Slamet Rahardjo adalah salah satu tokoh senior di perfilman Indonesia. 30 Tahun lebih beliau mendedikasikan aktivitasnya di seni peran lokal, dan dari perjalanannya tersebut telah lahir beberapa film yang monumental, seperti Tjoet Nja' Dhien hingga Badai Pasti Berlalu. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berbincang dengan Slamet Rahardjo tentang aktivitasnya, teater dan hubungan sastra dengan seni peran.
Fungsi perhiasan yang kini beralih dari bentuk investasi menuju adornment membuat bisnis perhiasan berkembang dari segi konsep hingga material yang dipakai. From Tiny Islands menjadi salah satu brand lokal yang menawarkan relasi dan emotional attachment lewat desain perhiasan yang mereka buat. Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemui salah satu penemunya, Jane Lukman untuk membahas cerita di balik perhiasan.
Melihat fashion sebagai bentuk respon dari sebuah momen, desainer Felicia Budi yang dikenal lewat brand fbudi, menjadikan tiap baju yang ia buat sebagai medium untuk mengembangkan diri. Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemuinya di studio dan berbincang membahas eksplorasi dalam fashion serta concern-nya terhadap sustainable fashion di Indonesia.
Sebagai Creative Director dari brand lokal IKYK, Anandia Putri membuat koleksi pakaian yang didasari dari kebutuhan pribadi, lalu berkembang menjadi sebuah brand fashion yang telah membawa namanya ke berbagai negara. Whiteboard Journal berkesempatan berbincang untuk membahas Islamic fashion dan tren tahun 70-an yang menjadi inspirasi baginya.
Dikenal sebagai salah satu personil unit jazz Tomorrow People Ensemble, Indra Perkasa telah terlibat dalam musikal Onrop hingga film Tabula Rasa yang membuatnya menjadi salah satu nama penting di ranah film scoring Indonesia. Whiteboard Journal mendapat kesempatan untuk berbincang di sela kesibukannya sebagai komposer serta musisi untuk membahas film scoring serta bagaimana jazz membuatnya terbiasa untuk berimprovisasi dalam mengolah musik.
Indra Menus adalah seorang pegiat musik yang menggeluti beragam bidang sekaligus. Selain tampil sebagai musisi bersama To Die dan LKTDOV, ia juga bergerak di bidang zine, label rekaman, gig organizer, lapak musik, dan komunitas musik noise bernama Jogja Noise Bombing. Whiteboard Journal berkesempatan menemuinya dan berbincang mengenai geliat musik noise dan semangat DIY (Do It Yourself) dalam kancah musik Yogyakarta.