film

25.09.17

Seleksi Karya: Woody Allen

Sebagai salah satu sutradara Hollywood yang tidak asing lagi karyanya di dunia layar lebar, Woody Allen tidak jarang menuai pujian maupun kritikan atas filmnya yang kental dengan ciri khasnya; di mana ia sendiri pun hampir selalu mengambil peran, yakni kisah-kisah dengan nuansa lighthearted dan komedi yang dibumbui dengan gaya quirky.

18.09.17

Quick Review: Baby Driver

Setiap orang pasti memiliki deretan-deretan lagu favorit yang selalu siap menemani di berbagai kondisi, seperti halnya karakter Baby di film Baby Driver karya Edgar Wright. Diperankan oleh Ansel Elgort, Baby adalah seorang anak muda yang dipekerjakan sebagai dan dipercaya untuk membawa kabur para kriminal setelah aksi bobolnya. Uniknya, di setiap saat, termasuk pada saat mengemudi, Baby digambarkan selalu mengenakan untuk mendengarkan lagu dari iPod-nya. Wright menjadi salah satu kunci pada film ini. Kalau biasanya sutradara menyerahkan urusan musik/lagu kepada , di Baby Driver justru tidak. Wright sendirilah yang memilih dan menentukan deretan lagu pada film ini, yang kemudian dijadikan acuan untuk setiap adegan yang ada pada film tersebut. Wright berhasil memperlihatkan bagaimana peran lagu-lagu hasil kurasinya sukses membangun dan menegaskan setiap secara akurat serta presisi antara pergerakan pemain dan ritme lagu. Menyaksikan Baby Driver di lain sisi terasa seperti sedang mendengarkan lagu-lagu favorit saat berada di kamar tidur, halte bus ataupun sesederhana menyaksikan Usaha Wright selama 2 tahun untuk mengurus 32 lagu pilihannya sangat setimpal dengan hasil yang didapatkan olehnya. Seperti bagaimana lagu “Bellbottom” oleh The Jon Spencer Blues Explotions melatari intensitas dan ketegangan pada awal film, yang kemudian dilanjutkan lagu Bob & Earl berjudul “Harlem Shuffle” yang menjadi latar ketika Baby menyusuri jalan menuju Hingga lagu “Brighton Rock” oleh Queen yang menjadi versi Baby sebagai latar lagu untuk aksinya saat mengemudi. Lagu-lagu populer seperti “Let’s Go Away for a While” - The Beach Boys, “Debra” - Beck, “Intermission” - Blur juga turut mengisi daftar lagu pada film ini. Secara garis besar, film ini menceritakan kehidupan Baby yang menjadi seorang karena berhutang kepada seorang bos berdarah dingin (Kevin Spacey) dan satu-satunya cara untuk melunasi hutangnya adalah terlibat dalam aksi pembobolan. Hal tersebut berubah ketika Baby bertemu dengan seorang gadis bernama Debora (Lily James) yang membuat dirinya terdorong untuk segera lepas dari pekerjaannya tersebut, karena membahayakan keselamatan Debora. Meskipun ide dari cerita Baby Driver bukanlah hal baru, namun pemilihan lagu yang Wright lakukan pada film ini, mampu menjadikannya sebagai salah satu pilihan film yang wajib ditonton, karena pastinya akan memberikan pengalaman baru bagi para serta para penikmat musik. Sutradara: Edgar Wright Sinopsis: Kecelakaan Baby sewaktu kecil yang membuat ia menderita suatu kelainan pada gendang telinganya sekaligus menjadikan ia memilki kepekaan yang tinggi. Baby bekerja sebagai supir pada kelompok penjahat yang dipimpin oleh Doc. Pertemuannya dengan Debora membuat Baby ingin mengubah garis hidupnya.

08.08.17

The Seen and Unseen

Jika sempat menungjungi Art Jog kemarin, ada sebuah karya interaktif yang mengajak pengunjung untuk merangkak ke dalam ruangan dengan instalasi sawah dan bulan berpendar. Itulah karya dari Kamila Andini bersama Ifa Isfansyah yang mengambil salah satu dari film terbarunya, “The Seen and Unseen.” Bukan hanya itu saja kejutan yang datang dari Andini, tapi ia kembali menorehkan cerita baru, dan kali ini tidak hanya pada dunia film lokal, tapi juga internasional - tepatnya Toronto, sebab film tersebut menjadi satu-satunya film dari Asia yang akan tayang perdana dan berkompetisi dengan 11 film lainnya di dalam sesi Platform di Toronto International Film Festival 2017 (TIFF). Adapun yang membuatnya spesial adalah sesi Platform yang merupakan sesi kompetisi paling prestisius di ajang festival tersebut. Pada film panjang keduanya ini, Andini membahas isu perempuan yang dikemas dengan cerita antara Tantri dan Tantra dalam pengalaman spiritual mereka yang sarat dengan kearifan lokal, mitos, cerita rakyat, tradisi, serta budaya Bali. Hadir dengan banyak elemen yang menempel pada isunya serta atmoster lokal, wajar jika Platform meloloskan film ini di antara jaajran film kelas dunia lainnya dari Eropa, Inggris, dan Amerika. Diproduksi oleh Treewater Productions dan Fourcolours Films serta diproduseri oleh Gita Fara dan Ifa Isfansyah, “The Seen and Unseen” menjalani proses produksi selama 5 tahun dan mendapatkan berbagai dukungan, antara lain dari Hubert Bals Fund (Belanda), Asia Pacific Screen Awards Children’s Film Fund (Australia), dan Cinefondation La Residence (Perancis) dalam proses pengembangan. Selain TIFF, film ini juga berkesempatan dipresentasikan dalam Hong Kong Asia Film Financing Forum, Filmex Talents Tokyo dan Venice Production Bridge. Pada pemutarannya di TIFF kali, Andini akan menghadapi juri handal - Chen Kaige, Malgorzata Szumowska, dan Wim Wenders - yang akan mengumumkan pemenang pada seremoni penghargaan tanggal 17 September 2017. Pemain dan Kru Produksi: Pemain: Thaly Titi Kasih, Gus Sena, Ayu Laksmi, I Ketut Rina, Happy Salma Penulis Skenario: Kamila Andini Penata Kamera: Anggi Frisca Penata Artistik: Vida Sylvia Editor: Dinda Amanda, Dwi Agus Sound: Yasuhiro Morinaga, Hadrianus Eko Musik: Yasuhiro Morinaga

06.08.17

Wajah Baru Pennywise

Pada bulan Juli kemarin, para pendatang Comic Con di San Diego ditunjukan trailer terbaru dari reboot film horor “It”. Trailer ini merupakan yang paling detail sejauh ini, menunjukan lebih banyak adegan dan memberikan lebih banyak klip tentang sang antagonis, Pennywise. Seperti yang diperlihatkan di dalam trailer kedua ini fokus kepada sebuah kelompok anak muda yang akan bertemu dengan sosok kejahatan yang besar di dalam kota fiksional Derry, Maine, di mana banyak kasus anak-anak yang menghilang. Ada sedikit kekecewaan terjadi untuk para penggemar Stephen King. Di dalam salah satu adegannya yang ikonik, yaitu saat Georgie bertemu dengan Pennywise di dalam selokan, Pennywise akan mengatakan dialog dengan intonasi yang berhasil menghantui sebuah generasi. Anehnya, di trailer tersebut terlihat Georgie yang mengatakannya, dan hasilnya tidak begitu Walau begitu, banyak yang memprediksi dari trailer tersebut bahwa reboot ini akan menjadi peningkatan dari originalnya pada tahun 1990. Satu hal yang pasti adalah horor yang digunakan akan berbeda dari sebelumnya. Alih-alih hanya menggunakan monster dan hantu, Andres Muschietti, sang sutradara ingin mencari rasa takut yang lebih dalam, seperti trauma masa kecil. Film “It” mulai rilis di Amerika Serikat pada 8 September.

31.07.17

Quick Review: The Wailing

Menuangkan cerita yang berkaitan dengan alam gaib, dunia misteri, serta keganjilan-keganjilan yang tak masuk akal ke dalam layar sinema memang menjadi ketertarikan umum bagi para penggiat film. Selain suburnya narasi-narasi semacam itu, pengangkatan tersebut juga dilandasi motivasi banyaknya penonton yang akan datang menyaksikan. Namun apakah kualitasnya dapat menjadi jaminan? Jangan samakan dulu persepsi Anda sebelum menonton film terbaru Na Hong Jin, The Wailing. The Wailing berkisah mengenai polemik atas kematian beberapa warga di sebuah desa secara misterius. Para korban mendadak berubah brutal; dimulai dengan menghabisi anggota keluarganya sebelum akhirnya tumbang membawa noda-noda penuh darah. Satuan kepolisian lokal yang dipimpin Jong-Goo (Kwak Do-won) pun dipaksa menelan rasa bingung dan frustasi. Menerka apa penyebab tragedi pahit tersebut hingga akhirnya prasangka terhadap orang asing dari Jepang (Jun Kunimura) digunakan sebagai dalil; ia dalang atas semua perkara. Yang menarik dari The Wailing adalah bagaimana Na Hong Jin membungkus konflik berlandaskan asumsi, dugaan, omongan dari mulut ke mulut tanpa paham betul kenyataan masalah, kemudian menyembunyikan aktor sebenarnya di balik teror menyeramkan. Walaupun realitanya memang sosok roh jahat yang berdiri menghancurkan kehidupan damai warga desa, Na Hong Jin mengaburkannya dengan samar-samar di antara gadis lugu bernama Moo-Myeong (Chun Woo-Hee), cenayang beridentitas II Gwang (Hwang Jung-min), atau mungkin kiranya orang asing dari Jepang. Sayangnya, menjelang akhir Na Hong Jin merusak investigasi dengan sekenanya dan meninggalkan sejuta tanya di kepala. Menyaksikan The Wailing di lain sisi menampar keras kebiasaan kita selaku Kita tak jarang larut dalam pusaran masalah berdasarkan perkataan orang ke orang tanpa melihat jernih yang terjadi sebenarnya. Dari kegelisahan itu, Na Hong Jin mencoba menyelipkan pesan humanis kepada khalayak ramai. Dalam balut kisah menyeramkan, nyatanya muncul keteguhan sikap guna menjaga nalar manusia agar tak menelan semuanya mentah-mentah. The Wailing (2016) Sutradara: Na Hong-jin Sinopsis: Film ini menceritakan tentang kasus pembunuhan misterius yang menimpa sebuah keluarga. Seluruh anggota keluarga itu mati secara tragis. Namun salah satu korban kondisinya sangat aneh. Kulit dan tubuhnya membusuk seperti mayat hidup. Kasus ini kemudian ditangani oleh polisi bernama Jong Goo. (kakaeynotes.com)

28.07.17

Gimme 5: Adythia Utama

Saat tak tampil dengan monikernya, Individual Distortion, Adythia Utama juga dikenal sebagai videografer handal yang telah menghasilkan beberapa video musik dan satu film dokumenter berjudul "Bising" yang merekam pergerakan noise lokal. Pada episode Gimme 5 kali ini, kami mengundang Adythia Utama untuk memilih lima film dokumenter terbaik versinya. Dokumenter yang menggabungkan 2 hal yang saya suka, experimental music scene di Jepang dan gaya cinema verite Perancis. Enak ditonton dan tidak membosankan. Meskipun, setelah nonton dokumenter ini saya justru ingin segera makan fastfood. Bukti yang sangat jelas kenapa GG Allin patut mendapatkan predikat legend. Semua shotnya enak dilihat. Sangat direkomendasikan untuk ditonton di layar besar. Pendekatan direct cinema yang dilakukan D.A. Pennebaker membuat saya jadi (sepertinya) mengenal Bob Dylan ketika dia tur waktu masih muda. Lihat juga karya Adythia Utama di sini.

Load More Articles whiteboardjornal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.