Latest stories

09.07.17

Kembalinya Keuken 2017

Sebuah kesempatan baru untuk bergabung dengan sesama penikmat festival masak-memasak atau simply makan-makan saja. Keuken edisi ke-8 tahun ini kembali datang mewarnai skena kuliner Bandung sekaligus meramaikan suasana dengan berbagai kreasi lezat yang bisa memuaskan segala selera bagi para pencari sensasi makanan baru. Selebrasi akan eksplorasi rasa-rasa baru yang akan menghidupkan ruang publik di Bandung ini memang menjadi suatu festival yang wajib disimak dari tahun ke tahun. Episode kali ini, Keuken kan diadakan di Arcamanik Driving Range Bandung pada 6 Agustus mendatang, jadi jika ingin mengisi waktu luang di Bandung sekaligus mencari hiburan menggugah selera, maka inilah acara yang ditunggu-tunggu.

08.07.17

Kelahiran Kembali Elektroakustik Jocy de Oliveira

Sebuah kelahiran kembali dari karya legendaris yang layak disimak. Sebagai sebuah ‘harta karun’ yang telah tersembunyi sekian dekade lamanya, Estorias Para Voz, Instrumentos Acusticos e Eletronicos yang semula dirilis tahun 1981 di bawah label Blume ini mungkin menjadi momentum yang dinantikan untuk kembali menjadikan karya elektroakustik ini sebuah sorotan. Sebuah komposisi dari berbagai bagian yang ‘multiwarna’, karya Oliveira ini memang mencakup begitu luasnya jangkauan emosi yang ingin disampaikan dalam tiap dentingan, dan menampilkan kompleksitas dari Oliveira sendiri yang menampilkan warna-warna multikultural, idealis, dan bebas. Mungkin kini muncul pertanyaan akan kemampuan Estórias dalam menembus regresi dari dimensi perubahan oleh waktu. Meski begitu, kiranya memang harus ada optimisme lebih untuk menjawabnya. Komposisi elektroakustik yang disajikan Oliveira tidak hanya sebatas berhenti pada nada dan irama dari gabungan berbagai instrumen saja, namun merupakan realisasi dari kemampuannya dalam bercerita dan mengikutsertakan berbagai elemen sosial, seperti jejak-jejak suara dari komunitas imigran di Sao Paulo yang memang dijadikan sebagai salah satu inspirasi. Kemampuan Oliveira dalam menyatukan berbagai komponen berwarna ini kedalam alunan unik dan berkarakterlah yang mungkin menjadikan Estórias sebagai sebuah karya seni yang dirindukan. Ia bisa juga menjadi pembuktian bahwa seni memang tidak mengenal batas, baik batas peraturan, kultur, maupun waktu.

08.07.17

Beautiful Loneliness with Mac Ayres

Loneliness is indeed beautifully captured in Mac Ayres’s "Lonely" single to be added to his upcoming EP, served with just the right amount of jazz and soul. A smooth-vibe sound that is further spiced up with the New York instrumentalist and producer’s vocals, the soothing beats and relaxed pace will certainly not keep the ears lonely. Even so, Ayres’s take on loneliness still may stir some emotions despite its gentle strides. This song may be the needed chill-jam of the summer as a reminder to take it easy, and to slow down your pace. In spite of the theme it brings up, Lonely may actually be a good company for the soul. Ayres’s take on how jazz and soul should meet for the perfect summer treat definitely doesn’t disappoint, as Lonely only intensifies the excitement and anticipation for his EP, Drive Slow.

07.07.17

Gimme 5: Andika Surya

oleh: Muhammad Faisal Andika Surya dikenal sebagai gitaris dari unit chaotic-hardcore, ALICE dan kini dengan moniker barunya, Collapse yang bermain indie/alternative rock. Namun ternyata di luar itu, Dika menggemari musik buatan Frank Ocean. Kali ini, melalui Gimme Five, Andika menuturkan lima lagu terbaik Frank Ocean versinya. Berikut adalah daftar lengkapnya. Setelah melihat tweet dari Tyler The Creator yang merekomendasikan lagu ini, saya langsung dengerin dan ini lagu pertama yang membuat saya jatuh cinta sama album Blond(e). Aransemennya lembut, part pianonya hypnotize banget. Saya repeat 8-10 kali sebelum move on ke lagu berikutnya. Dan hanya Frank Ocean yang bisa memanggil Beyonce untuk dijadikan backing vocal di lagu ini. Bagian lagu hanya layer-layer suara latar saja, gak terlalu dipaksakan namun on point. Di samping itu otak di balik lagu ini adalah Pharrell jadi gak diragukan lagi kualitasnya Klasik. Biasanya akan terasa aneh untuk pengalaman pertama kali mendengarkan lagu Frank Ocean, namun setelah yang kedua kali akan bikin ketagihan; apalagi opening piano + beats-nya buat saya itu memorable banget, dan ending di verse bagian 1 itu ngena banget. Di samping itu Frank Ocean mereferensikan sutradara favorit saya, Gaspar Noe di lirik verse bagian 1. Lagu ini pun menjelaskan mengenai sexual identity dia. Pertama kali denger lagu ini saya skip karena terlalu stagnan. Tapi setelah diulang-ulang saya makin suka dan ternyata letak keindahannya itu ada di kestagnanan itu sendiri, plus liriknya yang kuat. Entah kenapa secara emosional saya terkoneksi dengan lagu ini. Oiya, jangan lupakan kalo lagu ini adalah lagu putus cintanya dia dengan seorang model. Emo shit. Pertama kali dikenalkan sama Frank Ocean ya lewat lagu ini. Lagu yang membuat saya jatuh cinta sama dia. Yang bikin saya melongo dan melamun yaitu dari departemen liriknya yang deep banget; ketika dia melakukan sebuah pengakuan pada supir taksi di kursi belakang taksi mengenai cinta dia dengan seorang pria yang bertepuk sebelah tangan. Lagu ini dibagi menjadi 3 bagian yang nuansanya berbeda-beda. Di verse bagian 2 adalah part paling ajaib dari lagu ini. Ketika beat switch drop saya langsung merinding. Dan di sini Frank Ocean benar-benar explore sampai struktur lagu dan beat yang non-tradisional. Menurut saya ini lagu paling powerful di album Blond(e) dari segi musikalitas dan lirik.

07.07.17

Rich Chigga Meets Nardwuar

Nardwuar, the infamous Canadian interviewer meets with Indonesia’s viral rap sensation Rich Chigga to talk about rubik’s cubes, his neighbor’s goats, his former child-star sister, and finally his escalating carrier. By also presenting the teenaged Indonesian rapper with various gifts from a gangster-style ring to a record of tracks from Indonesian retro musicians, Nardwuar takes viewers to a deeper and more personal side of Rich Chigga. Nardwuar's comedic approach and sudden burst of questions and information on the rapper’s previously unknown personal details certainly compliments Rich Chigga’s rather chilled and cool persona. Rich Chigga also explains his preference to rap in English rather than Indonesian, since he feels that it’s a better way of expressing things. Even so, the rocketing rapper’s constant gain of attention through the Internet still undoubtedly does one hell of a job bringing the Indonesian music scene into worldwide recognition.

Bamboo Twist
07.07.17

Dem Wicked Tune

Dis muzik to make yuh life irie 1. Jahvillani - Mouth BadMan 2. Mr. Vegas - Bruk It Down 3. Foxy Brown - Fast Car 4. Diana King - Shy Guy 5. Spice - So Mi Like It 6. Macka Diamond - Dye Dye 7. Shabba Ranks - Ting A Ling 8. Beenie Man - Who Am I 9. Buccaneer - Classical Party 10. Sizzla - To The Point 11. Mad Cobra - Dis Dem Anyweh 12. Tony Matterhorn - Dutty Wine 13. T.O.K - Shake Yuh Bam Bam 14. El Medico & Million Stylez - Miss Fatty 15. Patra - Queen of The Pack

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.