Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Laneway adalah salah satu festival musik besar di Asia Tenggara, dan untuk itu kami mencatat apa saja yang bisa dipelajari darinya untuk bahan diskusi bagi pengembangan gelaran musik lokal.
Gambaran akan kota Tokyo identik dengan ramainya orang-orang yang lalu lalang di antara gedung-gedung pencakar langit yang mengelilingi, seperti layaknya kota metropolitan modern pada umumnya. Namun, sebuah seri fotografi karya Tom Blanchford menunjukkan suasana Tokyo yang amat kontras, bahkan asing. Bertajuk "Nihon Noir," fotografer asal Melbourne ini seakan menyulap Tokyo menjadi kota layaknya film Blade Runner atau Ghost in The Shell.
Mimpi akan kota ‘masa depan’ dengan siluet-siluet bangunan yang tampak seperti mesin-mesin raksasa dianggap serupa dengan visi gerakan arsitektur metabolisme yang melanda Jepang tahun 1960-an. Di antara foto-fotonya, dapat ditemui bangunan-bangunan yang menjadi ‘monumen’ dari gerakan ini. Fuji TV Headquarters dan Shizuoka Press and Broadcasting Center yang dirancang oleh arsitek pelopor metabolisme, Kenzo Tange, diambil di malam hari dengan pencahayaan temaram dan juga lampu neon beraneka warna. Tidak ketinggalan juga foto dari Nagakin Capsule Tower karya Kisho Kurokawa, yang didaulat menjadi bangunan paling ikonik dari gerakan ini.
Selain itu, Blanchford juga menangkap sudut-sudut lain dari kota Tokyo dengan tetap mempertahankan skema dalam foto-fotonya. Tidak adanya aktivitas manusia dalam foto yang diambil di malam buta tersebut memberikan ketenangan yang misterius dan cenderung mengerikan. Melalui Nihon Noir, Blanchford membawa orang-orang untuk larut ke dalam sebuah dunia paralel di mana sebuah ‘kota modern’ digambarkan secara berbeda.
Sebagai komikus, Haryadhi dikenal luas lewat Kostum Komik yang hadir di dunia maya. Setiap komik strip yang diciptakannya menuai diskusi hingga perdebatan, karena ilustrasi jenaka nan kritisnya seringkali menyentuh isu yang sedang marak di antara publik. Whiteboard Journal menemuinya di sela kesibukan untuk membahas dampak sosial yang disampaikannya lewat ilustrasi.
Various electro-synth mix to chill and feel.
1. Love Love Love (Aeroplane Mix) by Low Motion Disco
2. Lovebird by RSS Disco & Sugarwater
3. Crystalised by Gorillaz
4. Forget Me Not by Ilya Santana
5. Prettiest Virgin by Agar Agar
6. Synchronize by Discodeine
7. Bruises (Juan MacLean Remix) by Chairlift
8. Let It Happen (Soulwax Remix)41 by Tame Impala
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?