
W_LIST: The Ones to Look Out for in 2026
Tiga puluh musisi pilihan yang tampaknya menarik untuk diperhatikan di 2026.
Words by Whiteboard Journal
Jika dulu musik Indonesia mudah dibaca dari pusatnya, kini peta itu terasa cair. Yogyakarta, Malang, Kediri, Pontianak, Medan, Bogor, Surabaya, semuanya menyumbang suara dengan caranya masing-masing.
Perhatikan baik-baik, karena mereka adalah nama-nama yang kelak mungkin akan kita sebut sebagai bagian penting dari bab berikutnya musik Indonesia.
Italian Bed
Hardcore punk medok dari Yogyakarta yang datang tanpa perisa buatan. Jika ada bumbu tambahan, mungkin sedikit rock ‘n roll dan gairah untuk stomping yang butuh banget diluapkan.
For fans of:
ZIP, sepatu Docmart 10 holes
Firstrate
Alt-punk unit dari Surabaya yang singalong worthy. Punya lagu Bahasa Indonesia yang bisa cocok buat ditandemin sama MORFEM.
For fans of:
Basement, Fiddlehead
Falsus Evangelium
Avant-garde black metal asal Surakarta yang akan mengobati mereka yang kecewa tahun lalu Liturgy nggak jadi main di Pestapora.
For fans of:
Krallice, Profound Lore Records
The Polar Bears
Midwest emo asal Malang yang bisa jadi bahan untuk debat mereka yang bilang bahwa the genre is just a phase (it’s not).
For fans of:
Tiny Moving Parts, Free Throw
Holigrey
Reggae-infused indie rock dari Kediri yang menunjukkan bahwa puritan genre cuma cocok dibicarakan dalam past tense.
For fans of:
Rub of Rub, The Paps
Lullavile
Pontianak-based shoegaze unit yang akan nyaman di kuping indie-pop fans, bahkan yang puritan.
For fans of:
Puremoon, Sharesprings
Crayon Cats
Twee dari Jakarta yang something of a supergroup themselves for people who are paying attention.
For fans of:
C86, Talulah Gosh
Texas Two
Sarah Records worshipper dari Bogor yang membuat kita bertanya, apakah tahun depan adalah tahunnya twee?
For fans of:
Aggi, The Pains of Being Pure at Heart versi lebih raw dan agitated
Liar’s Wife
Shoegaze unit dari Malang yang akan membuat Hans Sabarudin tersenyum kecil.
For fans of:
Seaside, Grrrl Gang
Room
Shoegaze asal Medan yang mencampurkan desing gitar dengan drum and bass rhythm.
For fans of:
They Are Gutting a Body of Water, Luby Sparks
Morbid Monke
Band asal Bali yang mendeskripsikan diri sebagai Art-Punk, tapi juga berani untuk mengundang berbagai macam bebauan lain, seperti jam-band hingga sedikit psikedelia di sana-sini.
For fans of:
King Gizzard, Mad Madmen
IGMO
Prog/psych rock dari Kediri yang mengawinkan prog rock ’70-an, psikedelika, bahkan tangga nada Jawa ke dalam ramuan unik mereka.
For fans of:
Pink Floyd, Frank Zappa
The Conveni Chairs
Band midwest-emo dari Surabaya yang mengingatkan kita bahwa genre ini lebih dari sekadar American Football.
For fans of:
Hey Mercedes, The Jazz June
Falaci
Supergrup Bogor (Rrag, Detplag Lust, Texpack hingga the legendary Lacbor), yang memainkan musik dengan pembawaan yang belum dieksplorasi di band-band yang sudah disebutkan.
For fans of:
Gizpel, The Verve
Gospel Choir
Raw, no bullshit hardcore punk dari Yogyakarta, kabarnya juga diisi beberapa musisi penting di scene ini.
For fans of:
Iron Lung records, Cadaver Dog
ASHN
Heavy shoegaze dari Bandung yang menenggelamkan melodi dream-pop ke dalam gelombang distorsi raksasa.
For fans of:
Whirr, Wisp
BABON
Trio instrumental dari Yogyakarta yang menggabungkan sound khas spaghetti western dengan musik tradisional Indonesia.
For fans of:
Ennio Morricone, Nusantara Beat
Clever Moose
Unit psychedelic rock besutan Faiz Marie dari Jakarta yang kental dengan nuansa psychedelic rock dari Timur Tengah.
For fans of:
Glass Beams, LAIR
rean
Lihat desain artwork yang ia buat, dan bagaimana ia nge-mislead pendengar dengan intro 🎷JAZZ🎷 untuk mainan-mainannya yang seperti sungkan dikungkung dalam indie pop. Pun juga, tampaknya one-man-show ini bakal sering ditemukan di band-band lainnya.
For fans of:
Gemar menyebut ‘Tame Impala itu satu orang doang,’ musisi/producer yang gemar rilis lagu dari solo project-nya
Pond Cherry
Project sepasang spesialis indie pop, yang rupanya ketika digabung justru menjadi saling melengkapi. So far, mereka baru merilis satu lagu. Will we see more of them, even at gigs?
For fans of:
Kolibri Rekords, Seahoarse
Kamloops
Lahir tahun lalu di Bandung, kita bisa menemukan muka-muka familiar dan teman-teman baru dari sini. Temukan juga bagaimana mereka mendefinisikan ‘spring pop’ lewat permainan band dan garapan sound yang solid, menjanjikan, dan sejuk selayaknya pergantian musim.
For fans of:
Nemu lagu di Soundcloud ca. 2015, nemu band baru karena kaus merch
The Bunbury
Post-punk/Jangle pop outfit mitos dari Jogja yang sepertinya akan lebih aktif lagi, mengingat mereka habis membuka tahun dengan bermain di gig Loide Records, sebagian personilnya pindah ke ibukota, serta adanya info EP baru yang bakal dirilis.
For fans of:
Jangle pop, The Pains of Being Pure at… oh, bahkan memang disukai oleh band itu!
Costive
So hey, we heard you missed that ‘emo vocal splits,’ that angsty-sounding drum bashes and guitar hits, and unending assurances that it was never a phase? Yeah, well about that…
For fans of:
Singaporean emo/post-hardcore units, College emo
raster
Masih mencari suara-suara liberating khas Bogor, vokal yang seperti didesain untuk singalong, dan tekstur tamborin dan gitar akustik yang sehangat rangkulan teman di waktu sulit? Mungkin debut single mereka ini bisa menjadi teman barumu.
For fans of: Indie rock Bogor, main-character-energy songs
Hot Mess Morning Club
Warna baru buat Jakarta, and it’s a colorful one, alright. Post-punk yang centil. Very energetic, very Y2K.
For fans of:
Viagra Boys, Bar Italia (Some Like It Hot Era), The Rapture
Deep Sweep
Per-ambient-an dari Medan. Baru ada 2 lagu padahal. Sajian-sajiannya immersive, kerasa banget juga internet-influence-nya.
For fans of:
Lovesliescrushing, Chanel Beads, Blonde Redhead
Orkes Dansa La Mantrino
Funk/soul dan disko yang lahir di Jogja. Groovy, sangat sinematik juga, yang mana pas karena kemaren mereka main di JAFF20.
For fans of:
Nucleus, Diskoria
VEEY
Speaking of #throwback2016… Single terakhirnya mengingatkan ke lagu-lagu pop era Tumblr. The type of music you listen and dance to while crying.
For fans of:
Fiona Apple, PJ Harvey
WATER HEATER
Egg punk yang jail banget dari Bandung. Nggak nanggung-nanggung, debut albumnya 50 lagu.
For fans of:
Tarrkam, Leipzig
Mittelkin
Band baru yang salah personilnya adalah Niki, sosok yang telah banyak featuring di band-band seperti Morgensoll, juga tampak beberapa kali membantu Starrducc, dan Rrag waktu showcase albumnya.
Dengarkan beberapa lagu pilihan dari nama-nama yang menarik di 2026 ini hanya di Apple Music Playlist kami.



