. Bagaimana tidak, film-film Ghibli hampir tidak pernah diputar di bioskop-bioskop tanah air. Sehingga untukk kita-kita di Indonesia yang terbiasa menikmati warna-warni cerita film Ghibli via vlc media player, askes menontonnya di bioskop menjadi suatu kemewahan tersendiri. Belum cukup dengan lima film yang ditayangkan selama lima bulan ke depan, The World of Ghibli Jakarta juga menggelar pameran yang akan memajang berbagai hal dari set film-film Ghibli yang ikonik. Mereka semacam ingin memanjakan penggemarnya lebih lagi dengan membawa mereka masuk ke dalam dunia Ghibli yang magis. Pameran ini kemudian juga menjadi fase kedua dari rangkaian acara tersebut dan berlangsung dari 10 Agustus-17 September 2017. The World of Ghibli Jakarta ini kemudian akan ditutup dengan pemutaran 22 film Studio Ghibli sampai Maret 2018. Di sisi lain, rangkaian acara ini juga bisa dilihat ajang Studio Ghibli untuk menguji antusiasme pasar Indonesia terhadap film-film Studio Ghibli mengingat Studi Ghibli kini sedang melakukan proses developing pasca hiatus 2015 lalu. Sambutan hangat terhadap The World of Ghibli juga dapat dikatakan sebagai lampu hijau bagi pasar Studio Ghibli di Indonesia nantinya. Tapi terlepas dari apakah pameran besar-besaran Ghibli di Indonesia ini hanya sekadar untuk memuaskan kerinduan para penggemarnya di Indonesia atau memang ajak cek ombak, kapan lagi bisa nonton film Ghibli di bioskop?

Bamboo Twist
11.04.17

Elektro Disko Mix

An altered version of EDM with stuff from the legendary Italo producer, Giorgio Moroder to the contemporary synthpop group, Holy Ghost! Listen to this episode of Bamboo Twist on Whiteboardjournal.com's Mixcloud page. 1. Humphrey Robertson - Don't Stop Loving Me 2. Limahl - Never Ending Story 3. Rygar - Star Tracks (Dance Version) 4. Sharon - Touch Me Baby (Special Disco Version) 5. Holy Ghost! - Dumb Disco Ideas 6. Space - Magic Fly 7. New Order - Blue Monday '88 8. Giorgio Moroder - Racer 9. Telex - Moskow Diskow (French Extended Version)

10.04.17

Jelajah Spektrum Warna Heals

Dengan hanya bekal satu lagu berjudul “Void”, Heals mengemuka menjadi salah satu yang paling ditunggu dari Bandung post-2010’an. Tapi tak ada heran disitu, karena secara disonan dan komposisi, Alyuadi beserta kawan-kawan muncul dan mengisi kekosongan di irisan antara fans shoegaze dan alt-rock yang ternyata cukup besar dalam jumlah penggemar. Dan tentu tak hanya itu, nyatanya mereka mampu mengisi ceruk tersebut dengan kualitas yang mencukupi - kalau bukan lumayan, buktinya bisa dilihat pada angka nyaris empat puluh ribu plays di track "Void" yang mereka unggah 21 September 2014. Tiga tahun berselang, Heals memperpanjang usia mereka dalam album penuh pertama berjudul “Spektrum”. Berisi 10 lagu, album ini memasukkan “Void” dan “Wave” yang sempat keluar sebagai pengisi penantian menuju album. Dirilis bersama record label senior, Fast Forward Records, album ini bisa didapatkan sejak Minggu, 9 April 2017 dalam bentuk fisik dan digital. Jika “Void” telah menempatkan titik yang cukup tinggi pada ekspektasi kualitas karya Heals, album ini menjawabnya hingga tandas. Heals mengambil jarak yang cukup signifikan dengan shoegaze/post-rock ala Bandung kebanyakan. Alih-alih mengawang, album ini banyak berisi lick tajam (bahkan beraroma techy di beberapa part) yang akan mendapat penjelasan saat melihat latar belakang personilnya yang juga bermain di proyek musik metal (Alyuadi bermain di Caravan of Anaconda dan Deathless, Octavia bermain di Worthless Unit). Dan dengan itu, “Spektrum” bergabung bersama "Saudade" dari Annie Hall yang cukup distingtif diantara tren crossover shoegaze yang cenderung gitu-gitu aja sekarang. Dengarkan albumnya berikut.

10.04.17

Portofolio: SWG Design

Portofolio adalah salah satu fitur pada kolom Focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Kali ini kami mengangkat studio desain SWG Design dari Jakarta yang melihat desain grafis sebagai sebuah strategi dalam berbagai hal setiap harinya.

08.04.17

Pulang Kampung bersama Deugalih

Sejak pertama kali mendengar gubahan puisi "Buat Gadis Rasyid" dari Chairil Anwar yang diterjemahkan menjadi lagu yang indah oleh Galih di awal tahun 2000an, sulit untuk tidak tertarik dengan karya-karya lain bikinannya. Terasa ada nuansa grunge yang bersembunyi di balik serak tarikan suaranya, namun jelas jalan yang Galih ambil bukan untuk menjadi martir genre yang meneriakkan "grunge harga mati", ia memilih jalan yang lebih sunyi, namun memiliki jalan yang jauh lebih terang di hati. Alih-alih mengeksplorasi karakter suaranya yang seolah diimpor langsung dari Seattle, ia mendekatkan diri dengan tanah lahirnya, dan menyanyikan lagu tentang bumi yang menopang pijak kakinya. Setelah merilis album Deugalih and Folks di tahun 2015, akhirnya ada karya baru dari Galih. Kali ini ia tampil sendiri bersama gitarnya menyanyikan lagu-lagu yang ada di kepalanya. Ini jelas adalah hal yang patut dirayakan, karena memang sejatinya, kualitas terbaik Galih ada di saat-saat seperti ini. Tulus dan jujur yang merupakan warna terbaik darinya bisa lebih terasa, dan dengan itu, indah sekali lagi ada. Sebagai pembuka menuju album yang rencananya akan dirilis pada 22 April mendatang, Deugalih merilis satu lagu berjudul "Di Kampungku" yang mengingatkan pada lagu lagu Franky Sahilatua. Simak lagunya berikut:

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.