In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam esainya kali ini, Muhammad Hilmi menulis tentang pentingnya tur bagi pengembangan karir musik di era dimana semua berubah dalam waktu yang singkat.
Having just visited Georgetown, Penang for vacation, Ken Jenie talks about his experiences there and ruminations regarding traveling and our preconceptions.
Industri musik memiliki pendekatan pemasaran yang bisa dibilang seragam, dan Sajama Cut mencoba untuk mendefinisikan kembali kemungkinan promosi melalui album terbaru mereka, Hobgoblin. Dalam artikel Column ini, Stanley Widianto menganalisa metode Sajama Cut dan bagaimana proses kolaboratifnya membawa pendekatan personal dalam suatu proses pemasaran.
In her final essay, Yanti Sastrawan describes how analog activities are the roots of their digital counterparts, as well as the changes in the approach and interaction towards these activities when translated through today's technology.
Dalam esai terbarunya, Muhammad Hilmi membahas mengenai regenerasi music lokal sekaligus mengapa dampak kegiatan berkarya musisi era sekarang dan dahulu berbeda.