Malang adalah salah satu kota yang menetapkan barometer musik lokal. Di kota ini, sejarah musik rock lokal tumbuh dan berkembang, Malang adalah salah satu tempat dimana musik underground hidup dan dihidupi, dan belakangan mencuat kembali dengan keberagaman musik yang segar dan menarik. Whiteboard Journal berbincang bersama salah satu pegiat scene sekaligus pelaku sejarah musik di kota Malang, Samack mengenai sejarah, dikotomi daerah-pusat hingga potensi yang ada disana.
Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemui Leila S. Chudori salah satu jurnalis yang mengemukakan fakta melalui fiksi untuk membahas perkembangan pers dan konsep kebebasan di Indonesia.
Semarang sering luput dari radar youth culture yang terjadi di seputaran Indonesia. Padahal, di dalamnya juga terjadi pergolakan dan semangat yang sama dari anak-anak mudanya. Garna Raditya adalah salah satu sosok penting yang menghidupkan scene Semarang melalui aktivitasnya sebagai gitaris di dua band legendaris Semarang, AK//47 dan OK Karaoke. Whiteboard Journal berbicara dengan Garna yang kini tinggal di Amerika mengenai albumnya, serta pentingnya perkembangan literasi.
Di usianya yang masih sangat muda, Wregas Bhanuteja telah meraih berbagai pencapaian yang memukau. Kisah-kisah yang hidup melalui arahannya membawa nama bangsa dikenal oleh dunia. Melalui Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berbincang dengan Wregas mengenai Cannes, manifestonya hingga rencana film panjang pertamanya.
Seno Gumira Ajidarma, tokoh penting penulisan dan sastra lokal ini dikenal berkat tulisannya yang berani menantang orang untuk melihat kebenaran lewat sastra. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal menemuinya seusai kelas di Taman Ismail Marzuki untuk membahas posisi sastra hari ini.
Slamet Rahardjo adalah salah satu tokoh senior di perfilman Indonesia. 30 Tahun lebih beliau mendedikasikan aktivitasnya di seni peran lokal, dan dari perjalanannya tersebut telah lahir beberapa film yang monumental, seperti Tjoet Nja' Dhien hingga Badai Pasti Berlalu. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berbincang dengan Slamet Rahardjo tentang aktivitasnya, teater dan hubungan sastra dengan seni peran.