Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Hendro Wiyanto merupakan seorang kritikus dan kurator independen. Tahun ini, ia terlibat sebagai salah satu kurator di Jakarta Biennale 2017. Whiteboard Journal berkesempatan menemuinya untuk membicarakan praktik kurator dan kritik seni hingga peran pameran biennale di Indonesia.
Dangdut hits jaman now only untuk kamu.
01. Sayang by Via Vallen
02. Konco Mesra by Nella Kharisma
03. Jaran Goyang by Vita Alvia
04. Cikibom by Della Monica
05. Kamu Kamu Kamu by Ayu Ting Ting
06. Pencuri Hati (Dangdut Version) by Ayda Jebat
07. Bang Jono by Zaskia Gotik
08. Tercyduk by Desy Ning Nong
09. Ayang Beip by Yanti Yuri
10. Cintaku Sekuat Tiang Listrik by Selvi Kitty
11. Kids Jaman Now by Vianty Arvy
12. E Masbuloh by 2 Unyu2
13. Goyang Dumang by Cita Citata
14. Aca Aca Nehi Nehi by Dadido
Tahun ini Jakarta Biennale melibatkan seniman performans, Melati Suryodarmo untuk menjadi Direktur Artistik sembari mengangkat konsep “Jiwa” sebagai gagasan artistiknya. Kami mengunjungi ruang pameran bersama beliau untuk melihat gagasan di balik karya dan komentar beliau mengenai tren selfie di ruang seni.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?