W_LIST: Best Local Music of 2025 So Far
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Kurzgesagt adalah studio desain dari Jerman yang kerja di bidang edukasi, ilmu pengetahuan, dan commerce. Berspesialisasi pada desain dan animasi, mereka juga memiliki sebuah channel Youtube yang mengangkat berbagai topik di bidang edukasi dan isu-isu relevan saat ini. Dipresentasikan melalui ilustrasi dan animasi lucu, berikut adalah 8 video dari Kurzgesagt yang menarik.
Sebagian mengenalnya sebagai frontman penuh kharisma dari FSTVLST, publik luas mungkin tak sengaja juga mengenalinya melalui desain logo Kereta Api Indonesia, snack Maicih, hingga sederet kover album band lokal. Sebagian lainnya mengenalinya di ranah seni rupa kontemporer, termasuk pameran tunggal kelimanya yang bertajuk Too Poor For Pop Culture, Too Hungry For Contemporary. Whiteboard Journal menemui Farid Stevy Asta guna mengulas ketiga wilayah berkarya dan persinggahannya tersebut.
Setelah sekian lama menggodok novel yang telah membuatnya hilang dari peredaran, Yusi Avianto Pareanom merilis Raden Mandasia Si Pencuri Daging di bulan Maret lalu. Sontak banyak respons menarik mengenai dongeng yang ia angkat dengan humor ironis membuat pembacanya meringis kegirangan.
Dikenal melalui tulisan satirnya yang mengulas berbagai topik dengan gaya bahasa yang menggelitik, pedas, namun selalu mengangkat topik penting yang kadang luput dari pengamatan publik, Arman Dhani adalah salah satu penulis kritik yang selalu menarik untuk diikuti. Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai matinya fungsi tulisan baginya, kelas menengah dan pentingnya nalar dalam beragama.
Digelar sebagai perayaan dari pergerakan desain grafis Indonesia, Seek A Seek mengumpulkan karya desain terbaik dari penjuru negeri untuk ditampilkan dalam sebuah pameran bersama. Merupakan salah satu agenda dari Dia.Lo.Gue Artspace, Seek A Seek bisa dikunjungi setiap hari hingga pertengahan Juni 2016.
Bisa dibilang, melalui kata dan tulisan Rudolf Dethu, scene musik Bali kemudian didengar dan dibaca. Tak hanya oleh penduduk Indonesia, tetapi juga warga dunia. Belakangan, Dethu juga aktif dalam beberapa movement yang aktif dalam melawan ketidakadilan. Di sela-sela aktivitasnya, whiteboardjournal berbincang dengan Dethu mengenai musik, rockabilly dan pergerakan yang ia mulai melalui nada dan bahasa.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.