Menjelang hadirnya Romantisasi Impulsif (2026), kami berbincang dengan Tata dan Adji mengenai keterbatasan yang membentuk identitas The Jansen, kecintaan mereka terhadap format album, hingga ambisi untuk membangun semesta cerita yang melampaui musik itu sendiri.
Dengan biaya kuliah yang meroket dan prospek pekerjaan bagi lulusan yang menurun, sebagian besar mahasiswa di Inggris memperdebatkan kepentingan kuliah.
Buku berisi dua belas cerita itu menceritakan fiksi spekulatif yang beresonansi pada budaya Batak dan kelindan hidup sebagai seorang kelas pekerja Kristen dengan perspektif queer.