Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Creating his own ‘storylines’ within the Russian music scene is one way of describing Kuznetsov or Antoha MC’s (as he’s better known) unconventional yet offbeat new energy in it. Taking his music into a way of telling the story of everyday experiences, Kuznetsov describes his process as “(getting) rid of all the superfluous stuff and transform the raw material into what’s really necessary.”
A combination of dream-like vibrations, combined with a realist composition into the rhythms of his inspirations, Kuznetsov shows the world just how much positive vibrations may be channeled through music that speaks about everyday muses—books, travels, moods created by a balanced lifestyle, and so on. Safe to say that Kuznetsov’s music is a literal ‘soundtrack’ to daily life, as he delivers his sincere and uplifting energy into each note.
The fresh, unique, yet enjoyable works of Kuznetsov may be a worthy alternative to the usual cliche rap, as his transcendent twist on rap can take his audience not only on an uplifting trip, but also a journey of nostalgia through the lyrics.
Melalui submisi open column-nya, Azizi Al Majid berbagi mengenai seni, kajian di dalamnya serta bagaimana pengalaman estetik bisa menambah pengalaman saat mengapresiasi karya seni.
Homoerotic, gay pride, and celebration of sexuality are definitely the highlight of Nicola Formichetti’s Nicopanda with the Tom of Finland Foundation. The collaboration that launched in accordance with the NYC Pride LGBT March, accompanied with a look book that shows just how much the issue can be turned into a creative work of art, not only for gay men but also for anyone.
The collaboration may also be a visual realization of how the taboo-ness of something homoerotic that is usually deemed as a controversial subject can actually be poured into a creative framework and turned into an enjoyable piece of art. Perhaps the work may also be seen as a fresh new intake on what would normally be considered ‘graphic’ or ‘sensual’ in terms of fashion illustrations, since the featured patches and tees embracing erect men would definitely be an interesting new sight for the eyes.
Kecintaan Riyanni Djangkaru pada alam membuat dirinya tergerak untuk menjaga dan mengajak publik untuk ikut memelihara alam dan menjalani sustainable travel. Kami bertamu dan mengobrol dengannya perihal segmented tourism, kampanye #SaveSharks dan konservasi alam.
Mendengar kata “diva,” ada 2 makna yang langsung terlekat padanya. Pertama adalah kata benda berupa penyanyi perempuan yang glamor, kedua adalah kata sifat yang diambil berdasarkan karakter penyanyi perempuan yang dielu-elukan tersebut. Lantas ketika sebuah bertema marak ditemui di klub-klub, wajar jika lagu yang diputar adalah lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Madonna, Mariah Carey, dan tidak lupa Whitney Houston. Hal tersebut pula yang ingin dicoba oleh Videostarr. Setelah sukses dengan Time After Time After Time, kali ini mereka hadir dengan bernama CherryBomb!
Menggunakan tema kali ini 4 orang sekawan di balik inisiator deretan inklusif ingin membuat pada pemahaman publik terhadap kata “diva.” Alih-alih sekadar menghadirkan lagu diva yang kita ketahui, mereka ingin menekankan kata “diva” sebagai kata sifat. Kami berkesempatan untuk menanyakan maksud CherryBomb dan meminta 5 lagu diva versi Videostarr.
seperti pada umumnya?
Lewat CherryBomb, kami mencoba untuk mengangkat lagu-lagu diva dengan kemasan dan interpretasi ala Videostarr. Kami ingin memberi pada pemahaman bahwa diva itu tidak melulu penyanyi wanita glamor, tapi lebih nunjukin kalau Lagipula, diva bukan penyanyi perempuan saja kok.
Lewat CherryBomb, kami mencoba untuk mengangkat lagu-lagu diva dengan kemasan dan interpretasi ala Videostarr. Kita ingin memberi pada pemahaman bahwa diva itu tidak melulu penyanyi wanita glamor, tapi lebih nunjukin kalau diva sendiri itu juga dapat diartikan kedalam beberapa aspek, dari sehingga seseorang yang mengekspresikan dirinya dengan penuh percaya diri tanpa pengaruh dari orang lain. Jadi menurut kami, diva itu tersirat dari persona yg dibawa seseorang, dan di dunia musik, persona tersebut muncul baik di musisi pria maupun wanita, sehingga diva sepatutnya tidak memandang gender.
?
Karena tidak harus ada batasannya dan kami ingin me- benang merah dengan lain kita. Layaknya lagu-lagu pada Time After Time After Time, banyak lagu yang dibawakan oleh para diva ini dikesampingkan di acara dansa. Mereka sudah diasingkan ke kategori karaoke padahal kebanyakan lagu mereka sangat bisa dinikmati di acara dansa.
Madonna - Holiday
Tina Turner - Love Explosion
George Michael - Careless Whisper
Ariana Grande - Focus
Titi DJ - Sang Dewi
Karena mereka lintas era, genre, gender dan
-
Rawdeal
Klapr
Ankka
Kamis, 29 Juni 2017
Lucy in the Sky
21:00
A feast for the eyes is certainly one way of describing this 2014-released film directed by Jon Favreau, which also stars himself. A journey of passion, dream chasing, all in the midst of a mid-life-crisis-led epiphany, Favreau takes us diving into a world of culinary creativity, while showing us how equivalent to art food may be, and also how ageless passion is.
Favreau definitely did his homework by turning himself into a seemingly experienced cook with what anyone would guess to be years of experience, which came just as natural as the dimensions of emotions that the film tried to show. Following the titular Chef’s struggles in getting back onto his feet after being publicly humiliated and fired from his job, this one would probably make you think twice about settling for just about anything.
Overall, Chef makes a pleasing delivery of its storyline, which is further ‘spiced up’ by its choice of soundtracks (that you probably would feel like dancing to), and of course with generous amounts of screen time for the seemingly savory delights featured in it. Be careful not to watch it on an empty stomach though!
Chef (2014)
Directed by Jon Favreau
Synopsis: Chef follows the journeys of a struggling chef trying to re-explore his love for cooking, while also juggling the ups and downs of his personal life.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?