Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Semenjak merilis manga “Tephlon Funk” pada tahun 2015, Stephane Metayer, sang pembuat manga, telah berhasil menarik perhatian Willow Smith dan rapper Nas. Komik ini sendiri terinspirasi oleh Nas, di mana latarnya menggunakan kampung halamannya, yaitu Queensbridge. Setelah melihat kesuksesan manganya, Metayer ingin membawa karyanya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu menjadikannya menjadi sebuah anime.
Metayer pun bekerja sama dengan D’Art Shtajio untuk membuat sebuah animasi Animasi 50 detik itu diharapkan akan mendapatkan perhatian studio-studio besar yang mau menjadikannya sebuah anime Jika Metayer berhasil, “Tephlon Funk” akan menjadi anime pertama yang berlatar belakang di kota New York, dan juga yang pertama di mana karakter utamanya adalah orang kulit hitam. ini sendiri kurang lebih hanya mengenalkan empat karakter utamanya, yaitu Gabriel, Cameron, Giselle, dan Inez. Keempat karakter tersebut dipamerkan melewati adegan-adegan aksi seperti membawa pedang, pistol, dan kehebohan lainnya.
Karena berlatar belakang di Queensbridge, manga ini menyentuh tema-tema kehidupan urban dan tentunya hip hop, maka tidak heran jika banyak penggemarnya yang membandingkan tersebut kepada “Samurai Champloo”dan “Cowboy Bepop”.
Macao adalah destinasi wisata yang penuh dengan situs bersejarah dan subkultur beragam. Kami menelusuri beberapa titik menarik di Macao dengan daya tarik urban untuk para wisatawan yang mencari pengalaman unik dalam waktu 7 hari. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.
Sebuah terhadap kejayaan skena musik Indonesia di era 60-90an ini mungkin bisa menjadi yang ditunggu-tunggu bagi penggemar musik lokal lawas yang sering merasa berada di dekade yang salah. Dengan tema “Merayakan Karya Guruh Sukarno Putra,” Malam Gembira menampilkan segelintir lagu-lagunya yang di antaranya dinyanyikan oleh beberapa musisi muda seperti Glenn Fredly, Kunto Aji, Bonita, Aimee Saras, dan masih banyak lagi, namun tidak lupa dengan turut menampilkan beberapa penyanyi asli dari lagu-lagu legendaris tersebut seperti Vina Panduwinata, Djajusman Djoenoes, Tika Bisono, Bornok Hutauruk, dan Keenan Nasution.
Sensasi bernostalgia dengan sederet lagu yang turut meromantisasikan ragam karya Indonesia yang hampir hilang tergerus zaman ini juga diramaikan dengan penampilan dari Swara Maharddhika yang jejaknya sudah melegenda, dan masih ada beberapa nama lainnya seperti Irama Nusantara & Semarak Nada serta Kinarya GSP. Dengan berusaha memadukan audiens mulai dari kaum muda yang memiliki kecintaan pada era lawas musik lokal hingga generasi sebelumnya yang ingin menostalgiakan masa muda yang memang dihiasi judul-judul karya yang ditampilkan, Malam Gembira bisa menjadi bukti bahwa kejayaan musikal lawas yang dirayakan disini menjadi lintas batas waktu.
-
Jum’at, 18 Agustus 2017
The Pallas, Fairgrounds
18:30
Barangkali tanggapan pertama hanya dari membaca judul dokumenter singkat ini berat dengan prejudis ketabuan. Namun kenyataannya animasi singkat karya Lori Malepart-Traversy ini jauh dari penggambaran-penggambaran sensual ataupun frontal secara seksual. Yang akan ditemukan hanyalah animasi lugu bernuansa merah muda yang dengan secara komikalnya menjelaskan sejarah dan kultur yang menyangkut organ seksual perempuan yang menurut Le Clitoris tujuannya hanyalah untuk kenikmatan.
Bisa dikatakan dokumenter ini menghantar siapapun yang menontonnya, khususnya perempuan, untuk mendapat informasi unik yang mungkin atau tidak dapat berguna di kemudian hari. Pembahasan bergambar mengenai organ klitoris, yang semula pasti disangka hanya akan berbau sensualitas dan ketidaksenonohan oleh banyak orang, justru secara alami, cukup komedik, dan cantik berhasil dilakukan oleh Lori.
Mungkin justru dapat menyulut suatu rasa penasaran akan mengapa sulit sekali sepertinya mengangkat tema yang seharusnya menjadi bagian dari kealamian anatomi manusia kepada publik karena terlalu cepat dinilai sebagai sesuatu yang tabu atau terlarang. Karena justru dengan mengabaikannya, mungkin kita akan melewatkan informasi penting yang dapat menghantarkan kita pada suatu kunci akan sebuah kenikmatan yang siapa tahu bisa menjadi serbaguna tersendiri.
Sutradara: Lori Malepart-Traversy
Sinopsis: Sebuah dokumenter singkat yang menjelaskan sejarah dan budaya tentang organ klitoris pada perempuan.
Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu black metal, grindcore hingga hardcore untuk semangat tambahan di awal pekan.
01. Avhath - Eulogy
02. Caravan of Anaconda - Threatening Vertigo
03. Dead Vertical - Trapped in The Shadow
04. Deadly Weapon - New Noise (Refused Cover)
05. Disfare - Vein
06. Hellucinate - Savage Fucking Madness
07. Pure Wrath - Clouds Retiring
08. Tersanjung 13 - Jangan Lakukan di Rumah
09. Ancient - The Impaler
10. Terapi Urine - Agar Ku Selalu Tenar
Pada bulan Juli kemarin, para pendatang Comic Con di San Diego ditunjukan trailer terbaru dari reboot film horor “It”. Trailer ini merupakan yang paling detail sejauh ini, menunjukan lebih banyak adegan dan memberikan lebih banyak klip tentang sang antagonis, Pennywise.
Seperti yang diperlihatkan di dalam trailer kedua ini fokus kepada sebuah kelompok anak muda yang akan bertemu dengan sosok kejahatan yang besar di dalam kota fiksional Derry, Maine, di mana banyak kasus anak-anak yang menghilang. Ada sedikit kekecewaan terjadi untuk para penggemar Stephen King. Di dalam salah satu adegannya yang ikonik, yaitu saat Georgie bertemu dengan Pennywise di dalam selokan, Pennywise akan mengatakan dialog dengan intonasi yang berhasil menghantui sebuah generasi. Anehnya, di trailer tersebut terlihat Georgie yang mengatakannya, dan hasilnya tidak begitu
Walau begitu, banyak yang memprediksi dari trailer tersebut bahwa reboot ini akan menjadi peningkatan dari originalnya pada tahun 1990. Satu hal yang pasti adalah horor yang digunakan akan berbeda dari sebelumnya. Alih-alih hanya menggunakan monster dan hantu, Andres Muschietti, sang sutradara ingin mencari rasa takut yang lebih dalam, seperti trauma masa kecil.
Film “It” mulai rilis di Amerika Serikat pada 8 September.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?