In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi column ini, Sekar Banjaran Aji Surowijoyo melihat kegigihan dan keunikan upaya orang-orang dalam memerangi krisis iklim, baik dalam level individual maupun kolektif.
Dalam submisi column ini, Tri Subarkah merenungkan kehidupannya setelah kepergian sang ibunda serta bagaimana hal itu memperjelas kontras antara dua fase tersebut, dan tidak dimungkiri, memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru terkait jalan hidup yang kini ditempuhnya.
Dalam submisi column ini, Aburizal Khatami merenungkan keinginannya untuk dapat memperbaiki diri di bulan suci meski menyambutnya sudah tidak seantusias di masa kecilnya.
In this open column submission, Miriam reflects upon her decision to become an independent woman. It gave her the self-assurance to do most things by herself, but somehow took its toll on her.
Dalam submisi column ini, Naura Nadira menilik balik sejarah kebaya serta dinamika sosial politik yang menjadikannya terkesan elitis. Padahal, menurutnya kebaya merupakan cerminan identitas yang juga praktis digunakan di zaman kiwari.
Dalam submisi column ini, Muhammad Muslim mengungkapkan peliknya realita terlahir dari keluarga miskin dan upaya untuk sedikit saja melepaskan diri dari jeratannya.