W_LIST: Best Local Music of 2025 So Far
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Dengan karakter yang kuat pada karyanya yang selalu bermain di antara suasana kekanakan dan kengerian, Natasha Gabriella Tontey menjadi salah satu seniman muda yang telah menunjukkan potensinya. Di antara pameran Little Shop of Horrors yang ia buat di Footurama, Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai bagaimana latar belakangnya membentuk karakter, tantangan dalam karyanya serta ketakutan personal yang ia berusaha taklukkan.
Sulit untuk tak sepakat dengan situs review spesialis games, IGN yang menempatkan Nintendo Entertainment System (NES) sebagai pemuncak daftar konsol video game terbaik. Sejak dirilis pada awal tahun 80’an, NES telah membentuk fantasi berbagai generasi. Kami mengundang beberapa figur dari berbagai latar belakang untuk memilih game yang membekas di hati mereka, serta untuk membuktikan bagaimana masif dampak NES terhadap individu-individu kreatif lokal.
Review sekaligus analisa mengenai pameran "Design Anatomy: A method for seeing the world through familiar objects" yang berlangsung di 21_21 DESIGN SIGHT. Tentang mengunjungi sebuah pameran desain dan menemukan arahan baru dalam posisi brand di era terkini.
Walau genre satir dalam literatur sudah berkembang sejak zaman dulu, namun beberapa tahun belakangan publik mulai “terhibur” dengan format satir dalam bentuk komik ala Matt Groening dan Jean Jullien. Salah satu seniman yang menghadirkan satir tersebut adalah Reza Mustar aka Azer. Selain sibuk sebagai penyiar di RURU Radio, Azer juga dikenal dengan moniker Komikazer. Kami menemuinya di rumah untuk membahas sindiran halus yang ia coba sampaikan lewat komik.
Bermunculannya berbagai penanda zaman yang tercipta oleh para sosok kreatif, membuat tahun ini dipadati dengan lahirnya nama-nama baru di setiap bidangnya. Kehadiran beragam platform untuk memudahkan proses kreatif saat ini memang terdengar menarik namun, di saat bersamaan juga terlihat membatasi. Sehingga, jenuh rasanya menikmati satu hal yang terus menerus diangkat.
Andina Dwifatma adalah seorang penulis dan pengajar di salah satu universitas swasta di Indonesia. Whiteboard Journal menemuinya di sela kesibukannya sebagai pengajar untuk membahas guna fiksi sebagai alat penyampaian premis yang mampu menawarkan dunia alternatif bagi manusia.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.