Latest stories

Stereo Strange
25.08.17

It Moves

10 wonderful film scores to listen to this weekend. 01. Jon Brion - Theme (Eternal Sunshine of the Spotless Mind) 02. Thomas Newman - Stoic Theme (Shawshank Redemption) 03. Antonio Sanchez - Doors and Distance (Birdman) 04. Joe Hisaishi - Theme (Howl's Moving Castle) 05. Alfred Newman - Love Theme (The Robe) 06. Ravi Shankar - Theme Music (Pather Panchali) 07. Shigeru Umebayashi - Yumeji Theme (In the Mood for Love) 08. Luiz Bonfa - Samba de Orfeu (Orfeu Negro) 09. Henri Mancini - Love Theme (Romeo and Juliet) 10. Ennio Morricone - Love Theme (Cinema Paradiso)

24.08.17

Pacific Daydream

Setelah mengeluarkan “Feels Like Summer” pada bulan Maret yang lalu, sudah ada spekulasi bahwa unit alternative rock Weezer akan merilis album ke 11-nya pada tahun ini. Rumor-rumor yang berterbangan akhirnya diberi klarifikasi oleh band asal Los Angeles ini dengan memberi tahu nama albumnya serta tanggal perilisannya, yakni Pacific Daydream yang akan rilis pada tanggal 27 Oktober. Untuk mempromosikannya Weezer juga merilis video musik untuk kedua dari album tersebut, “Mexican Fender”. Pacific Daydream disebut-sebut akan melanjutkan palet suara yang telah dibangun di album sebelumnya, The White Album. Suasana pantai dan musim panas pada album yang rilis pada taun 2016 itu berhasil membuat fans lama Weezer dan juga para kritik kembali mencintai band ini. Walaupun begitu, Weezer berencana untuk sedikit bereksperimen dengan suara ini dan menambahkan unsur-unsur baru kedalam Pacific Daydream. Suara ini bisa terdengar di dua lagu terbarunya, “Feels Like Summer” dan “Mexican Fender”. Kedua lagu ini mempunyai suasana pantai dan autentisitas California yang dicampurkan dengan hawa psychedelic dan bedroom pop. “Mexican Fender” terdengar lebih cocok dengan suara baru ini, dan “Feels like Summer” masih terasa setengah matang. Tentu saja setiap eksperimen akan membawa pro kontra nya sendiri. Dan ketahuilah bahwa hari di mana Weezer berhenti “mencoba-coba” adalah hari yang buruk bagi sejarah musik alternative. Pacific Daydream sudah bisa di pre-order pada link ini.

Column
24.08.17

Nick Drake: Keajaiban Upacara Pemakaman

Pada tulisan pertamanya di column, Galih - biasa dikenal sebagai Deu' Galih - menuliskan mengenai kisah hidup singer/songwriter legendaris asal Inggris, Nick Drake. Dimana Galih menelusuri masa lalu Nick Drake melalui buku karya Patrick Humphries yang diterjemahkan oleh Al Mukhlisiddin, dan menemukan jawaban serta pertanyaan baru mengenai jalan hidup seorang seniman.

23.08.17

Lokasi Baru Project ••||| Chapter One

Kolektif artis musik elektronik dan seni visual asal Bali, Project23, berencana membawa konsep baru ke dalam skena musik Indonesia. Dengan keyakinan bahwa proyek ini akan menyuguhkan setiap karya secara objektif, unit ini akan ‘menyembunyikan’ identitas para talenta yang akan tampil. Selain itu, mereka juga akan menjadi eksplorasi berbagai lapisan genre musik yang mewarnai skena lokal, termasuk melodisasi dari sebuah suara. Dengan konsep ini, Project23 akan melakukan pertama mereka yang mereka namakan “Chapter One”. Ajang ini akan mengundang musisi elektronik lokal seperti Zat Kimia dan Pariwisatan, serta talenta Jakarta yang sudah terkenal seperti Jonathan Kusuma dan Kimokal. Lalu akan ada juga instalasi seni dari APE, Gentur Suria, JNS & Bimo, dan Johny Grim & Sawda Muzlama. Project23 “Chapter One” akan diadakan pada tanggal 2 September, mulai dari pukul empat hingga tengah malam. Walaupun sempat mengalami kendala di lama mereka yakni Gate 88, Project23 akan tetap lanjut dijalankan di venue baru mereka yaitu Allcaps Graffiti Gallery and Park di Jalan Raya Canggu. Facebook Instagram

23.08.17

Awaiting Everything Now

The long wait for brand new sounds from Arcade Fire, whose last album was well received back in 2013, finally reaches its end. The announcement for the upcoming album Everything Now finally draws some sense into the speculations over the buildup that had been created recently, such as a redirection from their website into a mysterious live-stream and a Tweet signaling the arrival of an “infinite content.” The titular song itself is said to speak of the now-ness of life. How there should be a captured sensation of living in the now, in spite of all its flaws and for all its glory. Certainly an up-to-date rendition of celebrating the present, Everything Now definitely spreads the always-sought-after feeling of embracing life as it is. Perhaps this very vibrant emotion spread with each tune is just what’s worth anticipating their return for.

23.08.17

Melampaui Realita bersama Agan Harahap

Agan Harahap ialah seniman visual kontemporer yang bergerak di bidang manipulasi foto. Karya-karyanya sukses viral, menggegerkan, dan tak jarang mengelabui banyak pihak. Whiteboard Journal menemuinya di kediaman pribadi sekaligus tempat kerjanya untuk membahas dunia digital imaging dan tantangan-tantangan yang dihadapinya.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.