Latest stories

18.08.17

Gimme 5: Aditya Permana

DJ yang tergabung dalam kolektif Dekadenz ini memiliki referensi musik eksotis yang bisa didengarkan di kala ia tidak bekerja sebagai Music Director di beberapa restoran di pusat Jakarta. Khidja hingga Acid Arab adalah beberapa unit musik yang mengisi -nya saat tampil, namun pada episode Gimme 5 kali ini, kami menanyakan 5 lagu versinya. Salah satu karya terbaik dari Holger Czukay menurut saya. Setelah meninggalkan posisi di band Can, dia mengerjakan album dengan teknik manipulasi pita kaset dan Pertama dengar lagu ini saya bertanya bagaimana cara membuat musik seperti ini. Lagu bernuansa Timur Tengah yang romantis ini cocok didengarkan pada saat matahari terbenam ataupun terbit. Masih dari artis yang sama. Lagu ini bertempo lebih cepat dengan nuansa latin berpadu dengan rasa absurd dan komedik. Pertama kali dengar lagu ini waktu Senyawa melakukan konser di Jakarta tahun 2016. Dan lagu ini adalah lagu pembuka layar yg menutupi Wukir dan Rully di bagian awal konser. lagu yang selalu saya dengar sejak kecil mengingatkan saya akan saat bangun pagi dan harus melakukan kesibukan hidup. Cikal bakal lahirnya musik post-punk dan Nuansa dan dari lagu ini memberi inspirasi untuk mencari lagu-lagu setipe (apa jadinya kalau lagu setipe dimainkan di dalam satu ?) Mungkin ada yang mengerti, ada yang biasa aja atau mungkin jadi pesta ? Lagu aslinya ciptaan Burt Bacharach di- oleh band Inggris 'The Stranglers' (dengan vokalis pertama mereka Hugh Cornwell). Lagu patah hati yang diubah menjadi , dengan bagian solo hammond dan gitar yang panjang di tengah lagu. Sangat !! - Dengarkan Aditya Permana di sini.

16.08.17

Rupa Jakarta bersama Ade Darmawan

Dikenal sebagai salah satu pendiri ruangrupa, Ade Darmawan mengantongi bermacam pengalaman yang membuatnya diakui sebagai sosok mumpuni di dunia seni rupa, khususnya kontemporer. Whiteboard Journal menemui Ade untuk membahas persepsi kontemporer dalam seni rupa, hingga sustainability di dalam skena.

15.08.17

OK. Pangan

Sejak tanggal 23 Juli hingga 16 Agustus 2017, OK. Video menggelar pameran rutinnya, dengan tajuk “OK. Pangan.” Berisi paduan audiovisual hingga performance art, gelaran ini mengajak publik untuk menelaah isu politik pangan dengan beragam sudut pandang untuk melihat pangan tidak hanya sebagai kebutuhan, tapi sebagai medium dengan sejarah kebudayaan, mencakup sosial, budaya, hingga ekonomi.

11.08.17

Gimme 5: Glen Nanlohy

Jika biasanya saat bertemu seorang DJ atau Music Director, pertanyaan yang disiapkan adalah tentang referensi lagu, kali ini bersama Glen Nanlohy ada baiknya kami menanyakan soal makanan. Alasannya sederhana - setidaknya bagi mereka yang mengenalnya lebih jauh - karena Glen suka sekali mencoba dan mencari makanan terbaik, namun tidak harus mahal. Baginya, makanan yang nikmat adalah makanan yang bisa dibilang underrated dan apa adanya. Berikut adalah 5 spot kuliner alias “happy 5” versi Glen yang tersebar dari Tokyo hingga Glodok. Tapi maaf tidak ada visual makanannya, jadi silahkan dibayangkan dari komentar Glen yang bisa dipercaya. Ini enak banget sih hahahahah. Mau bilang apa ya, saja: E N A K ! Lokasinya agak di , yakni Otsuka area, dekat Stasiun Otsuka. Karena ada di area, jadi agak carinya sih dan di dalamnya cuma muat mungkin 10 orang aja. Jadi, di luar antrenya panjang banget (tertawa). Alamat: 2-34-4 Minami Otsuka | SKY Minamiotsuka, Toshima Ini juga enak banget. Sebenarnya saya lebih suka ini daripada Nakiryu. Cuma ini susah sekali mencarinya (tertawa). Ini Black Sesame Ramen yang pernah saya coba. Alamat: 1-17-12 Chuo-cho, Meguro-ku, Tokyo 152-0001 Ini bebeknya enak banget. Kalo ke sini pesannya Roasted Goose + barbecue pork on top. Jadi bentuknya seperti bebek, lagi ditomprok sapi (kaki pendek) (tertawa). Alamat: 32-40 Wellington St, Central Hong Kong Dagingnya bersih semua, seporsinya banyak banget isinya, dan jangan lupa minta ekstra sum sum (bagi yang suka). Tempatnya banget, jadi yang madam-madam pakai sepatu hak tinggi, lebih baik tidak usah ke sini deh. Alamat: Jl. Pancoran, Gang Gloria No.12A, Glodok,, Tamansari, Jakarta Cuma lokasinya di Sanur, bukan di keramaian Seminyak dan sekitarnya (which makes it good). Makanannya sederhana tapi enak semua. Antrean buka dari jam 8 pagi, jadi, kalau kesiangan ya aja. Jangan lupa minta ekstra kulit ayam! Alamat: Jl. Segara Ayu, Sanur, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80227

09.08.17

Forum Seni bersama Hafiz Rancajale

Setelah menjadi salah satu founding fathers ruangrupa, Hafiz Rancajale beralih menjadi pendiri Forum Lenteng yang menjadi titik balik akan ketertarikannya terhadap ranah media. Whiteboard Journal menemui Hafiz untuk membahas perannya sebagai kurator, impresi ruangrupa di mata publik hari ini, sampai konsep "going internasional" di antara seniman.

04.08.17

Gimme 5: Yudhistira Agato

Vague dibilang sebagai salah satu yang mengangkat kembali nuansa Revolution Summer di skena musik lokal. Dan layaknya pendahulunya di Rites of Spring dan Embrace, Yudhistira sang gitaris/vokalis juga menggabungkan hardcore punk dengan college rock, isian gitar tajam, serta yang telah dicetak prototipnya oleh Hüsker Dü di era 80’an dulu. Berikut adalah lima lagu Hüsker Dü terbaik menurut Yudhis. Biarpun album kedua Husker Du, Everything Falls Apart kebanyakan masih berisi tembang hardcore/punk singkat yang menandakan era awal band asal Minnesota ini, rilisan ini melahirkan satu lagu berbeda: "Everything Falls Apart," semacam Husker Du yang nantinya mereka sempurnakan di album-album berikutnya. Tapi resep formula mereka mulai terlihat di sini: lagu bertempo sedang, energi punk, gitar berisik renyah, dan tentunya petikan gitar melodik berbalut efek chorus yang menawan. Jauh sebelum Kurt Cobain melakukan hal yang serupa dengan Nirvana. Sulit mencomot lagu dari album magnus opus Zen Arcade; album dobel ambisius berdurasi 70 menit. Mengingat ini album berkonsep di mana setiap lagu merupakan bagian dari sebuah narasi yang lebih besar. Namun lagu pembuka, "Something I Learned Today" merupakan contoh sempurna bagaimana Husker Du bisa menyajikan energi punk lengkap dengan yang sibuk tanpa mengorbankan penulisan lagu atau melodi. New Day Rising, album follow-up Zen Arcade adalah rilisan terbaik Husker Du dan favorit saya. Ada banyak sekali lagu dari album ini yang layak masuk dalam daftar ini. Namun pilihan saya jelas jatuh ke "Celebrated Summer," lagu definitif band ini. gitar berisik yang khas, riff melodik yang kebangetan nya, dan chorus yang mengundang Sulit buat saya mendengarkan lagu ini tanpa sok-sokan Kalau Vague mengkover lagu Husker Du, sudah pasti lagi ini pilihan pertama. buat "The Girl Who Lives on Heaven Hill" dan "Books About UFOs." Setelah New Day Rising, Husker Du merilis Flip Your Wig, album pertama di mana mereka mulai mengurangi takaran gitar, memberikan porsi lebih ke vokal dan menampilkan penulisan lagu yang semakin ngepop. Hasilnya adalah "Makes No Sense At All," tembang terbaik yang pernah mereka tulis. Penuh dengan dan diwarnai duel vokal Bob Mould dan Grant Hart, lagu ini membuka jalan bagi band-band pop alternatif di era 90an. Biasanya saat membicarakan album debut major label Husker, Candy Apple Grey, perhatian orang tertuju ke "I Don't Wanna Know If You're Lonely", lagu rock alternatif yang juga pernah dikover oleh Green Day. Tapi di album inilah Husker Du menunjukkan kemampuan mereka meramu lagu ballad yang efektif dan emosional. "Hardly Getting Over It" merupakan luapan keresahan Bob Mould mengenai pendeknya umur manusia di bumi setelah seorang temannya meninggal dunia tiba-tiba. Hanya bermodalkan drum, gitar akustik, dentingan piano, dan vokal rapuh Mould, Husker Du membuktikan bahwa mereka bukan sekadar musisi - Dengarkan Vague di tautan ini.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.