Setelah memenangkan ajang pemilihan model, Lola Amaria merambah perfilman lokal dengan peran kuat dalam film Ca-bau-kan. Walau tidak memiliki latar belakang sekolah film, ia memiliki ketertarikannya untuk membuat film dengan tema dekat dengan dirinya. Whiteboard Journal menemuinya di studio untuk membahas kritik akan support system perfilman di Indonesia.
Agnes Varda adalah sutradara perempuan berkebangsaan Perancis yang telah menciptakan beberapa karya penting pada karirnya. Selain menemukan gaya visual dan narasi yang kuat, tema individual dan kemanusiaan yang ia sematkan pada tokoh dalam ceritanya membuat sinema Perancis saat itu dikenal sebagai bentuk mutakhir dan berpengaruh. Agnes membawa gelombang new wave dalam filmography sebagai gairah kesenian yang baru pada era post-war.
Get Out menjadi salah satu film yang paling diantisipasi tahun ini. Terutama pasca trailer super intens yang memberikan gambaran sehoror apa film ini jika disaksikan secara utuh. Melalui debut kesutradaraannya ini Jordan Peele menunjukkan kekayaan referensinya, mulai dari It Follows sampai Manderlay.
Namun, hal paling menarik dari film ini adalah isu rasisme yang dibawanya, mengingat film-film dengan isu rasisme biasanya berkutat pada kisah-kisah otobiografi atau menjadikan sejarah perbudakan orang kulit hitam sebagai pusat cerita. Pendekatan horor dari Peele mampu memberikan premis baru dan menjadikan Get Out film horor sosial dengan banyak lapisan.
Film ini bercerita mengenai sepasang kekasih, Rose (perempuan kulit putih) dan Chris (laki-laki kulit hitam), yang berencana berakhir pekan di rumah orang tua Rose, Skeptisme Chris mengenai penerimaan keluarga Rose terhadap dirinya kemudian terjawab dengan cara yang paling horor.
Peele berhasil mempertahankan ketegangan film ini sampai bagian paling akhir. Meski tak bisa dipungkiri ada pula logika-logika tak masuk akal khas film horor dalam film ini. Namun pada akhirnya penonton akan terlalu ketakutan untuk terdistraksi hal-hal tersebut.
Hal lainnya yang juga esensial dari film ini adalah pemilihan pemain yang berhasil menjaga intensitas film dari awal hingga akhir. Terbukti bahwa sebagai film horror, Get Out tidak hanya memompa adrenalin, tetapi juga memberikan pendekatan baru terhadap diskursus rasisme.
Quick Review Get Out: 4/5
Sutradara: Jordan Peele
Sinopsis: Film horor berjudul “Get Out” ini merupakan film yang bercerita tentang perjalanan kekasih berbeda ras, Rose yang berkulit putih dan Chris yang berkulit hitam, ke rumah keluarga Rose. Sesampainya di Armitage House, rumah keluarga Rose, Chris mulai mengalami berbagai kejadian aneh nan menyeramkan maka tak ada jalan lain bagi Chris selain untuk menyelamatkan diri.
The World of Ghibli Jakarta bisa jadi kabar bahagia untuk banyak penggemar Studio Ghibli, tidak cuma di Jakarta, tapi juga di Indonesia. Rangkaian acara ini akan terdiri dari tiga fase dan pemutaran 22 film Studio Ghibli di 45 layar bioskop di Indonesia. Pertama adalah pemutaran lima film all time favorite karya Hayao Miyazaki selama lima bulan ke depan yaitu: Spirited Away, My Neighbor Totoro, Ponyo, Princess Mononoke, dan Howl’s Moving Castle yang akan ditayangkan bergilir dari bulan April-September 2017.
Menonton film-film Ghibli tentu menjadi sesuatu yang istimewa untuk penggemarnya di Indonesia. Bagaimana tidak, film-film Ghibli hampir tidak pernah diputar di bioskop-bioskop tanah air. Sehingga untukk kita-kita di Indonesia yang terbiasa menikmati warna-warni cerita film Ghibli via vlc media player, askes menontonnya di bioskop menjadi suatu kemewahan tersendiri.
Belum cukup dengan lima film yang ditayangkan selama lima bulan ke depan, The World of Ghibli Jakarta juga menggelar pameran yang akan memajang berbagai hal dari set film-film Ghibli yang ikonik. Mereka semacam ingin memanjakan penggemarnya lebih lagi dengan membawa mereka masuk ke dalam dunia Ghibli yang magis. Pameran ini kemudian juga menjadi fase kedua dari rangkaian acara tersebut dan berlangsung dari 10 Agustus-17 September 2017. The World of Ghibli Jakarta ini kemudian akan ditutup dengan pemutaran 22 film Studio Ghibli sampai Maret 2018.
Di sisi lain, rangkaian acara ini juga bisa dilihat ajang Studio Ghibli untuk menguji antusiasme pasar Indonesia terhadap film-film Studio Ghibli mengingat Studi Ghibli kini sedang melakukan proses developing pasca hiatus 2015 lalu. Sambutan hangat terhadap The World of Ghibli juga dapat dikatakan sebagai lampu hijau bagi pasar Studio Ghibli di Indonesia nantinya. Tapi terlepas dari apakah pameran besar-besaran Ghibli di Indonesia ini hanya sekadar untuk memuaskan kerinduan para penggemarnya di Indonesia atau memang ajak cek ombak, kapan lagi bisa nonton film Ghibli di bioskop?
Di sela kesibukannya sebagai salah satu filmmaker di Indonesia, Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel (The Mo Brothers) berhasil kami temui di lokasi shooting film terbarunya, untuk membahas regulasi pemutaran film, konteks film serta sensor di Indonesia.
OK. Video - Indonesia Media Arts Festival adalah penyelenggara festival seni media dua tahunan sejak tahun 2003, juga merupakan salah satu divisi dari ruangrupa yang kini tergabung di dalam wadah seni dan budaya Gudang Sarinah Ekosistem sejak tahun 2015. Selain berperan dalam menjalankan sebuah Festival Seni Media dan Festival Video Musik, OK. Video juga melakukan aktivitas seperti membuat lokakarya seni media di kota-kota Indonesia, produksi dan distribusi karya seni media Indonesia, serta mengelola dan penyimpanan bagi karya-karya tersebut
Tahun 2016 ini OK. Video merilis subfestival yang berfokus pada karya-karya video musik yang diberi nama Festival MuVi Party. Nama festival ini diambil dari sebuah video musik yang dilakukan oleh ruangrupa di tahun 2002 yang melibatkan seniman, mahasiswa, dan sutradara film di Indonesia untuk menemukan bahasa visual alternatif dalam produksi video musik Indonesia. Menampilkan sekitar 250 video musik di dalam sebuah pameran dan penayangan yang diperoleh dari sistem aplikasi terbuka pada Oktober-November 2016. Festival MuVi Party dihadirkan sebagai upaya untuk melacak, melihat, dan mengukur perkembangan terkini dari karya video musik yang tumbuh beriringan dengan perkembangan musik digital dan teknologi audio-visual di masyarakat.
Yang menarik lainnya pada gelaran perdana MuVi Party, setelah 5 tahun, akhirnya pada tahun 2016 ini independen asal Perancis yang dulu diundang untuk berpartisipasi dalam OK. Video Festival 2011, menyelesaikan sebuah proyek tentang kota Jakarta yang dikerjakannya bersama ruangrupa. Setelah proses selama 8 hari di Jakarta, Vincent Moon sempat menetap di Indonesia selama 2 bulan dan mengisinya dengan berkeliling Pulau Jawa, Sulawesi, Bali dan kembali lagi ke Jakarta untuk mencoba menyelesaikan kerja editing dari proyek tersebut. Tidak hanya melibatkan ruangrupa, Vincent Moon juga menggandeng para muda untuk mendiskusikan hasil editing proyeknya yang diberi nama JAKARTA JAKARTA!
Potret kota Jakarta yang coba divisualisasikan oleh Vincent lewat filmnya kali ini menampilkan deretan musisi seperti Sore, White Shoes & Couples Company, Morfem, The Trees and The Wild, Senyawa, Marjinal, Zeke Khaseli, Terbujur Kaku, Keroncong Tugu Cafrinho, dan lainnya. Nama-nama ini dirasa bisa mengilustrasikan bagaimana kota Jakarta dengan segala keberagamannya.
Pemutaran Perdana JAKARTA JAKARTA! akan ditayangkan di ruang terbuka ala layar tancap
Gratis dan Terbuka Untuk Umum.
Pemutaran Perdana
JAKARTA JAKARTA!
Sebuah karya film oleh Vincent Moon
Diproduksi oleh Vincent Moon dan ruangrupa
MuVi Party 2016
Sabtu, 17 Desember 2016
19:00
Gudang Sarinah Ekosistem
Jl. Pancoran Timur 2 No. 4
Jakarta