Backstage Life Bareng Grrrl Gang di Episode Kelima Vindy Ngapain?
Tahun ini Grrrl Gang mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu line up di We The Fest 2019, dan Vindy diperbolehkan untuk mengikuti aktivitas mereka.
Teks: Fransisca Bianca Foto: Waxpoetics Hasil redefinisi nuansa heavy metal yang mewarnai “Enter Sandman” ketika pertama kali dirilis oleh Metallica ini mengalihkan perhatian kembali pada Cookin on 3 Burners setelah kolaborasi dengan Kungs melalui “This Girl” yang meroket di tangga charts pada 2016 lalu. Dengan mengintegrasikan “Enter Sandman” yang kini bernuansa retro dan lebih komikal dibandingkan sebelumnya kepada audiens, mereka telah berhasil memberikan karakter baru dari hits Metallica tersebut. Ditemani dengan video klip yang baru, “Enter Sandman” versi Cookin on 3 Burners memang tidak memerlukan lirik untuk bercerita. Melalui sebuah pengisahan yang cukup komedik dan menghibur, memahami karakter dari versi barunya ini memang butuh penyimakan dari video yang ada. Sebuah redefinisi yang memang lebih ringan dan “cerah” dibanding sebelumnya, “Enter Sandman” memang telah bertransformasi sebagai sebuah latar baru yang menyegarkan.
Setelah dinanti-nantikan oleh para penggemarnya, Kendrick Lamar akhirnya merilis video untuk “LOYALTY.” Setelah “HUMBLE.”, ”DNA.”, dan ”ELEMENTS.”, lagu ini merupakan ketiga yang mendapatkan video musik dari album DAMN. Lagu ini sendiri memang sudah diprediksi oleh para penggemarnya karena pada lagu ini K-Dot berkolaborasi dengan Rihanna. Premis cerita untuk videonya , Lamar dan Rihanna memerankan sebuah pasangan di dalam dunia kriminal. Sebuah pasangan yang saling mencintai dan tentu saja sesuai judul lagu, mereka saling menggoda dan menguji kesetiaan masing-masing. Video ini disutradai oleh Dave Meyer, yang belom lama juga mensutradai “HUMBLE.”, jadi tentu akan terlihat mirip dari segi visual, di mana setiap adegan seperti ada cerita tersimpan. Meyer juga menjadi sutaradara dalam video musik “Drew Barrymore”, track dari teman satu label Lamar, SZA. Para penggemar hip hop hanya bisa menunggu apakah mereka akan menghasilkan karya lagi dari album DAMN. Mungkin “XXX” untuk melihat Lamar berbagi dengan U2?
Banyaknya desainer grafis kontemporer di Indonesia telah terbukti menghasilkan ragam karakter desain yang membuat dunia desain grafis lokal diakui secara internasional. Berdasarkan hal tersebut, untuk pertama kalinya, sebuah buku berjudul “COLLECTED” akan diterbitkan dengan isi karya terbaik dari desainer grafis Indonesia - yang kini sudah bisa dipesan. Hadir dengan bentuk atau karya kumpulan yang telah terseleksi berdasarkan tren dan gaya desain, buku ini berisi puluhan desainer yang dinilai mampu menjadi penanda zaman. Dikurasi oleh kurator dari dalam dan luar negeri, buku ini akan dicetak terbatas, hanya 1000 eksemplar, dan sebagian akan dipasarkan di luar negeri. Beberapa desainer yang ditampilkan di dalam buku ini: Artnivora Feat Studio Corse Design Factory Tre Cecil Mariani Evan Wijaya Detego Butawarna Each Other Company Cyndy Erlina FullFill Leboye Design MM / AD Ellena Ekarahendy Lencanna House The House Heimlo Studio Kudos Gumpita Rahayu Mata Studio Studio 1212 Sandy Karman Panji Krishna Pot Branding House Table Six Swargaloka Studio Skato SUNVisual Vincent & Ivanna Vaith Design Thinking Room Visious Yasser Rizky Visual Cast Pre-order dibuka hingga tanggal , kunjungi situs DGI untuk detail lebih lanjut.
Vague dibilang sebagai salah satu yang mengangkat kembali nuansa Revolution Summer di skena musik lokal. Dan layaknya pendahulunya di Rites of Spring dan Embrace, Yudhistira sang gitaris/vokalis juga menggabungkan hardcore punk dengan college rock, isian gitar tajam, serta yang telah dicetak prototipnya oleh Hüsker Dü di era 80’an dulu. Berikut adalah lima lagu Hüsker Dü terbaik menurut Yudhis. Biarpun album kedua Husker Du, Everything Falls Apart kebanyakan masih berisi tembang hardcore/punk singkat yang menandakan era awal band asal Minnesota ini, rilisan ini melahirkan satu lagu berbeda: "Everything Falls Apart," semacam Husker Du yang nantinya mereka sempurnakan di album-album berikutnya. Tapi resep formula mereka mulai terlihat di sini: lagu bertempo sedang, energi punk, gitar berisik renyah, dan tentunya petikan gitar melodik berbalut efek chorus yang menawan. Jauh sebelum Kurt Cobain melakukan hal yang serupa dengan Nirvana. Sulit mencomot lagu dari album magnus opus Zen Arcade; album dobel ambisius berdurasi 70 menit. Mengingat ini album berkonsep di mana setiap lagu merupakan bagian dari sebuah narasi yang lebih besar. Namun lagu pembuka, "Something I Learned Today" merupakan contoh sempurna bagaimana Husker Du bisa menyajikan energi punk lengkap dengan yang sibuk tanpa mengorbankan penulisan lagu atau melodi. New Day Rising, album follow-up Zen Arcade adalah rilisan terbaik Husker Du dan favorit saya. Ada banyak sekali lagu dari album ini yang layak masuk dalam daftar ini. Namun pilihan saya jelas jatuh ke "Celebrated Summer," lagu definitif band ini. gitar berisik yang khas, riff melodik yang kebangetan nya, dan chorus yang mengundang Sulit buat saya mendengarkan lagu ini tanpa sok-sokan Kalau Vague mengkover lagu Husker Du, sudah pasti lagi ini pilihan pertama. buat "The Girl Who Lives on Heaven Hill" dan "Books About UFOs." Setelah New Day Rising, Husker Du merilis Flip Your Wig, album pertama di mana mereka mulai mengurangi takaran gitar, memberikan porsi lebih ke vokal dan menampilkan penulisan lagu yang semakin ngepop. Hasilnya adalah "Makes No Sense At All," tembang terbaik yang pernah mereka tulis. Penuh dengan dan diwarnai duel vokal Bob Mould dan Grant Hart, lagu ini membuka jalan bagi band-band pop alternatif di era 90an. Biasanya saat membicarakan album debut major label Husker, Candy Apple Grey, perhatian orang tertuju ke "I Don't Wanna Know If You're Lonely", lagu rock alternatif yang juga pernah dikover oleh Green Day. Tapi di album inilah Husker Du menunjukkan kemampuan mereka meramu lagu ballad yang efektif dan emosional. "Hardly Getting Over It" merupakan luapan keresahan Bob Mould mengenai pendeknya umur manusia di bumi setelah seorang temannya meninggal dunia tiba-tiba. Hanya bermodalkan drum, gitar akustik, dentingan piano, dan vokal rapuh Mould, Husker Du membuktikan bahwa mereka bukan sekadar musisi - Dengarkan Vague di tautan ini.
Bulan Juni lalu, artis newcomer SZA merilis debut albumnya yang bernama Ctlr. Album yang sudah dinantikan oleh banyak penggemar R&B itu berhasil memuaskan para kritikus serta artis lainnya, dan baru-baru ini, SZA baru saja merilis video musik untuk “Supermodel”. Menjadi pertama yang ada di album ini, lagu “Supermodel” memang sudah menjadi dari awal perilisan. Video yang menawan ini bercerita tentang seorang perempuan - diperankan oleh SZA sendiri - yang ditertawakan oleh pasangannya saat dia sedang bercermin, hingga akhirnya sang wanita membalas dendam kepada pasangannya dengan dibantu kekuatan magis para peri hutan. Tapi inilah memang inti dari satu album ini. SZA ingin berceramah tentang kebebasan dan kekuatan seksual pada wanita, atau lebih spesifiknya, pada diri dia sendiri. Video ini adalah perwakilan dari pernyataan bahwa sebagai perempuan, ketika ia ingin berdandan bebas dan berani, akan ada lelaki yang menertawakan dan berusaha menjatuhkan. Di akhir video SZA berhasil mengalahkan sang pasangan dengan cara mengikatnya di tengah lapangan dan menembakan petasan lewat ujung jemarinya. Dari lirik lagu tersebut dapat ditebak bahwa menjadi temanya dan dalam lagu ini, SZA memang lebih bercerita tentang insekuritas dia setelah hatinya tersakiti oleh mantannya.
4:44 adalah rilisan terbaru dari rapper asal Brooklyn, Jay Z, dan album ini mungkin saja adalah karyanya yang terbaik, atau setidaknya yang paling jujur. Dalam album ini Jay Z membuka hal-hal yang sangat personal, dari perseteruan nya dengan Solange hingga sebuah sindiran kecil untuk Kanye West, tetapi selain itu Jay Z juga menceritakan tentang sosok Adnis Reeves, ayah dari sang rapper. Memang dalam karir lama sang rapper, menceritakan sosok ayahnya bukanlah hal yang baru, tapi kali ini, ia membuat sebuah video untuk menemani “Adnis” tersebut. Dibintangkan oleh Mahershala Ali dan aktor veteran Danny Glover. Video yang terasa sangat personal ini memotret penonton perasaan duka dan simpati terhadap sang rapper lewat kepedihan dan penyesalan yang dirasa setelah ayahnya meninggal pada tahun 2003 silam. Lagu “Adnis” pun ia tulis sebagai sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada ayahnya dengan lirik sangat personal dan tulus. Untuk sementara waktu, video ini hanya bisa disaksikan lewat Tidal. Tetapi tunggu saja beberapa waktu, karena mungkin saja Jay Z akan merilis videonya di YouTube sama seperti video-video 4:44 lainnya.
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.