Music

04.08.17

Gimme 5: Yudhistira Agato

Vague dibilang sebagai salah satu yang mengangkat kembali nuansa Revolution Summer di skena musik lokal. Dan layaknya pendahulunya di Rites of Spring dan Embrace, Yudhistira sang gitaris/vokalis juga menggabungkan hardcore punk dengan college rock, isian gitar tajam, serta yang telah dicetak prototipnya oleh Hüsker Dü di era 80’an dulu. Berikut adalah lima lagu Hüsker Dü terbaik menurut Yudhis. Biarpun album kedua Husker Du, Everything Falls Apart kebanyakan masih berisi tembang hardcore/punk singkat yang menandakan era awal band asal Minnesota ini, rilisan ini melahirkan satu lagu berbeda: "Everything Falls Apart," semacam Husker Du yang nantinya mereka sempurnakan di album-album berikutnya. Tapi resep formula mereka mulai terlihat di sini: lagu bertempo sedang, energi punk, gitar berisik renyah, dan tentunya petikan gitar melodik berbalut efek chorus yang menawan. Jauh sebelum Kurt Cobain melakukan hal yang serupa dengan Nirvana. Sulit mencomot lagu dari album magnus opus Zen Arcade; album dobel ambisius berdurasi 70 menit. Mengingat ini album berkonsep di mana setiap lagu merupakan bagian dari sebuah narasi yang lebih besar. Namun lagu pembuka, "Something I Learned Today" merupakan contoh sempurna bagaimana Husker Du bisa menyajikan energi punk lengkap dengan yang sibuk tanpa mengorbankan penulisan lagu atau melodi. New Day Rising, album follow-up Zen Arcade adalah rilisan terbaik Husker Du dan favorit saya. Ada banyak sekali lagu dari album ini yang layak masuk dalam daftar ini. Namun pilihan saya jelas jatuh ke "Celebrated Summer," lagu definitif band ini. gitar berisik yang khas, riff melodik yang kebangetan nya, dan chorus yang mengundang Sulit buat saya mendengarkan lagu ini tanpa sok-sokan Kalau Vague mengkover lagu Husker Du, sudah pasti lagi ini pilihan pertama. buat "The Girl Who Lives on Heaven Hill" dan "Books About UFOs." Setelah New Day Rising, Husker Du merilis Flip Your Wig, album pertama di mana mereka mulai mengurangi takaran gitar, memberikan porsi lebih ke vokal dan menampilkan penulisan lagu yang semakin ngepop. Hasilnya adalah "Makes No Sense At All," tembang terbaik yang pernah mereka tulis. Penuh dengan dan diwarnai duel vokal Bob Mould dan Grant Hart, lagu ini membuka jalan bagi band-band pop alternatif di era 90an. Biasanya saat membicarakan album debut major label Husker, Candy Apple Grey, perhatian orang tertuju ke "I Don't Wanna Know If You're Lonely", lagu rock alternatif yang juga pernah dikover oleh Green Day. Tapi di album inilah Husker Du menunjukkan kemampuan mereka meramu lagu ballad yang efektif dan emosional. "Hardly Getting Over It" merupakan luapan keresahan Bob Mould mengenai pendeknya umur manusia di bumi setelah seorang temannya meninggal dunia tiba-tiba. Hanya bermodalkan drum, gitar akustik, dentingan piano, dan vokal rapuh Mould, Husker Du membuktikan bahwa mereka bukan sekadar musisi - Dengarkan Vague di tautan ini.

03.08.17

Adnis

4:44 adalah rilisan terbaru dari rapper asal Brooklyn, Jay Z, dan album ini mungkin saja adalah karyanya yang terbaik, atau setidaknya yang paling jujur. Dalam album ini Jay Z membuka hal-hal yang sangat personal, dari perseteruan nya dengan Solange hingga sebuah sindiran kecil untuk Kanye West, tetapi selain itu Jay Z juga menceritakan tentang sosok Adnis Reeves, ayah dari sang rapper. Memang dalam karir lama sang rapper, menceritakan sosok ayahnya bukanlah hal yang baru, tapi kali ini, ia membuat sebuah video untuk menemani “Adnis” tersebut. Dibintangkan oleh Mahershala Ali dan aktor veteran Danny Glover. Video yang terasa sangat personal ini memotret penonton perasaan duka dan simpati terhadap sang rapper lewat kepedihan dan penyesalan yang dirasa setelah ayahnya meninggal pada tahun 2003 silam. Lagu “Adnis” pun ia tulis sebagai sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada ayahnya dengan lirik sangat personal dan tulus. Untuk sementara waktu, video ini hanya bisa disaksikan lewat Tidal. Tetapi tunggu saja beberapa waktu, karena mungkin saja Jay Z akan merilis videonya di YouTube sama seperti video-video 4:44 lainnya.

03.08.17

Raw Funk dari Souleance

Sebuah kolaborasi berisi nada harmonis hasil improvisasi bass dan synth, jelas bisa menyita perhatian penikmat musik. Singkat namun tetap memiliki energi yang cukup untuk menciptakan suasana funk yang halus dan tidak tergesa-gesa, Raw Funk #01 merupakan karya penggabungan instrumen dan groove terbaru dari Fulgeance dan DJ Soulist asal Prancis yang rapi, penuh sensasi, dan jelas hanya bisa dinikmati. Perbedaan karakter dari kedua kolaborator nyatanya tidak menghambat keselarasan melodi yang menciptakan sebuah dunia yang baru. Warna disko, hip hop, soul, latin, dan funk dari DJ Soulist bertemu dengan nuansa elektronika yang menghipnotis dari Fulgeance dan melahirkan sebuah spektrum baru yang jelas kaya akan nyawa dan energi. Sebuah keselarasan yang memang memaksa pendengar untuk menari-nari dan memang menghipnotis, kreasi Souleance nampaknya hanya mengambil bagian terbaik dari kedua dunia berbeda dari penciptanya. Raw Funk #01 by Souleance

02.08.17

Asupan Funk Terbaru dari Will Sessions

‘Perjalanan’ akan berbagai nuansa funk ini disuguhkan oleh Will Sessions, sebuah kelompok musik yang kental dengan aliran funk asal Detroit. Deluxe yang disajikan dalam bentuk LP ini membawa pendengar memasuki berbagai dimensi funk yang berbeda, mulai dari dentingan dengan instrumen ramai hingga nuansa funk yang membawa sensasi menyantai. “Jump Back,” “Cherry Juice,” dan Run, Don’t Walk” juga disumbangi talenta dari Ricky Calloway, Allan Barnes, Coko of Funk Night Records dengan karakter-karakternya masing-masing, seperti “Cherry Juice” yang menawarkan vibe funk yang perlahan namun meroket, yang juga patut untuk disimak. Sekilas memang pasti terasa usaha keras Will Sessions menyulap Deluxe menjadi sebuah karya dengan berbagai lapisan warna funk yang tidak menjenuhkan. Sebuah kedatangan dalam skena musik funk yang menawarkan tidak hanya satu sisi dari karakter bermusiknya, Will Sessions layak dilihat sebagai pengubah mood dan nuansa menjadi lebih berwarna dan berdimensi lewat Deluxe.

29.07.17

Perjalanan Melankolis Matthew Dear

Kiranya semula menjadi membingungkan untuk membayangkan sebuah musikalisasi berisi ‘intipan’ ke dalam pengaruh substansi dengan dosis tertentu. Namun melalui “Modafinil Blues,” Matthew Dear memberikan kemungkinan untuk mengintip tersebut, yang disertai dengan vibrasi melankolia yang makin menuju kegelapan, namun juga dibumbui dengan sedikit humor. Terlepas dari penilaian akan kelaziman dari kondisi yang mengarah kepada terbentuknya “Modafinil Blues,” perlu diakui bahwa ia berhasil menghantui pendengar dengan sensasi seakan terjebak di dalam seluk beluk kerumitan dunia buatannya. Sebuah alunan goth yang mengalur secara perlahan, mungkin kebutuhan untuk bersantai dan meringankan suasana tidak bisa dipenuhi dengan lagu satu ini. Namun, bukan berarti kemampuan Dear dalam mengalterasi sebuah ‘perjalanan’ yang tidak berakhir dengan mulus ke dalam sebuah alunan tidak perlu diakui. “Modafinil Blues” mengundang pendengarnya untuk juga menarik kesimpulan sendiri terkait pesan yang ingin disampaikannya. Tapi bukankah itu letak keindahannya?

28.07.17

Kombinasi Mematikan Donato dan Donatinho

Mungkin yang begitu kuatnya turut berkontribusi terhadap keserasian yang dihasilkan oleh Joao Donato yang sudah tidak asing lagi namanya dalam skena musik Brazil, yang menggandeng anaknya Donatinho dalam menyajikan Sintetizamor. Sebuah kolaborasi yang tidak segan-segan menunjukkan warna jazz dan funk elektronika yang selama ini memang menjadi identik dengan karya Donatino sendiri, khususnya dalam album legendarisnya Quem e Quem. Kelahiran kembali Donatino dengan rekan barunya ini tidak mengecewakan sejarah sumbangsihnya dalam skena musik Brazil selama ini. Dengan eksplosi warna-warna yang penuh keceriaan dan dentuman yang begitu menggoda untuk dinikmati, sajian-sajian dalam Sintetizamor mungkin memang sedang dalam perjalanannya mengejar keluarbiasaan Quem e Quem.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.