Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
In this Open Column submission, Nadine Sherani clears up the ever-murky proposed solutions of ‘peace’ of those complicit in the complete opposite of said phrase adorned by the Board of Peace, and how Indonesia may be even further from aiding the liberation of Palestine.
Kami berbincang dengan Jan (ZIP) tentang apatisme kolektif yang muncul akibat media sosial, ruang aman di gigs, sampai cliffhanger untuk rilisan berikutnya.
Merespons manuver-manuver yang ditempuh oleh marketing suatu brand dan backlash netizen, kami kumpulkan insights dari Ecommurz, Sismita Sasmita, dan Bambang Sumaryanto untuk mempertajam awareness terhadap bentuk-bentuk marketing campaign.
In this Open Column submission, Allestisan Citra Derosa brews coffee to show how it can weave together its Aceh and Sumatra origins, science, memory, and landscape that exists in our lived soil (that is often reduced to just ‘dirt’), while also bringing forward the nuances in solutions addressing ecological collapse.
Dalam segmen pertama W_Circle, kami bertemu Reyhan Biadillah dari komunitas Indonesia Graveyard untuk mengeksplor lebih dalam tentang makna makam, pengalaman mereka blusukan ke makam, dan sejarah-sejarah dari makam yang mereka pernah temui.
Dalam submisi Open Column ini, Claudia Destianira mengingatkan kembali bagaimana dalih pembangunan kembali yang dijargonkan oleh Dewan "Perdamaian" Dunia tidak menjamin akan selaras dengan kebutuhan dan kehendak orang Palestina, mengingat rekonstruksi tersebut melalaikan warga Palestina.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?