Music

20.04.17

Record Store Day Indonesia 2017

Tahun ini adalah tahun ke-10 Record Store Day (RSD) dirayakan di Indonesia. Mengingat riuhnya RSD tahun lalu yang sempat di gelar di belasan kota di Indonesia, tahun ini perayaan tersebut kembali digelar di beberapa kota. Tak hanya itu, para musisi dan studio rekaman terkait ramai-ramai bersiap meluncurkan rilisan fisik terbatas khusus Record Store Day tahun ini. Salah satu yang menarik adalah The Brandals yang merilis album The Best lewat submisi para penggemar untuk memberi masukan 12 lagu terbaik The Brandals versi mereka. Nantinya album tersebut akan ditambah 1 lagu baru yang akan menjadi single untuk album baru mereka. Selain itu masih banyak nama lama yang merilis ulang album mereka dalam bentuk baru maupun para pendatang yang memberanikan diri merilis sendiri album atau single mereka untuk RSD tahun ini. RSD tahun ini dilangsungkan di 23 tempat di 18 kota, berisikan puluhan rilisan khusus dan puluhan penampil yang terlibat serta dengan durasi serta jadwal yang bergiliran, Record Store Day tahun ini akan terasa lebih meriah dari RSD tahun lalu. Berikut adalah jadwal perhelatan Record StoreDay di masing-masing kota serta rilisan khusus yang dipersiapkan pada perhelatan tahun ini. - Wee & Co, Palu - Kiputih Satu, Bandung - Kuningan City P7, Jakarta - Pasar Santa, Jakarta - Blom M Square, Jakarta - Lokasuara, Batam - Anonimo, Coffee, Medan - Castel Distric, Bekasi - Rumah Budaya Prof. Soeroso, Yogyakarta - MX Mall, Malang - Black Cup Coffee House & LUBU Store, Manado - Hardcore Mayhem, Padang - Popscene, Tasikmalaya - Semut Cooke, Pekanbaru - A Bar - Aston Imperium, Pekanbaru - Rumah Kelinci, Bandung - Pasar Santa, Jakarta - Blom M Square, Jakarta - Blackbox Cafe & Resto, Banjarmasin - Aiola Eatery, Surabaya - Gedung Sentral Yamaha Markoni, Balikpapan - Lokananta, Solo - Gedung Kesenian Societeit de Harmonie, Makassar - Bingen Record Store, Palembang - Bongkis, Mataram - The Gang of Harry Roesli - Philosophy Gang (Vinyl) - Adhi Rahman & Compadres - Cerah (CD) - Oscar Lolang - Epilogue (Kaset) - Glaskaca - Staedig E.P. (CD) - Pillo - Belia (CD) - The Brandals - The Best - Payung Teduh - Live & Loud (Kaset) - Nonanoskins - Ricochet Baby (Kaset) - Bottlesmokers - Slow Mo Smile (Kaset) - Makassar Rocksteady - Shake Your Body (CD) - The Mentawais - Surfin Java (Kaset) - Tikam - Jurnal Amarah (CD) - Murphy Radio - Naftalena - Shewn - At Home Drowning - Purpla - Superealita - Kompilasi Rock in Celebes - Costaroy - Double Single (Kaset) - Alice - Konsorsium Humaniora (Kaset) - Petaka - Live at Extreme Moshpit (Kaset) - Indigo Moire - Perth (Kaset) - Hira - Solitude (CD) - Ayu Anjani - The 1Step (CD) - Weekend Roll - 2.5 (CD) - Scarhead Barricade - Earth (CD) - PI G Face Joe - Maling (CD) - The Tetz - Menelan Jangi (Kaset) - Pelteras - Meranggas/Pusaran (Kaset) - Various Artists - Sub-Ordinat Musika (CD) - Various Artists - Trust Yourself, Realize! (CD) - Water Slide - Asa (CD) - 70 Soc - Electric Love (Kaset & CD) - Norr Frygt - Introduction (CD) - Mocca - Mini Album (Kaset) - Gerram & Terapi Urine - Poranda (Split Kaset) - Under The Big Bright Yellow Sun - Painting of Life (Kaset) - Kompilasi Apokaliptape (Kaset) - The S.I.G.I.T - Visible Idea of Perfection (Vinyl) - Deugalih - Tanahku Tidak Dijual - Hellsoil - In Grind we Bong - Strider - Defishit Moral (Kaset) - Bangkai - Re-Emotional Conform - DOM 65 - Greatest Pledge Articles (Vinyl) - Zoo - Prasasti (Vinyl) - Shaggydog - Putra Nusantara (Vinyl) - Rain in Summer - Discordant Anthem From The Gutter (CD) - (((...))) - s / t (CD) - Death Vomit - Eternally Deprecated (Kaset) - Kompilasi Arpappel (CD) - Kompilasi Sounds from Sulawesi (CD) - Kompilasi Riverstone (CD) - To Die ! - Live (Kaset) - Kompilasi Jogja Records Store Club (Kaset) Untuk lebih lanjut mengetahui kabar terkini mengenai perhelatan Record Store Day di seluruh Indonesia, silakan kunjungi linimasa Instagram Record Store Day Indonesia.

18.04.17

ECLIPSED by Parahyangan Fair 2017

Gelaran tahunan dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kembali hadir dan kali ini mengusung tema Eclipsed. Masih mengangkat kolaborasi sebagai aksi utama di balik acara ini, Parahyangan Fair mengajak seluruh komposer dan penampil dari segala jurusan di UNPAR. Namun, kali ini Parahyangan Fair tidak hanya fokus pada subkultur Bandung, tapi juga membuka pintu kepada sosok kreatif di Jakarta untuk berkontribusi. Hadir dengan konsep wadah kreatif, acara ini menghadirkan deretan hiburan mulai dari visual art, fotografi, film dan tentunya musik - dengan penampil antara lain, Maliq & the Essentials hingga Elephant Kind. Untuk mengangkat subkultur film, Gianni Fajri pun didaulat sebagai bintang tamu. Akan ada yang akan memutar film-film karya mahasiswa UNPAR serta para kontributor. Lalu ada pula penampilan kolaboratif antara mahasiswa dan musisi lokal sebagai bentuk kreasi baru yang ditampilkan hanya pada acara ini. Adanya yang besar mengizinkan pengunjung untuk berkarya langsung di tempat, layaknya melukis di kanvas bekas. Adapun yang akan tersebar di area Bumi Sangkuriang selaku , akan menyediakan alat-alat berkarya yang bisa digunakan pengunjung untuk membuat sesuatu dan di bawa pulang sebagai memento. - Senin, 24 April 2017 15:00 - selesai Bumi Sangkuriang, Bandung Tiket bisa dibeli online di https://goo.gl/forms/AnHqf1dVTgXSEAHu1 atau http://goers.co/eclipsed-parahyanganfair

16.04.17

Kejujuran Mac DeMarco lewat “On the Level”

Mac DeMarco mengajak pendengarnya berkontemplasi melalui single ketiganya tahun ini, “On the Level”. Bersamaan dengan lagu ini, terdapat dua lagu yang ia rilis sebelumnya, yakni “This Old Dog” dan “My Old Man” sebagai bentuk refleksi atas hubungannya dengan keluarga, terutama sang Ayah. Namun, jika dalam kedua lagu tersebut DeMarco lebih banyak menyuarakan kemarahannya, “On the Level” bicara mengenai penerimaan diri. Kombinasi pengulangan chorus bagai mantra dan buaian melodi synth yang kental kemudian menghipnotis pendengar untuk masuk lebih dalam merenungi dirinya sendiri. Ia berbicara mengenai melalui untaian kalimat Hadir dengan lirik dan melodi serupa dengan “Chamber of Reflection” dari album Salad Days, adalah lumrah jika kita menganggapnya sebagai kelanjutan cerita personal dari DeMarco akan kesendiriannya. Hal tersebut membuat This Old Dog menjadi sebuah album baru darinya yang patut ditunggu untuk didengar kala dalam perjalanan panjang.

14.04.17

Intimasi Album Telefone dari Noname

Album Telefone yang dirilis pertengahan tahun lalu oleh Noname memiliki residu gaung yang kuat dan membuat Fatimah Warner dianggap sebagai yang perlu diperhitungkan. Dalam pertamanya itu ia menggaet nama penting seperti Saba, Mick Jenkins, dan rapper muda lain yang dikenal dengan nama Chance. Lirik yang intim, bangunan musik sederhana dan kapasitas pendukung dalam Telefone jadi kesatuan yang harmonis dan menarik. Berangkat dari latar belakang tumbuh di lingkungan African-American di Chicago, lirik dalam Telefone menceritakan narasi yang sama dari sisi yang berbeda. Fatimah mengambil hubungannya dengan sang nenek dalam lagu ‘Reality Check’ dan dalam lagu ‘Bye Bye Baby’ ia mengangkat isu aborsi yang amat sensitif. Kurang lebih, Telefone menarasikan cerita suram perempuan lewat sudut pandang ibu dan nenek yang reflektif. Dalam berlagu, Fatimah terkesan berdansa dengan kata-kata yang ia ucapkan. Ia fasih menarasikan lirik reflektif lewat lantunan rap yang tidak terlalu cepat namun dengan tekanan kata yang jelas. Berangkat lewat ketidakpercayadirian yang mungkin dialami oleh banyak perempuan kulit hitam di Amerika. Yang utama lewat liriknya, ia tidak menebar kebencian namun melagukan optimisme dan keindahan pada nostalgia yang liris.

12.04.17

Oscar Lolang Rilis Kaset ‘Epilogue’

Karma Records akan merilis ulang album pendek Oscar Lolang yang berjudul Epilogue ke dalam bentuk kaset. Rencananya rilisan baru tersebut khusus diproduksi untuk Record Store Day 2017 tanggal 21-22 April di Kuningan City, Jakarta. Sebelumnya, Epilogue yang dirilis dalam bentuk CD hanya berisikan 2 lagu dan untuk rilisan ulang dalam bentuk kasetnya akan ada 1 lagu baru. Lagu 'Little Sunny Girl' dan 'The Way She Does Things' akan ditemani lagu yang pernah direkam saat pengerjaan single perdana Oscar berjudul 'Barbara Allen'. Mini album epilog ini dapat dibaca sebagai tanda bahwa Oscar mulai menulis lirik bermuatan romansa pada lagunya. Pada perhelatan Record Store Day 2017 nanti Oscar akan tampil sebagai pengisi acara dan akan membawakan materi mini album tersebut. Oscar berencana akan merilis album penuhnya pertengahan tahun ini. Beberapa lagu bocoran yang belum pernah diperdengarkan dan materi album barunya itu akan dipresentasikan Oscar pada Record Store Day nanti.

12.04.17

Opini Segar dari Maverick

Eklektik jadi 1 kata yang bisa menggambarkan EP Maverick terbaru yang bertajuk "Unpopular Opinion." Terdiri dari 6 dengan warna beragam, Wing Narada selaku sosok di balik ini menunjukkan bahwa dirinya berani mengemukakan opininya akan musik yang berputar di sekitarnya menggunakan segala - tak terkecuali meme yang sempat terkenal pada kurun waktu tertentu. Dibuka dengan "Opinion #1" yang diwarnai suara kendang dan terompet khas lagu India, Maverick membawa pendengar ke tengah perayaan holi penuh dengan warna psychedelic. Adapun selanjutnya benar-benar berbeda dengan sebelumnya, namun berkat kepiawaian Wing yang juga dikenal sebagai , transisi antara terasa sangat halus. Terlihat jelas bahwa Wing memiliki referensi musik yang kaya dan mampu memilah suara untuk membuat sebuah komposisi yang jahat, sehingga membuat EP ini terasa segar namun memiliki kompleksitas tertentu. Sisipan bebunyian kendang dan dawai di antara terompet menjadi bukti jelas yang membuat "Unpopular Opinion" menawarkan keriuhan berbeda dari yang ada di muka umum. Secara keseluruhan "Unpopular Opinion" memiliki dualitas kental. Tentu untuk mereka yang menyukai alternatif, ini merupakan suatu harta karun. Dengar atau download EP-nya secara gratis di Bandcamp Maverick. Unpopular Opinions by Maverick

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.