Column

Latest stories

Column
15.05.25

Dear Men, Read More Fiction

In this Open Column submission, Kenny Andriana comments (as a man himself) on how fiction works could actually help readers (and specifically, men) to be more in touch with their emotions and therefore empathize as human beings—more so in the growing epidemic of male loneliness.

Column
08.05.25

Sarjana Hukum dan Kegagalan Fakultasnya

Dalam submisi Open Column ini, Aldhi Franciscus, dalam perjalanannya menempuh gelar pascasarjana di Fakultas Hukum, menyingkap ketidaksinambungan antara hukum di lapangan dan Hukum di ruang pendidikan.

Column
17.04.25

On Shared Love, Outsourced Desire, and Loving Without a Map

In this Open Column submission, Abby C. Junction responded to our past content on polyamory, and reflects in full, personal entirety on the course of love and human relationships on the cusp of ethical non-monogamy, all while also finding one's own self (and language) in being human.

Column
10.04.25

Di Hidup yang seperti Perlombaan, Kenapa Kita Sering Dibuat Kalah?

Dalam submisi Open Column kali ini, Muhammad Afriza Adha mengisahkan karakter-karakter di suatu semesta yang tidak mengenal garis finis, dan tidak pernah diberikan kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sedari rahim—semua sebagai bentuk refleksi terhadap ketidakadilan sosial yang seakan-akan 'normal' di sehari-hari.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.