Backstage Life Bareng Grrrl Gang di Episode Kelima Vindy Ngapain?
Tahun ini Grrrl Gang mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu line up di We The Fest 2019, dan Vindy diperbolehkan untuk mengikuti aktivitas mereka.
teks dan foto oleh Stefan Tirta Hujan dan kemacetan ibukota di hari Jumat, 12 Februari 2016 cukup menguji kesetiaan para fans Stars yang sudah menanti-nanti penampilan grup indie pop asal Canada tersebut. Hanya sedikit yang sudah sigap memasuki Soehana Hall, Energy Building tepat waktu, yang malam itu terasa sangat dingin. Mungkin karena baru 1/4 ruangannya terisi, bahkan setelah gate dibuka cukup lama. Kecanggungan malam itupun berhasil dipecahkan oleh Scaller. Band rock alternatif asal Bandung jebolan DeMajors ini mencuri perhatian penonton yang sedang asik duduk menunggu Stars. Beberapa bahkan mulai berdiri menikmati penampilan Scaller yang powerful, emotif, dan sedikit agresif. Ini mungkin cukup klise, tapi vokal kuat a la Alanis Morisette yang dilantunkan dengan sempurna oleh sang vokalis, Stella Garreth menghipnotis penonton terutama yang berjenis kelamin laki-laki. “Live and Do” dan “The Youth” menjadi highlight dari penampilan Scaller kali ini. Cukup dengan 6 lagu, Scaller mampu menghangatkan suasana malam itu. Stars pun masuk ke area panggung. Tanpa berbasa basi, “Hold On” langsung dimainkan sebagai lagu pembuka. Terdengar teriakan histeris setelah intro, rupanya tertuju kepada Amy Millan yang baru bergabung ke panggung. Sesaat sound vocal yang keluar terasa kurang maksimal. Namun keheranan tersebut langsung dijawab oleh sang Torquil Campbell, “My voice is gone somewhere after 26 hours flight, hopefully it’ll come back at the end of the show,” tuturnya sedih. Meski suaranya hilang, pria paruh baya asal Sheffield ini tetap tampil all-out dan penuh energi positif. Alih-alih tampil mengecewakan, justru crowd penonton yang semakin ramai tidak jarang ikut sing along. Belum lagi aksi panggung Amy Millan yang hangat dan begitu interaktif dengan penonton, semua itu seakan membayar musibah yang menimpa Campbell, yang tak henti-hentinya mengucapkan maaf dan rasa bersalahnya. Determinasinya untuk bisa tampil maksimal sangat terasa saat “Dead Hearts” dimainkan, dimana kekuatan vocal Torquil dan Amy menjadi kunci dari lagu tersebut. Elevator Love Letter, Dead Hearts, From the Night, dan Your Ex-Lover Is Dead adalah highlight dari penampilan Stars yang begitu emosional malam itu. Jarak panggung dengan penonton yang sangat dekat membuat ikatan tersendiri bagi Stars dan para fans. Pidato kecil di akhir acara menyuarakan betapa senangnya mereka diundang tampil di Jakarta. Dan tidak seperti standar kata manis yang diucapkan band-band internasional lainnya, yang ini terasa begitu tulus. Kecuali mungkin Campbell hanya mengeluarkan air mata palsu saat menyanyikan From the Night. “One more fucking song to a fucking inspirational and lovely audience! Next time I come back to Jakarta, I’ll be singing like Justin Bieber. Or even better,” katanya sebelum memulai lagu kedua dan terakhir pada encore.
Nama Gundala Pictures mulai dikenal umum ketika mereka terlibat dalam proses dokumentasi rekaman Pandai Besi di Studio Lokananta Solo di tahun 2013 lalu. Meski sebenarnya sebelum itu mereka telah cukup aktif dalam membuat berbagai tampilan video musik bagi berbagai musisi, mulai dari Karon ‘N Roll, Maliq & D’essentials, The SIGIT hingga KOIL. Pada tahun 2014, nama mereka kembali mengemuka melalui karya musik video/short documenter yang merespon lagu Bangkutaman – Iblis Jalanan yang mendapatkan apresiasi positif di beberapa festival video. Sebagai pembuka, akan dihadirkan pula karya Sesarina Puspita, seorang videografer sekaligus director yang kerap menjadi bagian dari proyek Gundala Pictures, namun juga memiliki beberapa karya personal yang berkualitas. Seusai pemutaran video akan diadakan obrolan bersama Gundala Pictures dan Sesarina tentang karya mereka serta proses kreatif mereka. -- Mengenai Klip Klub Untuk merayakan kembali karya video musik, Kinosaurus, Kolektif, dan Whiteboardjournal.com mempersembahkan, “Klip Klub” acara pemutaran video klip sekaligus diskusi bersama sutradara video klip musik pilihan. Dalam acara yang akan digelar setiap hari Rabu pukul 19:30 dari tanggal 20 Januari sampai 24 Februari 2015 yang bertempat di Kinosaurus ini, secara berkala akan mengajak sutradara videoklip pilihan untuk memutar karya-karyanya untuk kemudian didiskusikan bersama. Tak hanya itu kepada sutaradara yang telah dikenal, acara ini juga memberikan kesempatan bagi sutradara muda untuk berdiskusi sekaligus belajar secara langsung dengan sutradara senior. Setiap sutradara pilihan akan memilih sutradara lain untuk ikut menayangkan karyanya di acara ini sebagai perkenalan sekaligus pemicu jalannya regenerasi dalam budaya video klip musik lokal. – Jadwal Pemutaran Klip Klub Sim F 20 Jan, 2016 19:30 WIB The Jadugar 27 Jan, 2016 19:30 WIB Cerahati 03 Feb, 2016 19:30 WIB Tromarama 10 Feb, 2016 19:30 WIB Gundala Pictures 17 Feb, 2016 19:30 WIB Sinema Pinggiran 24 Feb, 2016 19:30 WIB Alamat: Kinosaurus (Dalam Aksara Kemang) Jl. Kemang Raya No. 8 Jakarta 12730
Beberapa hari lagi Stars, band indie-pop berasal dari Kanada, akan pentas di Jakarta! Kami sempat berbincang dengan Stars melalui email berkat organizer acara mereka di Jakarta, Prasvana, mengenai album mereka yang terkini dan proyek-proyek mereka yang akan datang. Selamat menikmati wawancara singkat ini, dan jangan lupa menonton pertunjukan mereka Jumat ini! Stars Live in Jakarta opening act: Scaller 12 Feb 2016 Soehanna Hall The Energy Building SCBD Lot 11 A Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Untuk pembelian tiket, kunjungi Kiostix (click link). -- I think, in the absence of any transparency from the record labels, that digital streaming in particular, could prove the death of the small musician. We make next to no money off streaming. It's abysmal. And unless this changes, many bands our size will no longer be able to operate. If it was up to me, all our music would be pulled off streaming services until a fair deal is worked out. But it isn't up to me unfortunately. It just happened to be the bar below our jam space. We work in a place called Mount Zoomer, where Arcade Fire, Wolf Parade, Wintersleep and many others have worked. It's been a jam space for years. But definitely the beats we heard coming up through the floor were very inspiring in encouraging us to up the dance quotient a little in our music. We have always been a dance band, but we tried hard to make at least some of the songs on the last album something you could play in a club. I know people think this record is more electronic, but in fact we have always been an electronic band. The process of songwriting has very much been a continuum for us. We get together in a room, we work as a group and develop things slowly. For all these years, that process has just gotten more focused, but it hasn't changed that much. I hate the term indie; it's a lie. Even the most "independent" bands now have connections ot massive corporations; and it also denotes a kind of preciousness and sexlessness that I don't like in music. I know we sound "indie" but to me, we are a soul band, and that idea, of playing music for people to have in their daily lives, is what matters most to us. None of us have lived in Toronto in years, we've been in Montreal. But I did grow up there and I can tell you personally...i hated it! It was cold and grey and unfriendly and when I was a kid there were just a bunch of bar bands really. A few good hip-hop acts like dream warriors, but other than that it was pretty barren. Music for me was an escape from the mundanity of Toronto. Now, it's a much more diverse and sophisticated city than it was when I lived there; and it's too big a place now to claim that there is one specific sound. What I will say for Toronto is that the people who live there are big supporters of arts and culture and there is a really rich artistic scene. Not just in music, but in theatre, writing, visual art, everything. it's a good place to be an artist. Except for those winters!!! Alvvays, faith healer, Laser, junior boys, jason colette, lowell...so many...too many to name. We are kitchen sink music. If you’re driving to your mom's funeral or doing the dishes or breaking up with someone, we want to be there. Life is alternately incredibly dull and incredibly romantic and exciting. We want to capture that idea I guess. Simply put, we want to be there for you, through the good and bad, through the melodrama and the fun; we're a band that wants to be useful. Nothing more complex than fun, really; it's cool to work on other people's songs because it teaches you a lot about songwriting and what makes a song work. As for what kind of songs...we have a loooong list! And we just argue about it until somebody wins! But generally I think we are looking for songs with strong melodies and songs that suit both male and female voices together, you know? Cuz that's what we do. We are already working on a new album, there will be more covers, and just basically, more art! We love what we do a lot; it has taken us all over the world to places we never thought we would have the chance to see; like Jakarta! And that is an incredible blessing. We feel very lucky to have the kind of listeners we do; so loyal and open minded. And so we just want to keep going for as long as people will listen! Thank you so much! See you soon!
Tromarama adalah sebuah kolektif animasi dengan karakter yang unik, dibangun dari gabungan gagasan tiga kepala, Bebi, Ebet, Ruddy, unit ini telah menciptakan karya-karya animasi yang tak hanya berkualitas, namun juga memiliki karakter tersendiri dengan pemilihan medium dan pendekatan yang berbeda dengan kebanyakan.Mengawali perjalanan karyanya dengan mengerjakan video musik, belakangan karya Tromarama mulai menjelajahi ranah seni, mengantarkan mereka pada beberapa eksibisi seni lokal dan internasional. Menemani Tromarama, akan dihadirkan pula karya Tandia Permadi, seorang fotografer lulusan ITB yang mengangkat gagasan-gagasan sosial melalui foto dari lensanya. Seusai pemutaran video akan diadakan obrolan bersama Tromarama dan Tandia tentang karya mereka serta proses kreatif mereka. Mengenai Klip Klub Untuk merayakan kembali karya video musik, Kinosaurus, Kolektif, dan Whiteboardjournal.com mempersembahkan, “Klip Klub” acara pemutaran video klip sekaligus diskusi bersama sutradara video klip musik pilihan. Dalam acara yang akan digelar setiap hari Rabu pukul 19:30 dari tanggal 20 Januari sampai 24 Februari 2015 yang bertempat di Kinosaurus ini, secara berkala akan mengajak sutradara videoklip pilihan untuk memutar karya-karyanya untuk kemudian didiskusikan bersama. Tak hanya itu kepada sutaradara yang telah dikenal, acara ini juga memberikan kesempatan bagi sutradara muda untuk berdiskusi sekaligus belajar secara langsung dengan sutradara senior. Setiap sutradara pilihan akan memilih sutradara lain untuk ikut menayangkan karyanya di acara ini sebagai perkenalan sekaligus pemicu jalannya regenerasi dalam budaya video klip musik lokal. -- Jadwal Pemutaran Klip Klub Sim F 20 Jan, 2016 19:30 WIB The Jadugar 27 Jan, 2016 19:30 WIB Cerahati 03 Feb, 2016 19:30 WIB Tromarama 10 Feb, 2016 19:30 WIB Gundala Pictures 17 Feb, 2016 19:30 WIB Sinema Pinggiran 24 Feb, 2016 19:30 WIB Alamat: Kinosaurus (Dalam Aksara Kemang) Jl. Kemang Raya No. 8 Jakarta 12730
Bagi kalian yang menggemari musik indie pop, konser Stars di Jakarta pada tanggal 12 Februari adalah acara yang harus dihadiri. Band yang berasal dari negeri Kanada ini secara konsisten telah merilis musik yang dideskripsikan sebagai "Beautiful and Eloquent" sejak rekaman pertama mereka pada tahun 1999. Melalui 8 album full-length dan 6 EP, Stars sudah mendapatkan beberapa nominasi dari Juno dan Polaris Music Prizes (Grammy Awardsnya Kanada). Acara pentas di Jakarta termasuk tur Asia mereka (yang terakhir mereka lakukan pada tahun 2011). Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan membaca detil di post ini atau ke website Prasvana (event organizer mereka di Jakarta). opening act: Scaller 12 Feb 2016 Soehanna Hall The Energy Building SCBD Lot 11 A Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Untuk pembelian tiket, kunjungi Kiostix (click link). -- About Stars (via Prasvana): Setelah 15 tahun berkelana di dunia musik, band indie pop asal Kanada, STARS akhirnya akan hadir di Indonesia untuk menggelar konser perdananya. Acara ini akan dilangsungkan pada hari Jumat tanggal 12 Februari 2016 di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD Lot 11 A Jl. Jend Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190. STARS dibentuk oleh Torquil Campbell (vokalis), Christopher Seligman (keyboardist), Evan Cranley (bassist) dan Amy Millan (gitaris/vokalis) di Toronto. Drummer Patrick McGee bergabung ketika mereka pindah ke Montreal setelah merilis album pertama yang berjudul Nightsongs, Dengan formasi lengkap ini, rekaman berikutnya Heart diluncurkan pada tahun 2003, disambung dengan tur keliling Amerika Serikat dan Kanada bersama Broken Social Scene, di mana kolaborasi personel STARS dengan grup kolektif indie ternama tersebut dimulai. Popularitas STARS semakin melejit dengan dirilisnya Set Yourself On Fire yang menggabungkan unsur-unsur elektronik, shoegaze dan rock dengan melodi pop yang melebur sempurna dengan kisah pergolakan asmara dalam lirik lagu-lagunya. Album tersebut mendapatkan nominasi Juno Awards tahun 2005 untuk “Alternative Album of the Year”. Rekaman-rekaman susulannya, In Our Bedroom After the War (2007) dan The Five Ghosts (2010), juga berbuah nominasi Polaris Music Prize, salah satu penghargaan tertinggi di industri musik Kanada. Jika kedua album ini merupakan eksplorasi tema-tema yang lebih gelap dan serius, The North yang direkam tidak lama setelah kelahiran anak pertama Amy Millan dan Evan Cranley, membawa pencerahan yang optimis. Untuk rilisan ketujuhnya, No One Is Lost (2015), STARS membentuk atmosfir sendiri dengan membangun studio tersembunyi yang bebas dari tekanan eksternal, Pihak penyelenggara Prasvana, yang sebelumnya menghadirkan Mac DeMarco, The Jungle Giants dan Neon Indian di Jakarta, mengharapkan konser up, close and personal STARS di Jakarta ini akan memuaskan kerinduan penggemarnya di Jakarta. Harga tiket masuk dimulai dari Rp 562.000 (termasuk pajak) untuk early bird presale, yang hanya tersedia dalam jumlah terbatas mulai dari tanggal 11 Januari 2016. Setelah itu, tiket standard bisa didapatkan dengan harga Rp. 700.000 (termasuk pajak). Tiket tersedia melalui outlet-outlet dan situs KiOSTiX. Untuk informasi lebih lengkap kunjungi situs http://www.prasvana.com
Nama Cerahati cukup sering menghiasi layar TV di era awal 2000an, dengan karya video musik mereka yang merajai channel MTV ketika itu. Muncul beriringan dengan mengemukanya scene kreatif di Bandung, Cerahati seperti menjadi tujuan utama bagi berbagai musisi. Latar belakang inisiatornya yang dekat dengan scene underground bisa dilihat pada bagaimana mereka selalu menerapkan pendekatan yang spesial di dalam pengerjaannya. Sebagai pembuka, akan diputar juga video dari sutradara Heytuta Masjhur, sutradara yang terakhir menerbitkan video stop motion unik untuk musisi indie-rock, BITE. Seusai pemutaran video akan diadakan obrolan bersama Cerahati dan Heytuta tentang karya mereka serta proses kreatif mereka dalam pembuatan video musik. -- Mengenai Klip Klub Untuk merayakan kembali karya video musik, Kinosaurus, Kolektif, dan Whiteboardjournal.com mempersembahkan, “Klip Klub” acara pemutaran video klip sekaligus diskusi bersama sutradara video klip musik pilihan. Dalam acara yang akan digelar setiap hari Rabu pukul 19:30 dari tanggal 20 Januari sampai 24 Februari 2015 yang bertempat di Kinosaurus ini, secara berkala akan mengajak sutradara videoklip pilihan untuk memutar karya-karyanya untuk kemudian didiskusikan bersama. Tak hanya itu kepada sutaradara yang telah dikenal, acara ini juga memberikan kesempatan bagi sutradara muda untuk berdiskusi sekaligus belajar secara langsung dengan sutradara senior. Setiap sutradara pilihan akan memilih sutradara lain untuk ikut menayangkan karyanya di acara ini sebagai perkenalan sekaligus pemicu jalannya regenerasi dalam budaya video klip musik lokal. Jadwal Pemutaran Klip Klub Sim F 20 Jan, 2016 19:30 WIB The Jadugar 27 Jan, 2016 19:30 WIB Cerahati 03 Feb, 2016 19:30 WIB Tromarama 10 Feb, 2016 19:30 WIB Gundala Pictures 17 Feb, 2016 19:30 WIB Sinema Pinggiran 24 Feb, 2016 19:30 WIB Alamat: Kinosaurus (Dalam Aksara Kemang) Jl. Kemang Raya No. 8 Jakarta 12730
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.