W_LIST: Best Local Music of 2025 So Far
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Setelah menjadi salah satu founding fathers ruangrupa, Hafiz Rancajale beralih menjadi pendiri Forum Lenteng yang menjadi titik balik akan ketertarikannya terhadap ranah media. Whiteboard Journal menemui Hafiz untuk membahas perannya sebagai kurator, impresi ruangrupa di mata publik hari ini, sampai konsep "going internasional" di antara seniman.
Vague dibilang sebagai salah satu yang mengangkat kembali nuansa Revolution Summer di skena musik lokal. Dan layaknya pendahulunya di Rites of Spring dan Embrace, Yudhistira sang gitaris/vokalis juga menggabungkan hardcore punk dengan college rock, isian gitar tajam, serta yang telah dicetak prototipnya oleh Hüsker Dü di era 80’an dulu. Berikut adalah lima lagu Hüsker Dü terbaik menurut Yudhis. Biarpun album kedua Husker Du, Everything Falls Apart kebanyakan masih berisi tembang hardcore/punk singkat yang menandakan era awal band asal Minnesota ini, rilisan ini melahirkan satu lagu berbeda: "Everything Falls Apart," semacam Husker Du yang nantinya mereka sempurnakan di album-album berikutnya. Tapi resep formula mereka mulai terlihat di sini: lagu bertempo sedang, energi punk, gitar berisik renyah, dan tentunya petikan gitar melodik berbalut efek chorus yang menawan. Jauh sebelum Kurt Cobain melakukan hal yang serupa dengan Nirvana. Sulit mencomot lagu dari album magnus opus Zen Arcade; album dobel ambisius berdurasi 70 menit. Mengingat ini album berkonsep di mana setiap lagu merupakan bagian dari sebuah narasi yang lebih besar. Namun lagu pembuka, "Something I Learned Today" merupakan contoh sempurna bagaimana Husker Du bisa menyajikan energi punk lengkap dengan yang sibuk tanpa mengorbankan penulisan lagu atau melodi. New Day Rising, album follow-up Zen Arcade adalah rilisan terbaik Husker Du dan favorit saya. Ada banyak sekali lagu dari album ini yang layak masuk dalam daftar ini. Namun pilihan saya jelas jatuh ke "Celebrated Summer," lagu definitif band ini. gitar berisik yang khas, riff melodik yang kebangetan nya, dan chorus yang mengundang Sulit buat saya mendengarkan lagu ini tanpa sok-sokan Kalau Vague mengkover lagu Husker Du, sudah pasti lagi ini pilihan pertama. buat "The Girl Who Lives on Heaven Hill" dan "Books About UFOs." Setelah New Day Rising, Husker Du merilis Flip Your Wig, album pertama di mana mereka mulai mengurangi takaran gitar, memberikan porsi lebih ke vokal dan menampilkan penulisan lagu yang semakin ngepop. Hasilnya adalah "Makes No Sense At All," tembang terbaik yang pernah mereka tulis. Penuh dengan dan diwarnai duel vokal Bob Mould dan Grant Hart, lagu ini membuka jalan bagi band-band pop alternatif di era 90an. Biasanya saat membicarakan album debut major label Husker, Candy Apple Grey, perhatian orang tertuju ke "I Don't Wanna Know If You're Lonely", lagu rock alternatif yang juga pernah dikover oleh Green Day. Tapi di album inilah Husker Du menunjukkan kemampuan mereka meramu lagu ballad yang efektif dan emosional. "Hardly Getting Over It" merupakan luapan keresahan Bob Mould mengenai pendeknya umur manusia di bumi setelah seorang temannya meninggal dunia tiba-tiba. Hanya bermodalkan drum, gitar akustik, dentingan piano, dan vokal rapuh Mould, Husker Du membuktikan bahwa mereka bukan sekadar musisi - Dengarkan Vague di tautan ini.
Semangatnya untuk mengkaji media dan konteksnya telah membuat Otty Widasari menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam literasi media di antara masyarakat Indonesia. Whiteboard Journal menemuinya untuk menanyakan program yang ia buat bersama Akumassa, peran Forum Lenteng hingga eksperimen dalam karya seni.
With the ever-growing population, the government seek an opportunity to create a reciprocal relationship with the use of platform where young creative businesses can utilize machines, such as 3D printers as well as woodworking, sewing and fashion sizing machines, and share their skills to local residents at the recently opened Jakarta Creative Hub.
Saat tak tampil dengan monikernya, Individual Distortion, Adythia Utama juga dikenal sebagai videografer handal yang telah menghasilkan beberapa video musik dan satu film dokumenter berjudul "Bising" yang merekam pergerakan noise lokal. Pada episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Adythia Utama untuk memilih lima film dokumenter terbaik versinya. Dokumenter yang menggabungkan 2 hal yang saya suka, experimental music scene di Jepang dan gaya cinema verite Perancis. Enak ditonton dan tidak membosankan. Meskipun, setelah nonton dokumenter ini saya justru ingin segera makan fastfood. Bukti yang sangat jelas kenapa GG Allin patut mendapatkan predikat legend. Semua shotnya enak dilihat. Sangat direkomendasikan untuk ditonton di layar besar. Pendekatan direct cinema yang dilakukan D.A. Pennebaker membuat saya jadi (sepertinya) mengenal Bob Dylan ketika dia tur waktu masih muda. Lihat juga karya Adythia Utama di sini.
Latar belakangnya di psikologi tidak membatasi kurator muda asal Filipina, Renan La-ruan dalam mengkritisi karya seni dengan riset dan standar berbeda. Whiteboard Journal menemui Renan sebelum pameran OK. Video: OK. Pangan untuk menanyakan pandangannya tentang sifat video art dan politik pangan yang kini seksi dikembangkan menjadi sebuah karya seni.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.