Music

07.08.17

Kilas Balik Musik Lawas dalam Malam Gembira

Sebuah terhadap kejayaan skena musik Indonesia di era 60-90an ini mungkin bisa menjadi yang ditunggu-tunggu bagi penggemar musik lokal lawas yang sering merasa berada di dekade yang salah. Dengan tema “Merayakan Karya Guruh Sukarno Putra,” Malam Gembira menampilkan segelintir lagu-lagunya yang di antaranya dinyanyikan oleh beberapa musisi muda seperti Glenn Fredly, Kunto Aji, Bonita, Aimee Saras, dan masih banyak lagi, namun tidak lupa dengan turut menampilkan beberapa penyanyi asli dari lagu-lagu legendaris tersebut seperti Vina Panduwinata, Djajusman Djoenoes, Tika Bisono, Bornok Hutauruk, dan Keenan Nasution. Sensasi bernostalgia dengan sederet lagu yang turut meromantisasikan ragam karya Indonesia yang hampir hilang tergerus zaman ini juga diramaikan dengan penampilan dari Swara Maharddhika yang jejaknya sudah melegenda, dan masih ada beberapa nama lainnya seperti Irama Nusantara & Semarak Nada serta Kinarya GSP. Dengan berusaha memadukan audiens mulai dari kaum muda yang memiliki kecintaan pada era lawas musik lokal hingga generasi sebelumnya yang ingin menostalgiakan masa muda yang memang dihiasi judul-judul karya yang ditampilkan, Malam Gembira bisa menjadi bukti bahwa kejayaan musikal lawas yang dirayakan disini menjadi lintas batas waktu. - Jum’at, 18 Agustus 2017 The Pallas, Fairgrounds 18:30

06.08.17

Redefinisi Ulang dari Enter Sandman

Teks: Fransisca Bianca Foto: Waxpoetics Hasil redefinisi nuansa heavy metal yang mewarnai “Enter Sandman” ketika pertama kali dirilis oleh Metallica ini mengalihkan perhatian kembali pada Cookin on 3 Burners setelah kolaborasi dengan Kungs melalui “This Girl” yang meroket di tangga charts pada 2016 lalu. Dengan mengintegrasikan “Enter Sandman” yang kini bernuansa retro dan lebih komikal dibandingkan sebelumnya kepada audiens, mereka telah berhasil memberikan karakter baru dari hits Metallica tersebut. Ditemani dengan video klip yang baru, “Enter Sandman” versi Cookin on 3 Burners memang tidak memerlukan lirik untuk bercerita. Melalui sebuah pengisahan yang cukup komedik dan menghibur, memahami karakter dari versi barunya ini memang butuh penyimakan dari video yang ada. Sebuah redefinisi yang memang lebih ringan dan “cerah” dibanding sebelumnya, “Enter Sandman” memang telah bertransformasi sebagai sebuah latar baru yang menyegarkan.

05.08.17

LOYALTY.

Setelah dinanti-nantikan oleh para penggemarnya, Kendrick Lamar akhirnya merilis video untuk “LOYALTY.” Setelah “HUMBLE.”, ”DNA.”, dan ”ELEMENTS.”, lagu ini merupakan ketiga yang mendapatkan video musik dari album DAMN. Lagu ini sendiri memang sudah diprediksi oleh para penggemarnya karena pada lagu ini K-Dot berkolaborasi dengan Rihanna. Premis cerita untuk videonya , Lamar dan Rihanna memerankan sebuah pasangan di dalam dunia kriminal. Sebuah pasangan yang saling mencintai dan tentu saja sesuai judul lagu, mereka saling menggoda dan menguji kesetiaan masing-masing. Video ini disutradai oleh Dave Meyer, yang belom lama juga mensutradai “HUMBLE.”, jadi tentu akan terlihat mirip dari segi visual, di mana setiap adegan seperti ada cerita tersimpan. Meyer juga menjadi sutaradara dalam video musik “Drew Barrymore”, track dari teman satu label Lamar, SZA. Para penggemar hip hop hanya bisa menunggu apakah mereka akan menghasilkan karya lagi dari album DAMN. Mungkin “XXX” untuk melihat Lamar berbagi dengan U2?

04.08.17

Gimme 5: Yudhistira Agato

Vague dibilang sebagai salah satu yang mengangkat kembali nuansa Revolution Summer di skena musik lokal. Dan layaknya pendahulunya di Rites of Spring dan Embrace, Yudhistira sang gitaris/vokalis juga menggabungkan hardcore punk dengan college rock, isian gitar tajam, serta yang telah dicetak prototipnya oleh Hüsker Dü di era 80’an dulu. Berikut adalah lima lagu Hüsker Dü terbaik menurut Yudhis. Biarpun album kedua Husker Du, Everything Falls Apart kebanyakan masih berisi tembang hardcore/punk singkat yang menandakan era awal band asal Minnesota ini, rilisan ini melahirkan satu lagu berbeda: "Everything Falls Apart," semacam Husker Du yang nantinya mereka sempurnakan di album-album berikutnya. Tapi resep formula mereka mulai terlihat di sini: lagu bertempo sedang, energi punk, gitar berisik renyah, dan tentunya petikan gitar melodik berbalut efek chorus yang menawan. Jauh sebelum Kurt Cobain melakukan hal yang serupa dengan Nirvana. Sulit mencomot lagu dari album magnus opus Zen Arcade; album dobel ambisius berdurasi 70 menit. Mengingat ini album berkonsep di mana setiap lagu merupakan bagian dari sebuah narasi yang lebih besar. Namun lagu pembuka, "Something I Learned Today" merupakan contoh sempurna bagaimana Husker Du bisa menyajikan energi punk lengkap dengan yang sibuk tanpa mengorbankan penulisan lagu atau melodi. New Day Rising, album follow-up Zen Arcade adalah rilisan terbaik Husker Du dan favorit saya. Ada banyak sekali lagu dari album ini yang layak masuk dalam daftar ini. Namun pilihan saya jelas jatuh ke "Celebrated Summer," lagu definitif band ini. gitar berisik yang khas, riff melodik yang kebangetan nya, dan chorus yang mengundang Sulit buat saya mendengarkan lagu ini tanpa sok-sokan Kalau Vague mengkover lagu Husker Du, sudah pasti lagi ini pilihan pertama. buat "The Girl Who Lives on Heaven Hill" dan "Books About UFOs." Setelah New Day Rising, Husker Du merilis Flip Your Wig, album pertama di mana mereka mulai mengurangi takaran gitar, memberikan porsi lebih ke vokal dan menampilkan penulisan lagu yang semakin ngepop. Hasilnya adalah "Makes No Sense At All," tembang terbaik yang pernah mereka tulis. Penuh dengan dan diwarnai duel vokal Bob Mould dan Grant Hart, lagu ini membuka jalan bagi band-band pop alternatif di era 90an. Biasanya saat membicarakan album debut major label Husker, Candy Apple Grey, perhatian orang tertuju ke "I Don't Wanna Know If You're Lonely", lagu rock alternatif yang juga pernah dikover oleh Green Day. Tapi di album inilah Husker Du menunjukkan kemampuan mereka meramu lagu ballad yang efektif dan emosional. "Hardly Getting Over It" merupakan luapan keresahan Bob Mould mengenai pendeknya umur manusia di bumi setelah seorang temannya meninggal dunia tiba-tiba. Hanya bermodalkan drum, gitar akustik, dentingan piano, dan vokal rapuh Mould, Husker Du membuktikan bahwa mereka bukan sekadar musisi - Dengarkan Vague di tautan ini.

03.08.17

Adnis

4:44 adalah rilisan terbaru dari rapper asal Brooklyn, Jay Z, dan album ini mungkin saja adalah karyanya yang terbaik, atau setidaknya yang paling jujur. Dalam album ini Jay Z membuka hal-hal yang sangat personal, dari perseteruan nya dengan Solange hingga sebuah sindiran kecil untuk Kanye West, tetapi selain itu Jay Z juga menceritakan tentang sosok Adnis Reeves, ayah dari sang rapper. Memang dalam karir lama sang rapper, menceritakan sosok ayahnya bukanlah hal yang baru, tapi kali ini, ia membuat sebuah video untuk menemani “Adnis” tersebut. Dibintangkan oleh Mahershala Ali dan aktor veteran Danny Glover. Video yang terasa sangat personal ini memotret penonton perasaan duka dan simpati terhadap sang rapper lewat kepedihan dan penyesalan yang dirasa setelah ayahnya meninggal pada tahun 2003 silam. Lagu “Adnis” pun ia tulis sebagai sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada ayahnya dengan lirik sangat personal dan tulus. Untuk sementara waktu, video ini hanya bisa disaksikan lewat Tidal. Tetapi tunggu saja beberapa waktu, karena mungkin saja Jay Z akan merilis videonya di YouTube sama seperti video-video 4:44 lainnya.

03.08.17

Raw Funk dari Souleance

Sebuah kolaborasi berisi nada harmonis hasil improvisasi bass dan synth, jelas bisa menyita perhatian penikmat musik. Singkat namun tetap memiliki energi yang cukup untuk menciptakan suasana funk yang halus dan tidak tergesa-gesa, Raw Funk #01 merupakan karya penggabungan instrumen dan groove terbaru dari Fulgeance dan DJ Soulist asal Prancis yang rapi, penuh sensasi, dan jelas hanya bisa dinikmati. Perbedaan karakter dari kedua kolaborator nyatanya tidak menghambat keselarasan melodi yang menciptakan sebuah dunia yang baru. Warna disko, hip hop, soul, latin, dan funk dari DJ Soulist bertemu dengan nuansa elektronika yang menghipnotis dari Fulgeance dan melahirkan sebuah spektrum baru yang jelas kaya akan nyawa dan energi. Sebuah keselarasan yang memang memaksa pendengar untuk menari-nari dan memang menghipnotis, kreasi Souleance nampaknya hanya mengambil bagian terbaik dari kedua dunia berbeda dari penciptanya. Raw Funk #01 by Souleance

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.