Memang bisa dikatakan bahwa karya Jason Ranti bisa menggugah emosi sedemikian kuatnya, terbukti dengan terbukanya sebuah diskusi pada Mei lalu mengenai lagunya “Bahaya Komunis.” Jason memang mengakui bahwa ditulisnya lagu itu tidak lain ialah untuk mendorong sebuah dialog yang mengarah kepada keresahan akan realita di tanah air. Kini, melalui rilis lagu terbarunya “Suci Maksimal,” Jason kembali mencoba menyuguhkan audiens dengan sentuhan liriknya mengenai ilustrasi akan bahaya yang mewarnai realita tanah air kini, namun dengan sudut yang berbeda.
Dengan mengiring arah lirik kepada kesadaran batin manusia akan kejahatan dan kesucian, Jason mengajak pendengar untuk mengeksplor kembali apa sebenarnya arti hidup dalam batin tiap manusia berdasarkan angan-angan untuk bertindak. Disertai dengan dentingan gitar yang mendayu dengan indah, lagu ini mengandung jiwa dan emosi yang cukup untuk menyentuh batin agar peduli terhadap realita, yang mungkin memang dibutuhkan di hari-hari ini.
Sebuah hiburan dengan segelintir nama musisi yang pastinya sudah tidak asing lagi, Folk Music Festival kembali hadir. Menginjak tahun ketiganya, festival ini menawarkan suasana hiburan baru di Malang, tepatnya di Kusuma Agrowisata, Batu. Diisi dengan nama-nama seperti Payung Teduh, Danilla, Float, Silampukau, Stars and Rabbit, Monita Tahalea, Bin Idris dan masih banyak lagi, Folk Music Festival kali ini menjanjikan sebuah ajang untuk menikmati karya lokal dengan beragam karakter.
Folk Music Festival 2017
Sabtu, 15 Juli 2017
10:00 - 24:00
Kusuma Agrowisata
Jl. Abdul Gani Atas, Batu
HTM IDR 150.000
Meski perlu direkognisi karya aslinya, namun lagu—sama seperti karya seni lainnya—tentu bisa menjadi subjek reinterpretasi oleh banyak pihak. Bukan berarti pemaknaan menjadi dihilangkan, dan ‘kementahan’ awal menjadi tidak relevan, namun interpretasi semata-mata menjadi bentuk baru dengan pemberian ‘nyawa’ berbeda bagi karya. Interpretasi juga bisa dilihat sebagai lahirnya kembali sebuah karya yang diberi hembusan angin segar baru.
Leisure memperkenalkan sebuah remix dari "U and Me" oleh M.I.L.K., di mana jika sebelumnya M.I.L.K. menyajikan U and Me dengan dentingan drum yang lebih jelas, dengan nada groove yang mungkin mengubah suasana seolah kembali ke era 70an. Dengan tetap mempertahankan suasana 70an tersebut, Leisure menyulap "U and Me" dengan alunan lebih halus dan r&b. Meski begitu, emosi dan jiwa dari lagu tersebut tetap menghadirkan konsep dan vibes retro yang menyegarkan, sehingga pemaknaan baru dari lagu ini tidak akan meninggalkan kesan ‘kehilangan.’
Sebuah kabar baik bagi penyuka eksplorasi skena musik lokal, khususnya Jakarta. Goodnws sebagai sebuah wadah perkenalan berbagai penggabungan genre musik dari skena lokal, mulai dari jazz hingga afro beats, kini menghadirkan bentuk sajian baru dalam bentuk bulanan yang bisa disimak di Soundcloud.
Perhatian dan antisipasi lebih juga layak diberikan pada bertajuk #SAYGOODNWS ini yang tidak hanya memuaskan telinga lewat berbagai seleksi dentingan dari segelintir musisi, namun juga disisipi beberapa menit obrolan mengenai berbagai topik. Episode pertama yang membahas tentang musik dan relasi yang bisa muncul antaranya dengan narkoba, yang juga dihiasi alunan dari berbagai nama seperti Kendrick Lamar, Thundercats, dan masih banyak lainnya kini sudah bisa didengarkan.
Sebuah kelahiran kembali dari karya legendaris yang layak disimak. Sebagai sebuah ‘harta karun’ yang telah tersembunyi sekian dekade lamanya, Estorias Para Voz, Instrumentos Acusticos e Eletronicos yang semula dirilis tahun 1981 di bawah label Blume ini mungkin menjadi momentum yang dinantikan untuk kembali menjadikan karya elektroakustik ini sebuah sorotan. Sebuah komposisi dari berbagai bagian yang ‘multiwarna’, karya Oliveira ini memang mencakup begitu luasnya jangkauan emosi yang ingin disampaikan dalam tiap dentingan, dan menampilkan kompleksitas dari Oliveira sendiri yang menampilkan warna-warna multikultural, idealis, dan bebas.
Mungkin kini muncul pertanyaan akan kemampuan Estórias dalam menembus regresi dari dimensi perubahan oleh waktu. Meski begitu, kiranya memang harus ada optimisme lebih untuk menjawabnya. Komposisi elektroakustik yang disajikan Oliveira tidak hanya sebatas berhenti pada nada dan irama dari gabungan berbagai instrumen saja, namun merupakan realisasi dari kemampuannya dalam bercerita dan mengikutsertakan berbagai elemen sosial, seperti jejak-jejak suara dari komunitas imigran di Sao Paulo yang memang dijadikan sebagai salah satu inspirasi. Kemampuan Oliveira dalam menyatukan berbagai komponen berwarna ini kedalam alunan unik dan berkarakterlah yang mungkin menjadikan Estórias sebagai sebuah karya seni yang dirindukan. Ia bisa juga menjadi pembuktian bahwa seni memang tidak mengenal batas, baik batas peraturan, kultur, maupun waktu.
Loneliness is indeed beautifully captured in Mac Ayres’s "Lonely" single to be added to his upcoming EP, served with just the right amount of jazz and soul. A smooth-vibe sound that is further spiced up with the New York instrumentalist and producer’s vocals, the soothing beats and relaxed pace will certainly not keep the ears lonely. Even so, Ayres’s take on loneliness still may stir some emotions despite its gentle strides.
This song may be the needed chill-jam of the summer as a reminder to take it easy, and to slow down your pace. In spite of the theme it brings up, Lonely may actually be a good company for the soul. Ayres’s take on how jazz and soul should meet for the perfect summer treat definitely doesn’t disappoint, as Lonely only intensifies the excitement and anticipation for his EP, Drive Slow.