W_LIST: Best Local Music of 2025 So Far
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Malang adalah salah satu kota yang menetapkan barometer musik lokal. Di kota ini, sejarah musik rock lokal tumbuh dan berkembang, Malang adalah salah satu tempat dimana musik underground hidup dan dihidupi, dan belakangan mencuat kembali dengan keberagaman musik yang segar dan menarik. Whiteboard Journal berbincang bersama salah satu pegiat scene sekaligus pelaku sejarah musik di kota Malang, Samack mengenai sejarah, dikotomi daerah-pusat hingga potensi yang ada disana.
Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemui Leila S. Chudori salah satu jurnalis yang mengemukakan fakta melalui fiksi untuk membahas perkembangan pers dan konsep kebebasan di Indonesia.
Bicara tentang identitas, fashion telah menjadi suatu medium untuk merefleksikan diri sejak ratusan tahun yang lalu. Banyaknya desainer muda yang kini bermunculan telah menghadirkan nafas baru dalam fashion lewat cara mereka mengolah pakaian berdasarkan inspirasi yang didapat dari lintas subkultur. Melalui karya dan pandangan mata dua orang desainer muda, Whiteboard Journal melihat bagaimana aspirasi fashion terkini.
Semarang sering luput dari radar youth culture yang terjadi di seputaran Indonesia. Padahal, di dalamnya juga terjadi pergolakan dan semangat yang sama dari anak-anak mudanya. Garna Raditya adalah salah satu sosok penting yang menghidupkan scene Semarang melalui aktivitasnya sebagai gitaris di dua band legendaris Semarang, AK//47 dan OK Karaoke. Whiteboard Journal berbicara dengan Garna yang kini tinggal di Amerika mengenai albumnya, serta pentingnya perkembangan literasi.
Pada 7 Oktober hingga 7 Desember 2016 mendatang, Indonesian Contemporary Art & Design menggelar pamerannya yang ke-7 dengan tajuk “Seven Scenes.” Dengan menggunakan ruang-ruang di grandkemang Hotel, pameran ini membuka pintunya selama 24 jam untuk mengajak pecinta seni melihat Kemang sebagai salah satu sudut kota yang mempengaruhi relasi yang terbentuk di masyarakat.
Di usianya yang masih sangat muda, Wregas Bhanuteja telah meraih berbagai pencapaian yang memukau. Kisah-kisah yang hidup melalui arahannya membawa nama bangsa dikenal oleh dunia. Melalui Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berbincang dengan Wregas mengenai Cannes, manifestonya hingga rencana film panjang pertamanya.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.